perubahab break

Breaking News:
Loading...

coba3

contoh12

coba3

KIRIM1

Master

Beli sekarang dengan PayPal

TVLIPANRI

Daftar isi

Kualitas Kain dan Makna Budaya


Sri Ayu Mihari Buka Pelatihan Tenun Songket Melayu, Penggunaan ATBM Jaga Kualitas Kain dan Makna Budaya


DELISERDANG,( kbn lipanri )

Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut) Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah membuka secara resmi Program Desa Sejahtera, Pelatihan Tenun Songket Melayu pada tiga desa di Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/3). Dalam pesannya, penggunaan alat tenun tradisional dapat menjaga kualitas kain serta makna nilai budaya di dalamnya.






FOTO
Wakil Ketua Dekranasda Sumatera Utara Sri Ayu Musa Rajekshah menghadiri sekaligus membuka Program Desa Sejahtera Astra - Pelatihan Tenun Songket Melayu yang diselenggarakan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) IR & IR - Kriya Melayu, Jalan Kutilang No. 2, Desa Bandarkhalifah, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/3/2020).

Sebelum membuka pelatihan, Sri Ayu Mihari menyebutkan bahwa saat ini pelaku industri tenun khususnya di Sumut masih mengalami sejumlah masalah, antara lain dari segi kualitas dan kuantitas produk. Begitu juga untuk pemenuhan kapasitas produksi, pengetahuan manajemen dan pemasaran produk.



“Karena itu dibutuhkan penyelesaian masalah untuk meningkatkan minat pembeli baik di pasar domestik maupun mancanegara,” ujar Ayu pada kegiatan yang dipusatkan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) IR & IR - Kriya Melayu, Jalan Kutilang Nomor 2 Desa Bandarkhalifah Kecamatan Percutseituan.



Meningkatnya industri tenun Songket Melayu di Sumut, lanjut Ayu, merupakan upaya penting guna melestarikan warisan budaya sekaligus kebanggaan yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Sebab, tenun memiliki makna dan nilai sejarah sebagai warisan budaya.



“Karenanya peningkatan teknik pembuatan Kain Songket menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) membuat kualitas kain tenun Indonesia tetap terjaga baik, juga kental di dalamnya makna dan nilai budaya yang ada di masyarakatnya,” jelasnya.



Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Deliserdang Yunita Ashari Tambunan mengapresiasi program yang difasilitasi Astra Medan ini. Menurutnya kegiatan ini akan bermanfaat bagi peningkatan kemampuan keterampilan masyarakat, juga terhadap upaya meningkatkan perekonomian dari industri kreatif.



“Karena itu, kita lebih menekankan menggunakan produk dari masyarakat di Deliserdang. Termasuk seperti kegiatan di Kantor Bupati, kita selalu pesan ke UKM untuk kuenya. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus meningkatkan kemampuan keterampilan masyarakat,” pungkasnya.



Pembukaan program pelatihan yang berlangsung hingga 18 Maret 2020 ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Ketua Dekranasda Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah didampingi Ketua Dekranasda Deliserdang serta disaksikan puluhan peserta pelatihan yang berasal dari tiga desa, yaitu Desa Bandarkhalifah, Bandarklippa dan Seirotan. ( limber sinaga )



MEDAN,( kbn lipanri )

Sudah dua tahun Perhimpunan Boru Lubis (PBL) berdiri. Menandai peringatan tersebut, diadakan syukuran yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi selaku pembina, Rabu (18/12), di pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman No 41 Medan.




 FOTO

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menghadiri Peringatan Milad ke-2 Perhimpunan Boru Lubis yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No. 41 Medan, Rabu (18/12/2019)


Gubernur memberikan ucapan selamat sekaligus arahan dan bimbingan untuk seluruh pengurus dan anggota PBL. Salah satunya, PBL diajak untuk mendukung pembangunan daerah lewat kapasitas masing-masing sebagai individu dan sebagai organisasi secara keseluruhan.



"Kalau perempuan ini sudah bertindak dan bergerak, saya yakin banyak hal positif dan bermanfaat yang dihasilkan. Contoh kecil di keluarga saja, kalau Ibu sedang tidak ada atau sakit, banyak yang keteter. Itu lah saking berperannya perempuan. Begitu juga di tengah masyarakat," katanya.



Perempuan dengan sifat keibuannya, mudah untuk berempati dan berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung. Sehingga, apa-apa yang menjadi permasalahan di tengah masyarakat, mudah diatasi.



"Nah, boru-boru lubis ini kalau sudah sukses di perantauan atau dimana pun. Jangan lupa kampung, bangun daerah kita. Bantu kami pemerintah ini untuk menjadikan Sumut kita ini bermartabat. Jangan yang buruk-buruk saja kita dengar dari Sumut ini," tuturnya.



Dewan Kehormatan PBL Maslin Barubara juga turut memberi petuah. Maslin berharap PBL akan banyak melahirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dan Sumut. “Kita terapkan itu Marsipature Hutanabe, jangan cuma diucapan,” imbuhnya.



Sebelumnya, Wakil Ketua PBL Revita Lubis menyampaikan bahwa PBL terbentuk sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai dan kebudayaan Mandailing. Kemudian, juga sebagai wadah untuk bersilaturahmi dan bergerak mewujudkan hal-hal positif dan bermanfaat.



"Usia kami memang masih muda, tetapi mudah-mudahan kami bisa mewujudkan apa yang menjadi harapan Bapak Gubernur. Kami pun pasti sangat berharap bisa berkontribusi banyak untuk pemerintah dan siap membantu agenda pembangunan," ucapnya.



Salah satu bentuknya, kata Revita, dengan tetap menjaga dan mengajarkan nilai-nilai budaya Mandailing kepada keluarga meskipun telah merantau atau jauh dari kampung.



Acara diawali dengan prosesi mangupa-upa Gubernur Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmyadi dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah oleh pengurus dan dewan kehormatan PBL. Kemudian, dilanjutkan dengan acara hiburan dan ramah tamah. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt Ketua TP PKK Medan Nurul Khairani Lubis, Ketua PBL Selvi Yusra Lubis, dewan penasehat, dewan kehormatan, pengurus dan anggota PBL. ** Perhimpunan Boru Lubis Diajak Dukung Pembangunan Daerah



MEDAN - Sudah dua tahun Perhimpunan Boru Lubis (PBL) berdiri. Menandai peringatan tersebut, diadakan syukuran yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi selaku pembina, Rabu (18/12), di pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman No 41 Medan.



Gubernur memberikan ucapan selamat sekaligus arahan dan bimbingan untuk seluruh pengurus dan anggota PBL. Salah satunya, PBL diajak untuk mendukung pembangunan daerah lewat kapasitas masing-masing sebagai individu dan sebagai organisasi secara keseluruhan.



"Kalau perempuan ini sudah bertindak dan bergerak, saya yakin banyak hal positif dan bermanfaat yang dihasilkan. Contoh kecil di keluarga saja, kalau Ibu sedang tidak ada atau sakit, banyak yang keteter. Itu lah saking berperannya perempuan. Begitu juga di tengah masyarakat," katanya.



Perempuan dengan sifat keibuannya, mudah untuk berempati dan berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung. Sehingga, apa-apa yang menjadi permasalahan di tengah masyarakat, mudah diatasi.



"Nah, boru-boru lubis ini kalau sudah sukses di perantauan atau dimana pun. Jangan lupa kampung, bangun daerah kita. Bantu kami pemerintah ini untuk menjadikan Sumut kita ini bermartabat. Jangan yang buruk-buruk saja kita dengar dari Sumut ini," tuturnya.



Dewan Kehormatan PBL Maslin Barubara juga turut memberi petuah. Maslin berharap PBL akan banyak melahirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dan Sumut. “Kita terapkan itu Marsipature Hutanabe, jangan cuma diucapan,” imbuhnya.



Sebelumnya, Wakil Ketua PBL Revita Lubis menyampaikan bahwa PBL terbentuk sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai dan kebudayaan Mandailing. Kemudian, juga sebagai wadah untuk bersilaturahmi dan bergerak mewujudkan hal-hal positif dan bermanfaat.



"Usia kami memang masih muda, tetapi mudah-mudahan kami bisa mewujudkan apa yang menjadi harapan Bapak Gubernur. Kami pun pasti sangat berharap bisa berkontribusi banyak untuk pemerintah dan siap membantu agenda pembangunan," ucapnya.



Salah satu bentuknya, kata Revita, dengan tetap menjaga dan mengajarkan nilai-nilai budaya Mandailing kepada keluarga meskipun telah merantau atau jauh dari kampung.



Acara diawali dengan prosesi mangupa-upa Gubernur Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmyadi dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah oleh pengurus dan dewan kehormatan PBL. Kemudian, dilanjutkan dengan acara hiburan dan ramah tamah. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt Ketua TP PKK Medan Nurul Khairani Lubis, Ketua PBL Selvi Yusra Lubis, dewan penasehat, dewan kehormatan, pengurus dan anggota PBL.( limber sinaga )



Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung KPK


Hari Antikorupsi Sedunia di Gedung KPK, Wagub Sumut Sebut Korupsi Musuh Bersama


JAKARTA ,( kbn lipanri )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/12). Tahun ini tema Hakordia adalah ‘Bersama Melawan Korupsi, Mewujudkan Indonesia Maju’.





FOTO
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (9/12).
“Hari ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali memperkuat upaya dan perjuangan kita melawan musuh bersama, yaitu korupsi. Mudah-mudahan hari yang kita peringati setiap tahun ini, tidak menjadi kegiatan seremonial belaka. Melainkan, pengingat yang justru meningkatkan komitmen kita memberantas korupsi,” ujar Wagub Musa Rajekshah, saat ditemui usai acara.



Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sendiri, kata Wagub, telah melakukan berbagai upaya untuk melawan korupsi. Beberapa di antaranya melakukan pembekalan dan sosialisasi seputar peraturan perundang-undangan tindak pidana korupsi kepada para pejabat di lingkungan Pemprov Sumut, Diskusi membahas Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), penandatanganan Pakta Integritas, meningkatkan pemberdayaan teknologi di bidang pelayanan untuk mendukung transparansi, dan lain sebagainya.



“Melalui usaha-usaha yang kita lakukan ini, korupsi diharapkan bisa ditekan di Sumut. Sebagai musuh bersama, kami mengharapkan masyarakat juga aktif memerangi korupsi melalui keahlian dan bidang masing-masing. Di sektor pendidikan, bisa dengan gencar melakukan edukasi anti korupsi,” jelas Wagub.



Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hakordia. Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada KPK karena telah berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp60 triliun lebih sebagai hasil dari aksi pencegahan. Selain itu, terjadi peningkatan pada skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berdasarkan data dari Transparancy International Indonesia.



“IPK Indonesia semakin baik, mengalami kenaikan 1 poin dibanding tahun 2017, yakni 37 menjadi 38. Kami berharap KPK ke depannya meningkatkan kerja sama dengan lembaga anti korupsi internasional dan mengintensifkan kerja sama agency to agency,” tuturnya.



Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa pemerintah secara konsisten akan terus melakukan langkah-langkah perbaikan regulasi dan tata kelola kelembagaan yang diimbangi dengan bekerjanya pengawasan yang efektif baik internal maupun eksternal yang melibatkan partisipasi publik melalui keterbukaan informasi.



“Sesuai arahan Bapak Presiden aksi pencegahan korupsi diprioritaskan di sektor perizinan dan sektor pelayanan publik yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Contohnya pelayanan administrasi pertanahan, kesehatan, dan pendidikan,” imbau Ma’ruf Amin.



Diketahui, Rangkaian peringatan Harkordia 2019 sudah dimulai sejak tanggal 6 Desember 2019. Sejumlah acara untuk memperingati Harkodia 2019 sudah dilaksanakan yakni festival SAKSI, malam penghargaan ACFFest 2019 hingga workshop antikorupsi.

Turut hadir dalam peringatan tersebut Pimpinan dari lembaga negara, Menko dan Menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga non kementerian, mewakili gubernur, bupati/walikota se Indonesia. Terlihat juga pimpinan KPK Laode M Syarif dan Saut Situmorang, serta para pimpinan KPK terpilih yaitu Firli Bahuri, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata.( limber sinaga )



Sport Centre Sumut Didesain




Sport Centre Sumut Didesain Menyerupai Pohon Kelapa Sawit


MEDAN,( kbn lipanri )

Sport Centre Sumatera Utara (Sumut) yang akan dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Batangkuis, Deliserdang, akan mengadopsi bentuk pohon kelapa sawit. Desain ini dipilih karena kelapa sawit memiliki karakter yang natural dan pola khas, cocok diterapkan di kawasan Sport Centre Sumut.




FOTO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur  Musa Rajekshah dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mendengarkan paparan master plan Sport Centre Sumut dari arsitek PT Penta Rekayasa Priastini Amrita, di  Ruang Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (3/12/2019).

Hal ini diungkapkan arsitek PT Penta Rekayasa Priastini Amrita saat memaparkan master plan Sport Centre Sumut, di depan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah dan Bupati Serdangbedagai Soekirman, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, OPD Pemprov Sumut, dan Camat Batangkuis Marzuki, Selasa (3/12), di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.


Priastini Amrita yang datang bersama timnya termasuk teamleader Tuti Zardania mengatakan desain pohon kelapa sawit diterapkan pada kawasan Sport Centre Sumut dengan pertimbangan pembagian blok ruang. “Ini menjadi pertimbangan untuk pembagian blok ruang berdasarkan konsep fungsi, jalur sirkulasi dan capaian menunju bangunan di sana. Bentuk ini juga akan menjadi ciri khas yang unik dan ikonik,” kata Amrita.

 

Desain besar ini sudah mendapat persetujuan dari Pemprov Sumut, namun dengan beberapa masukan dari berbagai pihak termasuk Wagub Musa Rajekshah, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian dan OPD lainnya. Menurut Gubernur Edy Rahmayadi desain tersebut sudah diperhitungkan matang-matang dan cocok di terapkan di Sport Centre Sumut.



“Kita sudah bahas itu secara detail dan sudah disetujui (desain mengadopsi kelapa sawit). Bukan hanya karena kita terkenal dengan kelapa sawitnya, tetapi juga karena pola pembagian zona akan lebih jelas, dinamis dan tepat. Hanya saja masih ada beberapa hal lagi yang perlu kita pertimbangkan seperti aksebilitas, air, dan sarana penunjang lainnya,” terang Edy Rahmayadi.



Bukan hanya mengadopsi kelapa sawit, desain Sport Centre Sumut juga akan menerapkan unsur-unsur budaya di Sumut pada venue-venue olahraga. Bangunan-bangunan yang ada di Sport Centre ini nantinya memiliki ornamen-ornamen kedaerahan yang ada di Sumut, seperti dari Suku Melayu ada Pucuk Rebung, suku Karo - Pengretret, Simalungn - Gorga dan suku lainnya.



Tujuannya, kata Edy, agar menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki dari masyarakat Sumut. “Ada ornamen-ornamen kedaerahan di sana, itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut dan juga menumbuhkan rasa memiliki,” tambahnya.



Hal yang tidak kalah pentingnya dari bangunan fisik Sport Centre yang akan dibangun di sekitaran Desa Sena, Batangkuis dengan luas lahan 300 hektare ini adalah membuat daerah ini hidup, tidak bergantung hanya pada event saja, serta mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Deliserdang.



Wagub Musa Rajekshah mengatakan selain sisi ekonomi yang ditawarkan PT Penta Rekayasa sebagai konsultan seperti pembangunan Water Park, hotel dan wisma, dibutuhkan sarana lain yang benar-benar bisa digunakan masyarakat umum.



“Ini mega proyek dan akan menjadi ikon Sumut, lahannya luas, sayang kalau kita hanya membangun Sport Centre dan pemanfaatannya hanya tergantung pada event-event. Memang kita membangunnya dalam rangka PON 2024, tetapi tentu harus bisa kita manfaatkan seterusnya. Kita perlu membuat kawasan ini terus hidup dan berguna besar untuk masyarakat Deliserdang khususnya dan Sumut pada umumnya,” kata Wagub.



Pertemuan ini merupakan ekspo Sport Centre Sumut pertama, akan ada dua ekspo lagi sebelum desain ini benar-benar di setujui dan mulai ke tahap pengerjaan. “Ini masih ekspo pertama walau kami memang sudah bertemu beberapa kali dengan PT Penta Rekayasa. Jadi masih banyak masukan, masih ada dua pertemuan lagi sebelum ini disetujui secara keseluruhan. Insya Allah awal tahun depan kita sudah mulai mengerjakannya karena targetnya 2023 harus sudah selesai,” ujar Musa Rajekshah.( limber sinaga )



Birokrasi Harus Diubah



Peringatan HUT ke-48 Korpri, Sabrina Sebut Cara Kerja Birokrasi Harus Diubah



MEDAN,( kbn lipanri )

Teknologi terus berubah dan berkembang sesuai masanya. Revolusi industri 4.0 telah mendisrupsi segala lini kehidupan. Sementara itu, persaingan antar negara juga semakin sengit berebut teknologi dan pasar demi kamajuan negaranya masing-masing.



FOTO
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara R Sabrina menghadiri sekaligus menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (29/11/2019).

Untuk itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina menegaskan, cara kerja birokrasi harus diubah dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikannya usai menjadi Inspektur Upacara HUT ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), di Lapangan Merdeka, Jalan Pulau Pinang, Medan, Jumat (29/11).



Selain itu pelayanan kepada masyarakat harus dipersingkat sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Guna meningkatkan kepercayaan dan kepuasan bagi masyarakat.



"Pastikan seluruh masyarakat dapat terlayani dengan baik dan merata sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita semua harus berubah, harus berbenah agar kita mampu menjadi negara yang mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Selamat HUT Korpri, teruslah memberikan yang terbaik bagi negeri," ujar Sabrina.



Dalam momentum HUT Korpri 2019, Sabrina juga mengharapkan ASN Pemprov Sumut terus berinovasi, guna mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat. Kreativitas dan inovasi adalah kunci dan modal untuk menghadapai tantangan pekerjaan guna menjadikan dan menyongsong Indonesia maju di masa mendatang.



Sementara itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam amanatnya yang dibacakan Sekdaprov Sumut Sabrina, mengajak anggota Korpri melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama dan tidak ada lagi kerja linear, juga tidak ada lagi kerja rutinitas. “Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.



Presiden mengharapkan, jangan takut dengan perubahan dan persaingan. Persaingan harus dihadapi dengan cara dan terobosan yang baru. Salah satunya dengan kreativitas dan inovasi. “Cara-cara lama yang monoton, yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” sebutnya.



Selain itu, kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas juga harus dikurangi. Serta lebih meningkatkan produktivitas dan berorientasi pada hasil. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan yang benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.



Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Akhyar Nasution berharap seluruh ASN mampu meningkatkan kinerja lebih baik lagi. Sebab, hal ini selaras dengan fokus pemerintah untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia secara adil dan merata.



Ahyar juga mengajak jajaran Pemerintah Kota Medan untuk menjadikan momentum peringatan HUT Korpri sebagai energi baik. Terutama mewujudkan visi misi Kota Medan. “Dengan demikian dapat terwujud visi misi Kota Medan menjadi kota multikultural yang humanis, berdaya saing, sejahtera dan religius sehingga dapat bermuara pada terciptanya kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata," kata Ahyar.



Usai upacara, Sekdaprov Sabrina yang didampingi Plt Walikota Akhyar Nasution menyerahkan tabungan dan asuransi pensiun (TASPEN) kepada ASN Pemprov Sumut dan Pemko Medan yang memasuki purna bakti. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, dan unsur Forkopimda. ( limber sinaga )