perubahab break

Breaking News:
Loading...

coba3

contoh12

coba3

KIRIM1

Master

Beli sekarang dengan PayPal

TVLIPANRI

Daftar isi

Raja dan Kerajaan di Simalungun


Raja dan Kerajaan di Simalungun


SIMALUNGUN ( KBNLIPANRI ONLINE )

Secara historis, terdapat tiga fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun. Berturut-turut fase itu adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua) yakni kerajaan Nagur (marga Damanik) dan Batanghio (Marga Saragih). Berikutnya adalah kerajaan berempat (harajaon na opat) yakni Kerajaan Siantar (marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak) dan Tanoh Jawa (marga Sinaga). Terakhir adalah fase kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu) yakni: kerajaan Siantar (Marga Damanik), Panai (marga Purba Dasuha), Silau (marga Purba Tambak), Tanoh Jawa (marga Sinaga), Raya (marga Saragih Garingging), Purba (marga Purba Pakpak) dan Silimakuta (marga Purba Girsang). Demikian pula halnya dalam mengurai asal muasal masyarakat Simalungun, yang banyak berpijak dan tergantung pada aspek diaspora masyarakat Batak (Toba) sehingga, raja dan kerajaan di Simalungun itu dinyatakan berasal dari Batak (Toba).



Padahal, secara struktur dan organisasi sosial, terdapat perbedaan yang sangat jelas antara kedua suku Batak tersebut, sehingga tidak dengan begitu saja menarik kesimpulan bahwa suku Simalungun merupakan diaspora Batak Toba yang sukses di perantauan sebagaimana yang banyak dilakukan oleh para penulis seperti JV. Vergouwen, Washinton Hutagalung, JR. Hutauruk, Batara Sangti maupun MO. Parlindungan yang kontroversial itu. Yang sangat mengesankan, jika bukan ironis adalah bahwa penulis Simalungun banyak pula yang mengutip pendapat tersebut sebagai sebuah fakta kebenaran tanpa melakukan penggalian lebih lanjut seperti yang dilakukan oleh TBA Purba Tambak dalam bukunya Sejarah Simalungun maupun oleh MD. Purba dalam berbagai bukunya yang diterbitkan untuk kalangan sendiri. Akibatnya, sejarah kebudayaan Simalungun menjadi rapuh dan tidak dapat berdiri sendiri.

Simalungan Dalam Literatur
Dalam masyarakat Simalungun tidak terdapat begitu banyak literatur (pustaha) yang mengisahkan tentang riwayat kerajaan tersebut sehingga mengalami kesulitan dalam rekonstruksinya kemudian. Hanya saja, berdasarkan sejarah lisan yang hidup di tengah-tengah masyarakatnya bahwa setidaknya tiga fase yang disebutkan di atas pernah hidup, berkuasa dan memerintah. Sejarah lisan tersebut, agaknya menjadi pedoman bagi bangsa Eropa seperti Tideman (1922) untuk mengurai Simalungun dalam laporannya sebagai penguasa pada saat itu dan juga bagi penulis Simalungun berikutnya.

Oleh karenanya, masing-masing penulis sejarah di Simalungun membuat rekonstruksi sendiri atas kemauan sendiri dan kepentingan sendiri tanpa terikat waktu, tempat dan ruang. Akibatnya, sejarah tersebut sulit diterima secara umum dan apalagi dipergunakan sebagai rujukan dalam penulisan-penulisan demi kepentingan akademik ilmiah berikutnya.
Jika kemudian terdapat literatur yang mengetengahkan tentang kebudayaan Simalungun, yakni sejarah dan perkembangannya, maka hampir dapat dipastikan bahwa tulisan itu banyak mengadopsi pendapat-pendapat yang banyak ditulis oleh non Simalungun, dan tulisan itu pula banyak bersinggungan dengan pengaruh Agama Kristen yang dilakukan oleh rohaniawan Kristen Simalungun.

Literatur dari masa lampau Simalungun yang masih ada hingga saat ini seperti Pustaha Parpadanan Na Bolak (Hikayat Nagur), Partikkian Bandar Hanopan (Hikayat Silau), Partikian Panai Bolah (hikayat Panai) serta beberapa literatur yang disusun kembali serta ditransliterasi latin oleh JE. Saragih dalam pustaha lak-lak. Menurut Marim Purba, jumlah keseluruhan literatur yang membahas Simalungun, baik dari segi sejarah masa lampau dan masa kini, baik yang ada di luar negeri (Belanda) maupun di Museum Simalungun tak lebih dari 150 judul. Kesulitan lain dari beberapa pustaha tersebut adalah tidak memiliki angka tarikh (tahun) sehingga mengalami kegagalan dalam rekonstruksi kronologis kesejarahannya. Kenyataan ini sangat menyulitkan dalam rekonstruksi sejarah kebudayaan Simalungun berikutnya seperti yang banyak diakui oleh para penulis Simalungun masa kini. Oleh karena itu, diperlukan penggalian mendalam serta penelusuran secara herastik sehingga pelurusan sejarah tersebut dapat dilakukan kembali.

Leluhur Simalungun
Dalam sejarah masyarakat Batak (Toba) seperti yang telah banyak diketahui bahwa masyarakat Batak (Toba) adalah keturunan Siraja Batak yang beranak cucu kemudian menyebar ke berbagai penjuru di Sumatera Utara seperti Mandailing Angkola, Pak-pak Dairi, Karo, Simalungun dan Toba serta Nias. Belakangan, Nias menyatakan bahwa mereka bukan keturunan dari Siraja Batak berdasarkan perbedaan fisik dan budaya lainnya. Dengan begitu, ke lima sub etnik itu adalah merupakan diaspora dari Batak (Toba) yang menyebar ke berbagai wilayah di kawasan itu. Keadaan lain adalah adanya klaim, penarikan garis keturunan (genealogis) berdasarkan marga (clan) yang mengacu pada klan Batak (Toba) dimana semua klan yang ada pada sub etnik Batak tersebut seolah-olah memiliki kemiripan dan kesamaan.

Dalam penguraian sejarah moety masyarakat Batak seperti yang dilakukan oleh BA Simanjuntak dipaparkan bahwa leluhur nusantara (juga Batak) berasal dari dataran tinggi Yunan dekat hulu Sungai Mekong di Cotte dan Napur Hindia Belakang. Kemudian dengan alasan tertentu melakukan migrasi ke berbagai wilayah dan sebagian di antaranya tiba di wilayah nusantara yang menghuni wilayah pantai. Gelombang yang pertama memasuki wilayah nusantara (sebahagian tiba di Sumatera Utara) ini disebut dengan Protomelayu (Melayu dalam). Selanjutnya, dalam rentang waktu tertentu, gelombang migrasi serupa juga terjadi yang disebut dengan Deutromelayu (Melayu luar). Gelombang yang kedua serta memiliki peradaban yang lebih tinggi ini, kemudian mendesak protomelayu ke pedalaman.

Secara signifikan, dapat ditarik korelasi dimana gelombang yang pertama masuk itu pastilah berdiam di Selat Malaka, kemudian mereka terdepak ke daerah pedalaman oleh gelombang migrasi berikutnya hingga ke kawasan Simalungun. Dengan begitu, gelombang yang masuk ke Simalungun pun dapat dinyatakan mengalami dua gelombang, yakni gelombang proto Simalungun dan deutro Simalungun sampai pada akhirnya terbentuk neo Simalungun pasca revolusi berdarah 1946. Dengan begitu, kondisi ini lebih memungkinkan dan hampir mendekati kebenaran sejalan dengan sejarah penyebaran ras-ras umat manusia.

Sejalan dengan itu, sesuai dengan pendapat Uli Kozok (1992) (Profesor Filologi berkebangsaan Belanda) yang mengurangi bahwa di antara bahasa-bahasa Batak, bahasa Simalungun adalah bahasa yang lebih dulu terbentuk, maka asumsi ini menjadi masukan yang sangat berharga untuk merekonstruksi kembali sejarah Simalungun. Bahasa Simalungun lebih dekat dengan Bahasa Mandailing, dan lebih jauh jika dibanding dengan Bahasa Batak Toba, Karo ataupun Pak-pak. Itu berarti bahwa, kemungkinan suku bangsa Simalungun adalah suku yang pertama ada dibanding suku Batak lainnya. Kendati demikian, penggalian serta penelusuran yang lebih mendalam tentang hal ini senantiasa dilakukan sebagai upaya pelurusan sejarah, khususnya pada masyarakat kebudayaan Simalungun.

Monarki Simalungun
Dalam literatur Simalungun (pustaha laklak) seperti Pustaha Parpadanan Na Bolak (pustaka tertua di Simalungun) yang mengisahkan hikayat kerajaan Nagur (kerajaan Tertua di Simalungun dinasti Damanik) dikisahkan bahwa sewaktu raja Nagur yakni Sormaliat ingin memiliki istri sekaligus sebagai puang bolon (permaisuri) dari putri pamannya (marboru tulang) yang ada di Negeri Padang Rapuhan. Untuk rencana ini, raja memerintahkan utusannya berangkat menuju negeri yang dituju untuk memberitahukan rencana tersebut.

Untuk sampai di negeri tujuan, dibutuhkan perjalanan selama tiga (bulan) dengan berjalan kaki. Berarti, dibutuhkan waktu selama enam bulan untuk kembali ke tempat semula yakni di negeri Hararasan (Kerasaan sekarang) tempat Kerajaan Nagur berdiri.

Dengan estimasi dan kalkulasi tertentu, maka kemungkinan negeri yang dituju adalah Mataram Lama (Medang Faihbhumi). Kejadian itu diperkirakan berlangsung sekitar tahun 550 M bersamaan dengan kejayaan kerajaan Mataram Lama pada waktu itu. Hal ini tentu saja sangat beralasan dimana terdapat kesamaan struktur kerajaan yang sama seperti di Jawa. Di Sumatera hal sedemikian tidak diketemukan dan apalagi di Sumatera Utara. Jika seandainya Padang Rapuhan yang dimaksud dalam hikayat itu adalah negeri Padang (Tebing Tinggi), maka perjalanan yang dibutuhkan tentulah tidak selama itu. Lagi pula, kota Tebing Tinggi tersebut yang dibuka oleh keturunan klan Saragih berkisar tahun 1200-an.

Jadi, berdasarkan penuturan yang terdapat pada hikayat Parpadanan na Bolak tersebut dapat diketemukan bahwa asal usul monarhi (kerajaan) di Simalungun tersebut telah bersentuhan dengan kerajaan yang ada di Pulau Jawa pada saat itu. Keadaan ini juga dipertegas dengan berbagai asumsi penulis Eropa, bahwa pengaruh Jawa telah ada dan berkembang di kawasan ini terbukti dengan penamaan salah satu area (Tanah Djawa) di Simalungun. Lagi pula, terdapat berbagai kesamaan dalam hal perangkat kebudayaan seperti pemakaian destar (gotong dan Bulang) dalam khasanah adat. Di samping itu, juga telah bersentuhan dengan pengaruh Sinkretis (Hindu-Jawa) seperti permainan Catur, meluku sawah dan lain-lain. Hal yang paling mengesankan adalah bahwa hewan korban dalam perangkat adat istiadatnya adalah ternak ayam.

Ini berarti bahwa, keadaan dimana kerajaan di Simalungun telah mengambil corak modern seperti layaknya sebuah negara yang memiliki perangkat-perangkat tertentu. Keadaan seperti ini tidak dimiliki suku lain seperti Tapanuli (Utara), Karo, Pak-pak, Mandailing Angkola sungguhpun mereka itu mengenal konsep raja. Dengan demikian, konsep raja dan kerajaan yang telah lama berdiri di Simalungun merupakan peninggalan dalam kebudayaannya sebagai dampak persentuhannya dengan budaya lain (Hindu-Jawa). Kendatipun pada akhirnya, kerajaan itu hancur dan lebur akibat peristiwa berdarah di Sumatera Timur yang lebih dikenal dengan peristiwa revolusi sosial, dimana pada saat itu, golongan bangsawan dikejar dan dibunuh serta pembakaran istana sebagai dampak economic lag yang terjadi antar kelas.

Keadaan seperti ini bukan semata-mata bertujuan untuk memutus mata rantai integritas serta harmoni kesukuan tetapi yang lebih dipentingkan adalah bagaimana sejarah itu dapat ditegakkan. Karena dari sanalah kita dapat mencapai fakta dan kebenaran sejarah sehingga tidak terjadi pengebirian sejarah di kemudian hari. ( team )


Pers dan Pemprov Sumut Harus Memiliki Visi yang Sama


Pers dan Pemprov Sumut Harus Memiliki Visi yang Sama



MEDAN  ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa pers dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut harus menyamakan visi. Sehingga dapat bersama-sama  membangun daerah ini mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat.



Hal itu disampaikan Gubernur Edy ketika menerima pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut di ruang kerjanya Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (23/11).



“Jika visinya tidak sama, maka Sumatera Utara akan ribut terus. Meski misi berbeda, visi haruslah sama. Media massa, memiliki orientasi bisnis. Hal tersebut merupakan hal yang lumrah. Beda dengan umarah, dia kan tak berbisnis di situ,” ujarnya.



Selain itu, kata Gubernur, semua pihak termasuk pers harus memiliki andil dalam membangun negeri ini menjadi lebih baik, khususnya Sumut. “Republik ini milik kita bersama, semua harus turut andil di dalamnya, walaupun hanya sebesar biji zarah, harus ada andil untuk republik ini,” kata Edy.



Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus mengatakan pers sebagai mitra dalam menginformasikan program pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, kerjasama dan sinergi antara pers dan Pemprov Sumut menjadi keharusan.



“Audiensi ini, selain untuk mempererat silaturahmi antara SPS dan Pemprov Sumut, juga diharapkan untuk meningkatkan kerjasama dan sinergi keduanya,” ujarnya.



Sementara itu, Ketua Serikat Perusahaan Pers Sumut Farianda Putra Sinik mengatakan tujuannya bersilaturahmi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi adalah untuk meminta arahan. “Kami berharap dengan arahan gubernur bisa memberikan langkah-langkah agar media di Sumatera Utara ini menjadi media yang bermartabat,” ujarnya.



Turut hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris SPS Rianto Aghly, Bendahara SPS Baharuddin dan sejumlah pengurus SPS Sumut. ( team )



Edy Rahmayadi Motivasi Para Alumni UMA Ciptakan Lapangan Kerja


Edy Rahmayadi Motivasi Para Alumni UMA Ciptakan Lapangan Kerja 

MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberi motivasi sekaligus berharap agar para alumni Universitas Medan Area (UMA) tidak hanya mampu bersaing di pasar kerja nasional dan internasional, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi pada acara Wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Medan Area Periode II Tahun 2018, Sabtu (24/11) di  Gelanggang Mahasiswa Kampus I UMA Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate.



Gubernur mengatakan, bahwa era globalisasi dan teknologi digital saat ini memberikan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu para wisudawan harus mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk  menciptakan lapangan kerja.



Untuk itu, kata Edy Rahmayadi, berbagai persiapan perlu dilakukan untuk menghadapi tantangan dan peluang tersebut. Diantaranya dengan melakukan perbaikan dan penataan sistem pendidikan, agar mampu mendorong perubahan-peribahan yang signifikan dalam menghadapi tantangan tersebut.



"Salah satu yang perlu kita persiapkan adalah sumber daya manusia kini dan mendatang, selain memiliki ijazah akademik, juga memiliki sertifikasi kompetensi dan sertifikasi profesi. Untuk itu kita harus adaptif , kreatif dan inovatif," papar Edy, seraya mengingatkan para wisudawan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala prestasi dan pencapaian yang telah diraih.



Sementara itu, Rektor UMA Prof Dr Dadan Ramdan MEng MSc menyampaikan, dalam periode ini UMA mewisuda sarjana dan magister dari 20 program studi berjumlah 524 wisudawan, yang terdiri dari 420 orang lulusan sarjana dan 104 orang program magister.



Para wisudawan berasal dari 7 fakultas, yaitu Teknik, Pertanian, Ekonomi dan Bisnis, Hukum , Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Psikologi, Biologi dan Pascasarjana. "Sampai saat ini UMA telah memiliki alumni sebanyak 25.952 orang," jelasnya.



Kata Rektor, pada acara wisuda kali ini, UMA sengaja mengambil tema “Dalam Menghadapi Era Digital UMA Siap Menghasilkan Lulusan yang Inovatif, Kreatif, Kompetitif, Berkarakter dan Mandiri”  sebagai bentuk implementasi bahwa ilmu yang tinggi harus diikuti dengan etika yang luhur.



Rektor juga menjelaskan, universitasnya terus meningkatkan kualitas dan kemampuan yang dimilikinya agar mampu bersaing dan berprestasi di era digital saat ini. Hal ini perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, oleh karena itu UMA telah melakukan berbagai kerjasama dengan institusi  akademik maupun non akademik.



"Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama untuk meningkatkan kemampuan  alumni agar mampu bekerja dan bekarya sesuai dengan bidang ilmu yang dimilikinya," paparnya.



Hadir pada wisuda tersebut Ketua Yayasan Pendidikan H Agus Salim Drs M Erwin Siregar MBA,  Sekretaris Lembaga Layanan Dikti Dr Mahriyuni MHum, para civitas ( team )

Kota Medan Juara Umum Taekwondo Piala Gubernur Sumut


Kota Medan Juara Umum Taekwondo Piala Gubernur Sumut


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )

Kota Medan berhasil menjadi Juara Umum dalam Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Utara (Sumut) 2018 yang memperebutkan Piala Gubernur Sumut. Medan memperoleh 10 emas, 7 perak, dan 3 perunggu.



Piala Gubernur diserahkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara Baharuddin Siagian yang mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Gelanggang Olahraga (GOR) Komplek Cemara Asri, Medan, Selasa (20/11).



Untuk Juara Umum ke-2 diraih oleh Kabupaten Karo dengan perolehan 7 emas, 3 perak, dan 11 perunggu. Kemudian di peringkat ke-3 diraih oleh Kabupaten Dairi, dengan perolehan 4 emas, 3 perak, dan 11 perunggu. Kejuaraan yang digelar sejak 18 November ini diikuti oleh para atlet taekwondo yang berada di bawah kepengurusan Pengurus Cabang (Pengcab) TI.



Pada kesempatan tersebut, Baharuddin mengatakan Pemerintah Provinsi (Pempov) Sumut, mengharapkan finalis atau atlet berprestasi bisa terus berlatih. Hal tersebut dilakukan untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. “Nanti di pertengahan 2019, Pemprov bersama KONI Sumut akan melaksanakan Pekan Olahraga Daerah Sumartera Utara, ini akan menjadi akhir seleksi untuk PON 2020,” katanya.



Selain itu, Baharuddin juga mengatakan para juara agar selalu mempertahankan prestasinya. Untuk itu, diharapkan bagi para atlet untuk selalu menjaga fisik dan staminanya. “Sebagaimana teknik bermain, kalau tidak dibarengi kekuatan fisik itu sama saja tidak ada artinya,” ujarnya.



Pemerintah Provinsi, kata Baharuddin, mengapresiasi kejuaraan daerah yang dilaksanakan Pengurus Provinsi TI Sumut tersebut. Menurutnya, turnamen tersebut merupakan contoh yang baik bagi pengurus cabang lain.



“Ini adalah contoh baik tanpa menunggu dari pemerintah, artinya Kejurda seperti ini adalah salah satu momentum untuk menunjukan hasil latihan masing-masing padepokan kabupaten/kota di Sumatera Utara,” jelasnya.



Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara Jhon Ismadi Lubis mengatakan semua finalis senior Kejurda tersebut akan mengikuti pelatihan daerah dalam rangka persiapan pra kualifikasi PON 2020. “Ada lagi seleksi akhirnya di pekan olahraga provinsi, di sini diambil yang terbaik yang mengikuti prakualisifkasi PON secara nasional,” ujarnya.



Untuk finalis junior Kejurda, katanya, akan mulai dibina untuk persiapan PON 2024. “Karena kalau mau PON dimulai tidak bisa lagi, para junior ini akan ditampung di Pelatda dengan menggunakan sistem degradasi sampai tahun 2023,” tutur Jhon.



Dikatakan juga, kepada para atlet agar pada PON 2020 meraih emas. “Saya yakin dengan semangat kebersamaan kita raih prestasi terbaik di PON 2020 dan 2024, banggakan Sumatera Utara, banggakan nama ketua umum Pengprov TI Sumut,” ujarnya.



Tahun lalu, Kota Medan juga meraih juara umum pada kejuaraan daerah taekwondo Piala Gubernur. Dengan perolehan 6 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Juara umum mendapatkan hadiah uang pembinaan.( team )


Sabrina Motivasi Masyarakat Desa Sigapiton Gali Potensi Argowisata dan Pariwisata


Sabrina Motivasi Masyarakat Desa Sigapiton Gali Potensi Argowisata dan Pariwisata




TOBASA, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Sekretaris Daerah Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Dr Ir Hj R Sabrina MSi memotivasi warga Desa Sigapiton untuk menggali potensi argowisata dan pariwisata Danau Toba. Sehingga Desa Sigapiton menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Hal itu disampaikan Sekdaprov Sumut Sabrina pada Peresmian Kerjasama Pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba, Bank Indonesia (BI) dengan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba, Jumat (16/11) di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).



“Saya melihat Desa Sigapiton yang terletak di dinding Danau Toba memiliki potensi yang besar, yang dapat dikembangkan, terutama untuk sektor pariwisata, baik itu dari potensi argowisata maupun dari sisi pariwisatanya,” ujar Sabrina.



Dikatakan Sabrina, dilihat dari struktur tanahnya Desa Sigapiton juga sangat berpotensi menjadi pusat pengembangan budidaya bawang merah. Apalagi, diketahui desa tersebut dahulunya merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah  yang berkualitas baik dan rasa yang khas.



“ Dulunya desa ini merupakan penghasil komoditi bawang merah yang jauh lebih baik dari produksi daerah lain di Sumut. Misalnya dari kualitas dan mutunya sangat disukai oleh masyarakat Sumut, juga para wisatawan, baik dalam negeri maupun manca negara. Wisatawan juga bisa melihat langsung, bahwa tanaman bawang merah bisa tumbuh di antara bebatuan,” kata Sabrina lagi



Begitu juga dari sisi pariwisatanya, Desa Sigapiton dapat maju dan berkembang seperti desa lainnya yang berada di kawasan Kaldera Toba. Sebab desa tersebut memiliki panorama dan wisata pantai yang tidak kalah indahnya dengan lokasi lainnya di Danau Toba.



“Pantai Desa Sigapiton juga sangat indah, maka saya sangat mendukung pengembangan desa ini menjadi objek wisata dan itu harus didukung semua pihak, khususnya warga sekitar dan Pemkab Tobasa juga CSR, bila tidak maka ini semua hanya menjadi potensi saja,” jelasnya.



Seperti yang diketahui bahwa pemerintah pusat melalui kebijakannya menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia, maka Pemprov Sumut dan Pemkab sangat mendukung pengembangan wisata di desa tersebut.



Kendati demikian, kata Sabrina, pembangunan infrastruktur ke desa tersebut harus terus ditingkatkan agar konektivitas antara Desa Sigapiton maupun ke ibukota kabupaten bisa lebih lancar, hingga warga desa maupun masyarakat dari luar, khususnya wisatawan dalam maupun mancanegara bisa dengan mudah melihat objek dan menikmati keindahan  desa  tersebut.



Potensi ini mendapat dukungan dari Pemkab Tobasa. Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus sangat bangga dengan Desa Sigapiton yang menjadi perhatian dari berbagai pihak, khususnya perbankan yang mengucurkan bantuan untuk menumbuhkan gairah perekonomian masyarakat.



"Seperti yang dikatakan Bu Sekdaprov Sabrina, bahwa desa ini memilik potensi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, baik dari sektor pariwisata maupun argowisata (budidaya bawang merah),"paparnya.



Oleh karena itu, baik Pemprovsu, Pemkab Tobasa, Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba,  maupun Perbankan akan membangun Desa Sigapiton menyusul daerah lainnya, yang sudah menjadi destinasi pariwisata seperti pantai Bulbul.



Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Arie Prasetyo bahwa sesuai arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan Danau Toba sebagai salah satu objek wisata utama Sumut.



Begitu juga Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut menyampaikan, bahwa Desa Sigapiton harus dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata di Danau Toba. Diantaranya melalui pengembangan agrowisata bawang merah.



Usai acara peresmian yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara BI dengan Pemkab Tobasa dan Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba,  Sekdaprov Sumut Sabrina bersama rombongan juga melakukan penanaman bawang merah secara simbolis. Rencananya, penanaman bawang  akan menggunakan lahan seluas 2,5 hektar  dengan bibit bawang sebanyak 2,5 ton dari varitas terbaik.( team )


Bertemu Jajaran Pemerintahan se-Kepulauan Nias, Edy Bandingkan Nias dengan Manado


Bertemu Jajaran Pemerintahan se-Kepulauan Nias, Edy Bandingkan Nias dengan Manado


Nias Selatan, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bertemu dengan para Bupati dan organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kepulauan Nias di pendopo rumah dinas Bupati Nias Selatan, Teluk Dalam, Nias Selatan, Jumat malam (16/11).



Pada kesempatan itu, Gubernur Edy mengatakan Nias punya potensi lebih besar jika dibandingkan dengan Manado. Terutama potensi sumber daya alamnya. Tetapi pariwisata di Manado berkembang lebih pesat dan banyak dikunjungi wisatawan, baik nasional maupun manca negara. "Manado masih kalah potensinya ketimbang surga kecil yang diberikan di Nias ini," ujar Edy.



Selain itu, Edy menyebut Nias sebagai wisata selancar nomor 2 dunia setelah Hawai. Hawai hanya menang kemajuan infrastruktur. "Ini Nias belum apa-apa sudah nomor 2, apalagi diberi infrastruktur yang bagus?" katanya.



Untuk itu, Edy minta agar seluruh jajaran pemerintah se-Kepulauan Nias untuk bersama sama membangun Nias. "Namanya Nias, cantik namanya. Saya tidak tahu kenapa tak maju di sini," katanya.



Nias adalah pulau mandiri. Karena itu, menurut Edy, Nias harus mengandalkan sumber daya alamnya yang dimilikinya untuk maju. "Jika menanam buah tanamlah untuk dimakan orang Nias, sebab jika mengirim buah kemari membutuhkan biaya lebih," ujarnya.



Gubernur juga berpesan kepada jajaran pemerintahan se-Kepulauan Nias, agar bersatu dalam pembangunan. Jangan sampai orang Nias hanya jadi penonton di rumah sendiri. "Jangan hanya bule yang menikmati," kata Edy.



Terkait pembangunan, kata Gubernur, kepala desa adalah yang menjadi ujung tombaknya. Hal tersebut harus diperhitungkan agar Sumatera Utara yang bermartabat dapat terwujud. "Kita ingin membangun desa menata kota," ujarnya.



Edy mengajak jajaran pemerintahan se-Kepulauan Nias agar berpikir bersama-sama apa yang terbaik untuk masyarakat Nias. Pembangunan jangan hanya melulu jalan raya. "Rakyat tak cukup makan jalan, pikirkan jalan ini mau dipakai untuk apa, itu yang penting," ujarnya



Koordinator Forum Kepala Daerah (Forkada) sekepulauan Nias, yang juga Bupati Nias Barat Faduhusi Daely mengharapkan arahan yang diberikan Gubernur Edy Rahmayadi dapat memberikan semangat bagi OPD dan jajaran pemerintahan di Pulau Nias. “Hal itu demi kemajuan pembangunan di Kepulauan Nias,” katanya.



Turut hadir pada kesempatan tersebut OPD Provinsi Sumut, para Bupati dan OPD se-Kepulauan Nias.



Pada kunjungan kerjanya yang kedua ini, rencananya Gubernur Edy juga akan membuka Pesta Yaahowu 2018 di Teluk Dalam, Nias Selatan.( team )


Wagubsu Hadiri Rapat Koordinasi Pembina Samsat Nasional 2018 di Bali


Wagubsu Hadiri Rapat Koordinasi Pembina Samsat Nasional 2018 di Bali


DENPASAR, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah di masjid senantiasa menjadi aktivitas wajib bagi Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah. Dalam kunjugan kerjanya ke Bali, Wagub Musa Rajekshah shalat subuh berjamaah di Masjid Baitul Makmur Jalan Gunung Merbuk No 4 Denpasar, Kamis (15/11).

Usai melaksanakan shalat, Wagub Musa Rajekshah yang juga akrab disapa dengan Ijeck,  memperoleh kehormatan dari pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Baitul Makmur untuk mengisi Tausiyah sekaligus berbagi cerita tentang Sumut kepada para jamaah. Salah satunya tentang keragaman dan toleransi umat beragama di Sumut.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya diminta untuk mengisi tausiyah di masjid ini. Masjid yang pernah saya baca di media, merupakan masjid di Indonesia yang jamaah shalat subuhnya terbanyak. Ratusan, bahkan mencapai seribu saat akhir pekan. Luar biasa sekali,” ujarnya mengawali tausiyah.

Dalam tausiyahnya, Ijeck yang juga didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Zonny Waldi S Sos MM, mengajak dan memotivasi para jamaah untuk beribadah melalui pekejaan atau keahlian masing-masing. Terlebih-lebih, saat memiliki pekerjaan yang menyangkut kemaslahatan hidup orang banyak.

“Bukan sebaliknya, menggunakan kekuasaan atau jabatan yang kita punya untuk kepentingan sendiri. Mudah-mudahan kita dijauhkan Allah dari perbuatan seperti itu. Mari bekerja dengan hati ikhlas sesuai bidang masing-masing, menjadi manusia bermanfaat untuk umat dan negara,” katanya.

Terkait keberagaman dan toleransi umat beragama di Sumut, Ijeck menjelaskan bahwa Sumut terkenal dengan provinsi yang rukun dan harmonis. Terdiri dari 33 kabupaten/kota dengan ciri khas masing-masing, agama, dan suku yang berbeda-beda tidak serta merta menjadikan Sumut untuk mudah terpecah belah.

“Perbedaan dan keberagaman justru menjadi kekuatan dan kekayaan bagi Sumut. Semangat memelihara perbedaan ini tercermin dari sikap masyarakat Sumut yang cukup dewasa dalam menyikapi perbedaan. Termasuk perbedaan politik saat pilkada serentak beberapa bulan yang lalu,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili pengurus Masjid Baitul Makmur BKM H Umar menyampaikan pujian kepada Ijeck. Dengan usia yang relatif masih muda, Ijeck mampu mengemban amanah sebagai Wagub Sumut.

“Masyarakat Sumut patut bangga memiliki Wagub seperti Bapak Musa Rajekshah, masih muda dan cerdas. Mudah-mudahan menginspirasi generasi muda muslim lainnya, tidak hanya di Sumut tapi juga di Bali ini,” ucapnya.

Umar membenarkan bahwa Masjid Baitul Makmur senantiasa memiliki jumlah jamaah shalat subuh yang banyak, khususnya di akhir pekan. Setiap ahad, digelar pengajian yang mendatangkan ustad-ustad dari luar Pulau Bali. “Dan hari ini, kita kedatangan Wagub Sumut. Meskipun spontan tanpa persiapan, bisa sampaikan Tausiyah dengan mantap,” tuturnya. ( team )



Potensi dan Daya Tarik Wisata Kota Medan


Balitbang Kaji Potensi dan Daya Tarik Wisata Kota Medan

  

Medan ( KBNLIPANRI ONLINE )

Pengembangan bidang pariwisata merupakan suatu hal  yang perlu dilakukan oleh Pemko Medan mengingat potensi wisata Kota Medan sendiri sangat besar. Untuk  mengembangan pariwisata dibutuhkan berbagai pendukung untuk memperlancar jalannya kegiatan antara lain pelayanan, sumber daya manusia yang berkualitas dengan cukup dan memadai. Atas alasan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan  (Balitbang) Kota Medan melaksanakan kajian mengenai Potensi Objek dan Daya Tari Wisata Budaya dalam Pengembangan Wisata di Kota Medan.

Wali Kota Medan H.T Dzulmi Eldin S, M.Si., M.H diwakili Kepala Balitbang Drs Marasutan saat menyampaikan kata sambutan pada acara Seminar Potensi Objek dan Daya Tarik Wisata Budaya Dalam Pengembangan Wisata di Kota Medan di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja No. 328 Medan, Rabu (14/11).

Dikatakan Marasutan, Kota Medan sebagai pintu masuk bagi wisatawan mancanegara yang terletak dibagian Barat wilayah Indonesia merupakan salah satu potensi yang harus dikembangkan karena akan banyak pendatang berkunjung ke kota ini. Hal ini juga menjadikan Kota Medan sebagai kawasan pengembangan pariwisata nasional sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2011. Apalagi terdapat destinasi wisata nasional yakni Danau Toba.

"Dengan adanya Danau Toba sebagai destinasi pariwisata nasional akan membuat Kota Medan terkena imbasnya. Untuk itu kita harus memanfaatkan sumber daya yang ada di Kota Medan untuk lebih menarik wisatawan mancanegara. Kota Medan merupakan The Most Favorite City karena Kota Medan mempunyai budaya yang unik dan sangat bagus yang merupakan salah satu wisata minat khusus atau wisata alternatif, yang merupakan jenis wisata yang menekankan pada pengalaman dan pengetahuan bagi pengunjungnya," tegas Marasutan.

Diharapkan, sambung Marasutan, Kota Medan tidak hanya menjadi kota persinggahan saja tetapi juga mampu menjadikan Kota Medan mempunyai keunikan dari atraksi wisata budaya yang akhirnya akan mampu menjadi destinasi wisata nasional dan regoinal. Sekaitan itu, Balitbang Kota Medan melaksanakan kajian untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata yang hari ini akan dipaparkan melalui seminar hasil.

“Melalui seminar hasil ini kita akan mengetahui potensi dan daya tarik wisata Kota Medan secara lebih detail. Karenanya mari kita mendengarkan paparan dari tim peneliti, yang nantinya kita dapat memberikan masukan untuk lebih melengkapi hasil dari kajian ini,” pungkas Marasutan.

Selanjutnya, dalam pemaparan yang disampaikan Dr Rita Margarita Setya Ningsi selaku tim peneliti, memaparkan hasil penelitian yakni warisan budaya hendaknya dapat terpelihara, dilindungi dan dilestarikan sehingga generasi selanjutnya dapat menikmati warisan leluhur yang telah ada.

Diharapkan sambung Rita program pariwisata budaya dapat menjadi program unggulan di Indonesia yang mana Indonesia sendiri memiliki suku bangsa dan kearifan lokal yang beraneka ragam. Serta di tahun 2018, visit Indonesia dapat dijadikan program yang mendunia dengan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal.

Seminar hasil kajian ini dirangkai dengan pemberian hadiah kepada pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang telah digelar Balitbang, Kamis (25/10) lalu.(team )

Musa Rajekshah Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua IPHI Sumut


Musa Rajekshah Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua IPHI Sumut


Medan,( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut periode 2018-2023. Musa Rajekshah menggantikan Ahmad Husein yang telah menjabat sebagai Ketua PW IPHI Sumut selama dua periode.

Terpilihnya Wagub Musa Rajekhshah merupakan hasil dari Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VIII IPHI Sumut Tahun 2018, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam No 12 Medan, Selasa (13/11). Muswil turut dihadiri Ketua Umum PP IPHI H Ismet Hasan Putro, Sekjen PP IPHI Samidin Nasir, Ketua Dewan Penasehat IPHI Sumut KH Zulfikar Hajar, dan pengurus IPHI Kabupaten atau Kota se Sumut.

Wagub mengawali sambutan dengan ucapan terima kasih kepada peserta Muswil yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin IPHI Sumut.

“Saya mohon dukungannya. Semoga saya bisa melanjutkan perjuangan Ayahanda Ahmad Husein yang selama ini telah banyak menorehkan prestasi selama periode kepemimpinannya di IPHI Sumut,” ucapnya.

Kepada kepengurusan yang akan dibentuk nantinya, Ijeck sapaan akrab Wagub berharap agar pengurus benar-benar menjalankan tugas dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Sehingga kehadiran dan keberadaan IPHI Sumut nantinya lebih terasa di tengah masyarakat.

Ketua Umum PP IPHI H Ismet Hasan Putro juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Ijeck menjadi Ketua PW IPHI Sumut periode 2018-2023. Dirinya juga berterima kasih kepada Ahmad Husein yang telah memimpin IPHI Sumut selama sepuluh tahun dengan berbagai pencapaian hingga tingkat nasional.

“Semoga nantinya, pengurusan baru juga banyak membawa terobosan baru demi mewujudkan IPHI yang mandiri dan mampu berkontribusi sebagai kekuatan ekonomi alternatif bagi umat khususnya dan bangsa Indonesia umumnya,” tutur Ismet.( team )

Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2019


Gubernur Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2019


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2019 pada rapat peripurna di gedung Dewan, Senin (12/11).

Dari pengantarnya, Gubernur menyebutkan bahwa dari pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp15,2 Triliun, belanja daerah pada 2019 mendatang diusulkan sebesar Rp15,4 Triliun lebih. Angka ini, sebagiannya dialokasikan untuk pencapaian visi misi Sumut Bermartabat yakni lima poin seperti ketenagakerjaan. pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata.

Adapun untuk ketenagakerjaan, program peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan sebesar Rp Rp82,7 Miliar atau 1,68 persen. Kemudian peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan Rp1,3 Triliun lebih atau 27,91 persen, dan pembangunan infrastruktur yang baik dan lingkungan berwawasan Rp1,4 Triliun lebih atau 28,64 persen.

Sementara poin keempat dalam program tersebut, adalah peningkatan layanan kesehatan berkualitas sebesar Rp379 M lebih atau 7,73 persen. Serta kelima, peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata rp.365 M lebih atau 7,43 persen.

"Selanjutnya pembiayaan daerah pada APBD tahun 2019, terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp500 M dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp283 M lebih,” kata Gubernur didampingi Wakil Gubernur Sumut H Mua Rajekshah, Sekdaprov Dr Hj R Sabrina dan sejumlah pimpinan OPD.

Nota keuangan ini sendiri katanya, telah mempedomani KUA-PPAS yang telah disepakati berdasarkan Permendagri nomor 38/2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2019, sesuai rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2019 dan mengacu kepada arah dan kebijakan sasaran pokok Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk program prioritas Nasional, program strategis Nasional, serta mewujudkan visi misi kepala daerah terpilih.

“Acara yang diselenggarakan ini merupakan suatu kegiatan konstitusional. Dimana APBD tersebut harus dibahas dan disetujui secara bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD,” sebut Gubernur.

Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Drs H Musa Rajeksyah SH.MHum dam Sekretaris Daerah R. Sabrina. (team)

Mengingat Jasa Pahlawan


Pemprov Sumut Ajak Masyarakat dan Generasi Muda Mengingat Jasa Pahlawan
 


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda untuk terus mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan. Diantaranya dengan terus bekarya dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Ibnu S Hutomo usai upacara bendera peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (10/11) di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja, Medan.



Ibnu Hutomo juga mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemprov Sumut agar bersunguh-sungguh dan memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai abdi negara.



"Kita harus memberi yang terbaik dalam bekerja sebagai wujud bakti kita pada negara dan ini secara langsung mengingat kita akan jasa para pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat sejarah dan jasa pahlawannya,” ujar Ibnu.



Sementara itu, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) peringatan Hari Pahlawan adalah Pangdam I/Bukit Barisan  Mayor Jenderal M Sabrar Fadhilah dan menjadi komandan upacara Danyon Zipur 1 /DD LETNAN KOLONEL CZI Eko Supri. Upacara diikuti oleh unsur TNI, POLRI, ASN dan Unsur Kepemudaan.



Usai upacara peringatan hari pahlawan, Pandam 1/BB Mayjend M Sabrar Fadhilah bersama unsur Forkopimda lainnya melakukan penaburan bunga ke Makam Pahlawan Bukit Barisan. Diantaranya makam Letda Sudjono yang gugur di areal PTPN III Bandar Betsy, Letjen TNI (Purn) Raja Inal Siregar (mantan Gubernur Sumut) dan Kapten KAL TNI AU A Rachmad Ishaq yang merupakan ayah kandung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.



Turut hadir di acara itu,  Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, OPD Pemprov Sumut dan Pemko Medan, anggota DPRD Sumut dan DPRD Medan, veteran, serta organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. ( team )

Partisipasi Masyarakat Sumut Kunci Wujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak


Partisipasi Masyarakat Sumut Kunci Wujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak



MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )

Partisipasi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak. Semakin banyak masyarakat yang peduli dan paham dengan isu-isu perempuan dan anak, semakin mudah pula untuk melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak.



Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut Dr Ir Hj Sabrina MSi saat memimpin rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Temu Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) tingkat nasional, di Ruang Sutan Komala Pontas Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (8/11).



“Semoga kegiatan temu FK PUSPA ini menjadi salah satu kesempatan untuk mensosialisasikan dan mendekatkan masyarakat dengan isu perempuan dan anak, khususnya di Sumut. Terkadang pemerintah tidak bisa menjangkau hingga ke tingkat keluarga, tetapi masyarakat sebagai tetangga, sebagai sanak saudara, bisa mencegah tindakan-tindakan kekerasan pada anak dan perempuan,” ujar Sabrina.



Sabrina mencontohkan, bahwa beberapa tahun yang lalu marak aktivitas porno aksi di Medan melalui hiburan ‘Kibot’ (organ tunggal) tertentu di masyarakat. Menampilkan nyanyian dangdut pada malam hari dan sarat dengan penampilan biduan yang vulgar. Penampilan banyak disaksikan oleh anak-anak di bawah umur dan merisaukan masyarakat.



“Aparat tak ada yang bisa menghentikannya. Tetapi akhirnya bisa berakhir. Berkat emak-emak yang risau dengan kondisi anak-anak mereka. The power of Emak-emak, mereka ramai-ramai protes dan merusuhi kibot. Ini lah salah satu contoh partisipasi masyarakat,” tutur Sabrina.



Menurut Sabrina, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi publik. Pertama, menyediakan sistem informasi yang memuat kondisi perempuan dan anak, kejadian atau kasus-kasus perempuan dan anak, serta panduan atau pedoman perlindungan anak dan perempuan.



Berikutnya, meningkatkan kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan publik seperti sosialisasi dan pelatihan. Dan yang ketiga, yakni penguatan jejaring antar sesama pelaku perlindungan anak dan perempuan.



Sementara itu, Asisten Deputi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) Sri Prihartanto Lestari Wijayanti SH MH menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya FK PUSPA ialah untuk mendukung upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi perempuan.



“FK PUSPA ini adalah forum yang dibentuk Kemenpppa untuk memfasilitasi sinergi antar seluruh elemen baik pemerintah, lembaga profesi, riset, dunia usaha, keagamaan, masyarakat, perguruan tinggi, media dan lainnya. Tujuannya untuk mempercepat perwujudan kesejahteraan perempuan dan anak,” ucapnya.



Kepala Dinas PPPA Hj Nurlela MAP menyampaikan bahwa temu FK PUSPA akan dilaksanakan di Kota Medan mulai tanggal 11- 13 November 2018. Mengangkat tema “Sinergi untuk Percepatan Pembangunan Perempuan dan Perlindungan Anak”, kegiatan ini akan dihadiri oleh peserta dari 34 provinsi Indonesia dan direncakan akan dihadiri Sekretaris Menteri Kemenpppa Pribudiarta Nur Sitepu.

Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprov Sumut Zonny Waldi, staf Kemenpppa dan Dinas PPPA Provinsi Sumut, mewakili Kapolda Sumut, dan pihak event organizer.
( team )





Selanjutnya,



Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) R. Sabrina membuka rapat persiapan pelaksanaan kegiatan temu Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ( FK-PUSPA) tingkat Nasional di Ruang Sutan Komala Pontas Lantai 8 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (8/11/2018). Dimana kegitan ini nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 11 samapi 13 November 2018 dan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Pameran Ulos Diinisiasi Anak Muda Sumut


Musa Rajekshah Bangga Pameran Ulos Diinisiasi Anak Muda Sumut
 

MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengaku bangga dan sangat mengapresiasi terselenggaranya pameran ulos yang diinisiasi oleh anak muda Sumut. Selain melestarikan seni dan budaya Sumut, pameran ini juga dinilai memperkaya wawasan masyarakat tentang ulos sebagai warisan berharga suku Batak.

 

Hal ini diungkapkan Wagub Musa Rajeksahah yang juga akrab disapa dengan Ijeck saat menghadiri pameran MyLocallyMade Re-imagine Volume I, Mengenal Karya Seni Instalasi Ulos dari Koleksi Torang Sitorus, di Andaliman Hall Jalan Abdullah Lubis Medan, Rabu (7/11).



“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang sudah berinisiatif untuk membantu pemerintah melestarikan seni budaya kita, khususnya ulos ini. Saya bangga kalau anak-anak muda Sumut lakukan kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.



Locallymade Re-imagine Volume I menampilkan ulos-ulos dari koleksi pribadi seorang Ahli dan Kolektor Tekstil asal Sumut Torang Sitorus. Dari semua koleksi, kata Ijeck, ada salah satu yang paling menarik hatinya. Yakni ulos yang diproduksi secara natural mulai dari pemintalan, pengikatan dan pencelupan.



“Hal seperti ini kan tidak banyak diketahui masyarakat. Menghasilkan ulos dengan bahan-bahan alami, bahkan pewarnaannya menggunakan sari warna dari tumbuhan. Menurut saya, ini merupakan sebuah prestasi besar yang harus kita kembangkan,” katanya.



Untuk saat ini, Ijeck merencanakan untuk memfasilitasi pameran seperti ini dengan menyediakan ruang khusus di Museum Provinsi Sumut. Sehingga anak muda bisa banyak berperan dan beraktivitas di Museum. Menurutnya, kesan museum yang selama ini identik dengan membosankan harus mendapat sentuhan dari anak-anak muda yang kaya dengan ide dan kreativitas.



“Banyak sekali potensi luar biasa seni dan budaya Sumut. Ajak kami Pemerintah ini untuk berdiskusi dan berkomunikasi bagaimana agar bersama-sama kita bisa mengembangkan dan melestarikan warisan berharga kita ini,” pesannya.



Sementara itu, Robert selaku panitia penyelenggara sekaligus pendiri MyLocallyMade menyampaikan bahwa acara Locallymade Re-imagine Volume I akan diselenggarakan hingga 11 November 2018. Selain menampilkan pameran ulos Torang Sitorus, akan ada pula bazaar kuliner, talkshow, dan workshop.



“Tujuan kami mengadakan pameran ini adalah untuk menunjukkan bahwa Sumut juga punya karya-karya besar. Kami ingin menstimuli agar semakin banyak kreativitas yang berkembang di Sumut ini seperti di kota-kota besar lainnya,” ucapnya.



Pameran ulos menampilkan ratusan koleksi Torang Sitorus yang dikumpulkan selama puluhan tahun. Selain itu, ditampilkan pula projek kolaborasinya dengan Desainer ternama Indonesia Ivan Gunawan dan karya terbarunya Ulos Harungguan yang berhasil meraih penghargaan World Craft Council 2018.



Selain itu, ditampilkan pula Custom Bike oleh seorang Custom Motorbike Enthusiast asal Sumut Siarkansyah yang telah berprestasi hingga ke tingkat internasional berkat kreasi motor modifikasinya.( team )



Edy Rahmayadi Motivasi Mahasiswa Harus Lebih Sukses dari Generasi Terdahulu


Edy Rahmayadi Motivasi Mahasiswa Harus Lebih Sukses dari Generasi Terdahulu


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memotivasi mahasiswa untuk senantiasa bekerja keras dan harus lebih sukses dari generasi-generasi terdahulu. Hal ini disampaikannya saat melakukan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-57 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (6/11).




“Saat ini, ada banyak sekali kemudahan yang bisa kalian nikmati dibandingkan kami-kami ini. Kalian manfaatkan itu, kemajuan teknologi itu semaksimal mungkin. Untuk menimba ilmu dan meningkatkan kualitas diri. Kalian harus bisa lebih sukses dari kami,” ujar Edy Rahmayadi dihadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademik USU.



Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “The Great Leader”, Edy menyampaikan, bahwa setiap manusia memiliki kekuatan besar dalam diri masing-masing untuk mencapai kesuksesan. Kekuatan ini, kata Edy, ada pada kedua tangan. Yakni kedua tangan yang terangkat untuk berdoa kepada Allah.



“Kadang manusia ini lupa dengan kekuatan kedua tangannya untuk berdoa. Segala masalah yang ada dalam hidup ini bisa kita lewati, segala impian dan keinginan kita, bisa kita capai, saat kita meminta kepada Yang Maha Kuasa,” ucapnya.



Kepada para mahasiswa kedokteran gigi, Edy berpesan untuk tidak hanya giat belajar dan berinovasi, tetapi juga memupuk jiwa melayani di tengah masyarakat. Dikatakannya, saat ini kehadiran dokter gigi masih lebih banyak di perkotaan dan minim kehadirannya di daerah pedesaan.



“Begitupun kepada para dosen, Bapak dan Ibu harus bijak dalam membimbing dan menuntun anak-anak kita ini, bukan saja menjadi manusia yang sukses tetapi juga berbudi pekerti luhur,” tutur Edy.



Edy kemudian bergurau bahwa dulunya ia tidak lulus saat mengikuti seleksi masuk USU. Namun demikian, dirinya bisa berhasil menjadi Gubernur. Untuk itu, kata Edy, mahasiswa USU harus lebih hebat dari dirinya.



Sementara itu, Wakil Rektor II USU Bidang Keuangan dan Sumber Daya Manusia Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar M Ked mewakili Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum setuju dengan pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi terkait tidak meratanya kehadiran dokter gigi di daerah.



“Semoga di usia FKG yang menginjak 57 tahun ini, semakin banyak program dan aksi pengabdian bagi masyarakat. Khususnya edukasi perawatan gigi sejak dini di seluruh lapisan masyarakat,” katanya.



Muhammad Fidel juga menyampaikan harapannya agar FKG USU bisa mensejajarkan diri dengan FKG di universitas terkemuka lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Prof Dr Ir Rosmayati MS, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU Panusunan Pasaribu, Dekan FKG USU Dr Trelia Boel drg Mkes SpRKG, mahasiswa FKG dan jajaran civitas akademik USU.( team )


Pengendalian Inflasi Sumut


Wagub Musa Rajekshah Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi Sumut


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengharapkan ada solusi jangka panjang untuk pengendalian inflasi di Sumut. Sehingga inflasi lebih terkendali dan tidak merugikan masyarakat.



“Bulan Oktober 2018, Sumut mengalami inflasi sebesar 1,31%, sedangkan inflasi nasional tercatat sebesar 0,28% pada kurun waktu yang sama. Menyebabkan kenaikan harga pada beberapa bahan pokok. Rapat hari ini, kita cari solusi agar hal ini tidak terjadi pada bulan November dan Desember khususnya, dan jangka panjang secara umum,” ujar Wagub Musa Rajekshah saat memimpin rapat pengendalian inflasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di ruang rapat lantai 9, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (5/11).



Beberapa komoditas yang banyak mempengaruhi inflasi, menurut data dari Bank Indonesia Sumut, yakni bawang merah, beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam  dan angkutan udara. Cabai merah tercatat memiliki andil terbesar terhadap inflasi sebesar 0,91%.



“Mengingat cabai merah merupakan salah satu bahan pokok yang senantiasa dibutuhkan di tengah masyarakat, saya minta kita pikirkan satu cara atau buat satu pilot project yang bisa memastikan ketersediaan komoditas tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kita,” ucapnya.



Di akhir rapat, Wagub menyampaikan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk pengendalian inflasi di daerah ini. Diantaranya, memilih daerah penghasil komoditas prioritas seperti cabai merah untuk diajak berkordinasi dan kerja sama.



Berikutnya, menindaklanjuti penurunan produksi, Wagub meminta Dinas Pertanian Provinsi  untuk turun ke daerah-daerah memastikan hasil panen stabil dan pendistribusian lancar. Berkoordinasi dengan petani melalui pelatihan, penyediaan bibit unggul, dan alat-alat produksi pertanian.



“Lebih lanjut, kita bisa adopsi cara-cara yang sudah dilakukan Pemerintah DKI Jakarta, memberdayakan BUMD khusus untuk memastikan pasokan bahan pokok tersedia dan angka inflasi menjadi stabil,” ujarnya.



Sebelumnya, Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Hilman Tisnawan mengatakan bahwa salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan komoditas adalah kerja sama antar daerah dan petani setempat.



“Untuk Deliserdang saja misalnya, sebenarnya bisa memasok kebutuhan cabai di Medan. Tetapi, kurangnya kordinasi antar daerah terkadang menyebabkan bahan-bahan pokok yang ada di Sumut dijual ke luar daerah seperti Padang dan Riau. Hal ini menyebabkan kita kekurangan dan harus impor dari luar daerah yang kemudian mempengaruhi harga di tengah masyarakat,” tutur Hilman.



Hal lainnya yang juga mempengaruhi ketersediaan bahan pokok adalah faktor alam yang berdampak pada penurunan produksi dan gagal panen. 



Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Ibnu Sri Hutomo, Biro Bina Perekonomian Ernita Bangun, Anggota TPID dan OPD Provinsi Sumut terkait.( team )


Pengurus Taekwondo Indonesia Serdangbedagai


Musa Rajekshah Lantik Pengurus Taekwondo Indonesia Serdangbedagai
 



SERDANGBEDAGAI, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), yang juga Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sumut Musa Rajekshah melantik Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia Serdangbedagai (2017 – 2021) di Pondok Permai Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (3/11).




Musa Rajekshah mengharapkan para atlet taekwondo di Serdangbedagai terus berlatih dan meningkatkan prestasi. Sehingga ke depan Serdangbedagai bisa menghasilkan atlet-atlet taekwondo berprestasi, baik nasional maupun internasional.



“Dengan kepengurusan TI Serdangbedagai, diharapkan pada PON yang tidak lama lagi, Sumut akan mampu menyumbangkan emas,” ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.



Menurut Ijeck, potensi atlet di Serdangbedagai luar biasa. “Dojang-dojang ini punya potensi, terlihat dari kedatangan Bupati Serdangbedagai ini yang membuktikan dukungannya pada cabang olahraga ini,” katanya.



Ijeck berpesan, agar para pihak terkait dengan taekwondo ataupun olahraga lain, agar tidak menciptakan perselisihan. Untuk itu, Ijeck mengimbau pengurus yang baru selalu kompak. “Jangan karena perselisihan terus akhirnya yang korban atlet kita,” ujarnya.



Ijeck juga memotivasi para taekwondoin yang hadir pada saat itu. Dikatakanya, hanya para atlet yang bisa mengibarkan bendera di luar negeri. “Bendera berkibar di luar negeri itu karena dua sebab, pertama karena kedatangan presiden kita, kedua karena atlet Indonesia menang di ajang lomba, jadi berbanggalah dan jadilah juara,” kata Ijeck.



Dikatakan Ijeck, belum lama ia bersama KONI Pusat dan Sumatera Utara berencana mendatangkan pelatih taekwondo dari Korea Selatan. “Kita harapkan pelatihnya (Korea) nanti bisa melatih para pelatih yang ada di Sumatera Utara, akan ada pelatihan untuk pelatih dan wasit di Sumatera Utara,” ujarnya.



Bupati Serdangbedagai Soekirman mengatakan cabang olahraga taekwondo pada Asian Games 2018 telah memotivasi para atlet. “Bagaimanapun juga kita masih belum lupa Asian Game yang lalu taekwondo lah yang mendapat mendali emas pertama dan ini kemudian membangkitkan energi atlet kita hingga akhirnya Indonesia di nomor 4,” katanya.



Selain itu, Soekirman mengapresiasi kedatangan Wagub Sumut yang juga Ketua Umum Pengprov  TI Sumut Musa Rajekshah yang telah melantik pengurus TI Serdangbedagai. Kepada Dojang, Soekirman mengatakan untuk selalu bersemangat. “Kepada dojang-dojang ini, walaupun kita anak kampung, prestasi taekwondo kita tidak kampungan,” katanya.



Sementara itu, Ketua Pengkab TI Serdangbedagai Muhammad Kheir yang baru dilantik menyebutkan beberapa prestasi Serdangbedagai, diantaranya pada kejuaraan provinsi piala Gubernur mendapatkan 1 perak di cabang tersebut. Meski begitu, ia mengharapkan prestasi Serdangbedagai terus meningkat ke depan.



Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Serdangbedagai Siswanto mengatakan taekwondo Serdangbedagai baru bangun dari tidurnya. Kendati demikian, Siswanto mengharapkan agar  organisasi tersebut tidak terpecah belah. “Semoga kepemimpinan ketua yang baru, bisa mempersatukan seluruh perguruan taekwondo yang ada di Serdangbedagai,” pungkasnya.



Turut hadir pada kesemapatan tersebut Ketua KONI Sumatera Utara Jhon Ismadi Lubis, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Kebudayaan Serdangbedagai Santun Banjarnahor, serta para taekwondoin seluruh Serdangbedagai.( team )



Penyelesaian Masalah Transportasi


Penyelesaian Masalah Transportasi Perlu Melibatkan Seluruh Pemangku Kepentingan
 


MEDAN, (KBNLIPANRI ONLINE )

Permasalahan transportasi berkembang dengan sangat kompleks dan dinamis, seiring dengan kebutuhan mobilitas orang dan barang di suatu wilayah, serta perkembangan teknologi dan informasi. Karena itu, penyelesaian permasalahan transportasi perlu melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan terkait,  baik unsur pemerintah,  masyarakat dan swasta, serta perguruan tinggi.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah yang diwakili Asisten Pemerintahan Setdaprov Sumut Jumsadi Damanik pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Sektor Perhubungan Tahun 2018 di Hotel Grand Kanaya Medan, Senin (29/10).



“Dalam rangka mewujudkan sinkronisasi dan sinergitas unsur pemangku kepentingan terkait dalam perencanaan kebijakan sektor transportasi, maka dibutuhkan kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan sektor transportasi di suatu daerah,” katanya.



Disampaikan juga, dalam proses penyusunan naskah teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2019-2023, yang juga secara simultan bersamaan dengan penyusunan Renstra Dinas Perhubungan tahun 2019-2023, diharapkan ide-ide atau gagasan yang konstruktif. Sehingga rencana pembangunan sektor perhubungan lima tahun ke depan dapat mendukung terwujudnya "Sumatera Utara yang Maju,  Aman dan Bermartabat".



Selain itu, juga dipaparkan tentang beberapa isu strategis sektor transportasi di Sumut yang dapat dijadikan bahan diskusi bersama. Diantaranya, tentang transportasi perkotaan seperti pembangunan Light Rail Transit Medan dan Mebidang (Medan, Binjai, Deliserdang). Serta angkutan umum berbasis aplikasi  dan konektivitas antar moda, yaitu bagaimana integrasi simpul dan jaringan transportasi darat, laut dan udara dalam meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas penumpang dan barang. Juga tentang keselamatan dan keamanan pelayaran, serta efisiensi biaya logistik.



“Diharapkan, agar seluruh peserta Rakornis dapat memanfaatkan kesempatan dalam rapat, untuk saling berbagi pengalaman dan memberikan sumbang saran, serta pemikiran dalam rangka pengembangan sistem transportasi di Sumatera Utara,” harapnya.



Sebelumnya, Ketua Pelaksana Rakornis yang juga Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Rohani mengatakan, bahwa Rakornis bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka pembangunan sektor perhubungan.



Rakornis dihadiri Wakil Ketua Komite II DPD  RI Parlindungan Purba, mewakili Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas,  Kepala Bappeda Provinsi Sumut,  Kadis Perhubungan se-Sumut, serta undangan lainnya.( team )

Benteng Puteri Hijau Sebagai Situs Warisan Dunia Harus Dipertahankan


Edy Rahmayadi : Benteng Puteri Hijau Sebagai Situs Warisan Dunia Harus Dipertahankan

  
MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan situs Benteng Puteri Hijau bukan hanya milik Sumatera Utara, namun juga sebagai warisan dunia yang harus dipertahankan.




Hal tersebut dikatakan Gubernur Edy saat memberikan arahan pada peluncuran museum situs Benteng Putri Hijau di Hotel Santika, Medan, Sabtu (27/10). "Benteng tersebut bukan hanya milik Sumut, bukan milik Indonesia, melainkan dunia," ujarnya.



Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Hj R Sabrina, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Kadis Pariwisata Provinsi Sumut Hidayati, Rektor Universitas Panca Budi Muhammad Isa Indrawan, Pembina Museum Situs Benteng Putri Hijau Syarifuddin Siba, para Sultan diantaranya Sultan Serdang, Kualuh dan Langkat, para sejarawan dan media.
  
Kata Edy, sudah ada ribuan rumah yang berdiri di atas situs warisan sejarah dunia tersebut. Hal itu katanya, harus segera dibenahi serta usaha-usaha untuk itu harus dipertahankan. "Ini akan kita komunikasikan, kita inventarisir dari seminar-seminar nanti, kemudian akan kita benahi sedapat mungkin," ujarnya.
  
Sebagai situs dunia, kata Edy, Benteng Putri Hijau harus segera diperhatikan dan dibenahi. "Kalau kita diamkan terus nanti kita seperti tidak bermoral, itu situs dunia," ujarnya.
  
Kepada media, Edy mengatakan agar mengimbau masyarakat untuk menjaga situs-situs bersejarah. "Kalau bukan kita yang menjaganya siapa lagi?," katanya.
  
Selain itu, Edy juga mengimbau maayarakat terus menjaga adat dan budaya yang sudah mengakar di dalam diri masyarakat Sumut. Contohnya dengan melestarikan pakaian adat masing-masing suku di Sumut. "Hilang kalau kita begini terus. Kalau kita tak usaha ini hilang. Kita harus usaha. Tegakkan apapun sukunya, kekayaan adat budaya ini harus kita pertahankan," tuturnya.
  
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari mengatakan Benteng Puteri Hijau sebagai situs yang luar biasa. "Situs ini tidak hanya menyimpan jejak sejarah Kerajaan Aru yang jadi titik awal, tapi ternyata dia jadi situs yang sangat penting, yang tidak diketahui sebelumnya," katanya.
  
Ichwan melanjutkan, sebelum Kerajaan Aru berdiri, situs tersebut digunakan sebagai bekas hunian kuno dari 5000 tahun yang lalu. "Ada jejak kehidupan prasejarah di situs itu," katanya.
  
Selain itu, juga ditemukan peluru asing dari Turki, mata uang aceh dan lainnya yang menunjukkan situs tersebut memiliki peran penting di masa lalu. "Ini memperlihatkan lintas negara karena di benteng tersebut ada serangan yang melibatkan Turki, Aceh berarti ini pertahanan yang luar biasa," tuturnya.
  
Benteng putri hijau terbuat dari tanah. Letaknya di Deli Desa Deli Tua Kecamatan Namu Rambe Deliserdang. Situs tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Aru yang berkuasa di Pantai  Sumatera Timur abad ke-13. Museum Situs Benteng Hijau sendiri merupakan pengembangan galeri Benteng Puteri Hijau yang telah berdiri sejak 2015.

Pada kesempatan tersebut, juga ditandatangani MoU antara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pusis Unimed serta Universitas Panca Budi. MoU tersebut meliputi 3 bagian, di antaranya mengenai pemetaan situs Benteng Puteri Hijau, pembuatan animasi Situs Benteng Puteri Hijau, serta pelaksanaan seminar internasional mengenai peran penting perdagangan Kerajaan Aru dan Benteng Puteri Hijau di masa lalu.
  
Pembina Museum Situs Benteng Putri Hijau Syarifuddin Siba menjelaskan dalam waktu dekat akan diselenggarakan seminar yang akan membahas upaya penyelamatan situs benteng putri hijau di Siba Island.( team )