perubahab break

Breaking News:
Loading...

coba3

contoh12

coba3

KIRIM1

Master

Beli sekarang dengan PayPal

TVLIPANRI

Daftar isi

Musa Rajekshah Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua IPHI Sumut


Musa Rajekshah Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua IPHI Sumut


Medan,( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut periode 2018-2023. Musa Rajekshah menggantikan Ahmad Husein yang telah menjabat sebagai Ketua PW IPHI Sumut selama dua periode.

Terpilihnya Wagub Musa Rajekhshah merupakan hasil dari Musyawarah Wilayah (Muswil) ke VIII IPHI Sumut Tahun 2018, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam No 12 Medan, Selasa (13/11). Muswil turut dihadiri Ketua Umum PP IPHI H Ismet Hasan Putro, Sekjen PP IPHI Samidin Nasir, Ketua Dewan Penasehat IPHI Sumut KH Zulfikar Hajar, dan pengurus IPHI Kabupaten atau Kota se Sumut.

Wagub mengawali sambutan dengan ucapan terima kasih kepada peserta Muswil yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin IPHI Sumut.

“Saya mohon dukungannya. Semoga saya bisa melanjutkan perjuangan Ayahanda Ahmad Husein yang selama ini telah banyak menorehkan prestasi selama periode kepemimpinannya di IPHI Sumut,” ucapnya.

Kepada kepengurusan yang akan dibentuk nantinya, Ijeck sapaan akrab Wagub berharap agar pengurus benar-benar menjalankan tugas dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Sehingga kehadiran dan keberadaan IPHI Sumut nantinya lebih terasa di tengah masyarakat.

Ketua Umum PP IPHI H Ismet Hasan Putro juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Ijeck menjadi Ketua PW IPHI Sumut periode 2018-2023. Dirinya juga berterima kasih kepada Ahmad Husein yang telah memimpin IPHI Sumut selama sepuluh tahun dengan berbagai pencapaian hingga tingkat nasional.

“Semoga nantinya, pengurusan baru juga banyak membawa terobosan baru demi mewujudkan IPHI yang mandiri dan mampu berkontribusi sebagai kekuatan ekonomi alternatif bagi umat khususnya dan bangsa Indonesia umumnya,” tutur Ismet.( team )

Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2019


Gubernur Sampaikan Nota Keuangan dan Ranperda APBD 2019


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyampaikan nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2019 pada rapat peripurna di gedung Dewan, Senin (12/11).

Dari pengantarnya, Gubernur menyebutkan bahwa dari pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp15,2 Triliun, belanja daerah pada 2019 mendatang diusulkan sebesar Rp15,4 Triliun lebih. Angka ini, sebagiannya dialokasikan untuk pencapaian visi misi Sumut Bermartabat yakni lima poin seperti ketenagakerjaan. pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata.

Adapun untuk ketenagakerjaan, program peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan sebesar Rp Rp82,7 Miliar atau 1,68 persen. Kemudian peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan Rp1,3 Triliun lebih atau 27,91 persen, dan pembangunan infrastruktur yang baik dan lingkungan berwawasan Rp1,4 Triliun lebih atau 28,64 persen.

Sementara poin keempat dalam program tersebut, adalah peningkatan layanan kesehatan berkualitas sebesar Rp379 M lebih atau 7,73 persen. Serta kelima, peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata rp.365 M lebih atau 7,43 persen.

"Selanjutnya pembiayaan daerah pada APBD tahun 2019, terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp500 M dan pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp283 M lebih,” kata Gubernur didampingi Wakil Gubernur Sumut H Mua Rajekshah, Sekdaprov Dr Hj R Sabrina dan sejumlah pimpinan OPD.

Nota keuangan ini sendiri katanya, telah mempedomani KUA-PPAS yang telah disepakati berdasarkan Permendagri nomor 38/2018 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2019, sesuai rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2019 dan mengacu kepada arah dan kebijakan sasaran pokok Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk program prioritas Nasional, program strategis Nasional, serta mewujudkan visi misi kepala daerah terpilih.

“Acara yang diselenggarakan ini merupakan suatu kegiatan konstitusional. Dimana APBD tersebut harus dibahas dan disetujui secara bersama antara pemerintah daerah dengan DPRD,” sebut Gubernur.

Rapat ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Drs H Musa Rajeksyah SH.MHum dam Sekretaris Daerah R. Sabrina. (team)

Mengingat Jasa Pahlawan


Pemprov Sumut Ajak Masyarakat dan Generasi Muda Mengingat Jasa Pahlawan
 


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda untuk terus mengingat jasa para pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan. Diantaranya dengan terus bekarya dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Ibnu S Hutomo usai upacara bendera peringatan Hari Pahlawan, Sabtu (10/11) di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Jalan Sisingamangaraja, Medan.



Ibnu Hutomo juga mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemprov Sumut agar bersunguh-sungguh dan memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai abdi negara.



"Kita harus memberi yang terbaik dalam bekerja sebagai wujud bakti kita pada negara dan ini secara langsung mengingat kita akan jasa para pahlawan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat sejarah dan jasa pahlawannya,” ujar Ibnu.



Sementara itu, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) peringatan Hari Pahlawan adalah Pangdam I/Bukit Barisan  Mayor Jenderal M Sabrar Fadhilah dan menjadi komandan upacara Danyon Zipur 1 /DD LETNAN KOLONEL CZI Eko Supri. Upacara diikuti oleh unsur TNI, POLRI, ASN dan Unsur Kepemudaan.



Usai upacara peringatan hari pahlawan, Pandam 1/BB Mayjend M Sabrar Fadhilah bersama unsur Forkopimda lainnya melakukan penaburan bunga ke Makam Pahlawan Bukit Barisan. Diantaranya makam Letda Sudjono yang gugur di areal PTPN III Bandar Betsy, Letjen TNI (Purn) Raja Inal Siregar (mantan Gubernur Sumut) dan Kapten KAL TNI AU A Rachmad Ishaq yang merupakan ayah kandung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.



Turut hadir di acara itu,  Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, OPD Pemprov Sumut dan Pemko Medan, anggota DPRD Sumut dan DPRD Medan, veteran, serta organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. ( team )

Partisipasi Masyarakat Sumut Kunci Wujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak


Partisipasi Masyarakat Sumut Kunci Wujudkan Kesejahteraan Perempuan dan Anak



MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )

Partisipasi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak. Semakin banyak masyarakat yang peduli dan paham dengan isu-isu perempuan dan anak, semakin mudah pula untuk melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak.



Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut Dr Ir Hj Sabrina MSi saat memimpin rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Temu Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) tingkat nasional, di Ruang Sutan Komala Pontas Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (8/11).



“Semoga kegiatan temu FK PUSPA ini menjadi salah satu kesempatan untuk mensosialisasikan dan mendekatkan masyarakat dengan isu perempuan dan anak, khususnya di Sumut. Terkadang pemerintah tidak bisa menjangkau hingga ke tingkat keluarga, tetapi masyarakat sebagai tetangga, sebagai sanak saudara, bisa mencegah tindakan-tindakan kekerasan pada anak dan perempuan,” ujar Sabrina.



Sabrina mencontohkan, bahwa beberapa tahun yang lalu marak aktivitas porno aksi di Medan melalui hiburan ‘Kibot’ (organ tunggal) tertentu di masyarakat. Menampilkan nyanyian dangdut pada malam hari dan sarat dengan penampilan biduan yang vulgar. Penampilan banyak disaksikan oleh anak-anak di bawah umur dan merisaukan masyarakat.



“Aparat tak ada yang bisa menghentikannya. Tetapi akhirnya bisa berakhir. Berkat emak-emak yang risau dengan kondisi anak-anak mereka. The power of Emak-emak, mereka ramai-ramai protes dan merusuhi kibot. Ini lah salah satu contoh partisipasi masyarakat,” tutur Sabrina.



Menurut Sabrina, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan partisipasi publik. Pertama, menyediakan sistem informasi yang memuat kondisi perempuan dan anak, kejadian atau kasus-kasus perempuan dan anak, serta panduan atau pedoman perlindungan anak dan perempuan.



Berikutnya, meningkatkan kegiatan-kegiatan yang banyak melibatkan publik seperti sosialisasi dan pelatihan. Dan yang ketiga, yakni penguatan jejaring antar sesama pelaku perlindungan anak dan perempuan.



Sementara itu, Asisten Deputi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) Sri Prihartanto Lestari Wijayanti SH MH menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya FK PUSPA ialah untuk mendukung upaya mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi perempuan.



“FK PUSPA ini adalah forum yang dibentuk Kemenpppa untuk memfasilitasi sinergi antar seluruh elemen baik pemerintah, lembaga profesi, riset, dunia usaha, keagamaan, masyarakat, perguruan tinggi, media dan lainnya. Tujuannya untuk mempercepat perwujudan kesejahteraan perempuan dan anak,” ucapnya.



Kepala Dinas PPPA Hj Nurlela MAP menyampaikan bahwa temu FK PUSPA akan dilaksanakan di Kota Medan mulai tanggal 11- 13 November 2018. Mengangkat tema “Sinergi untuk Percepatan Pembangunan Perempuan dan Perlindungan Anak”, kegiatan ini akan dihadiri oleh peserta dari 34 provinsi Indonesia dan direncakan akan dihadiri Sekretaris Menteri Kemenpppa Pribudiarta Nur Sitepu.

Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprov Sumut Zonny Waldi, staf Kemenpppa dan Dinas PPPA Provinsi Sumut, mewakili Kapolda Sumut, dan pihak event organizer.
( team )





Selanjutnya,



Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) R. Sabrina membuka rapat persiapan pelaksanaan kegiatan temu Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak ( FK-PUSPA) tingkat Nasional di Ruang Sutan Komala Pontas Lantai 8 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (8/11/2018). Dimana kegitan ini nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 11 samapi 13 November 2018 dan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Pameran Ulos Diinisiasi Anak Muda Sumut


Musa Rajekshah Bangga Pameran Ulos Diinisiasi Anak Muda Sumut
 

MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengaku bangga dan sangat mengapresiasi terselenggaranya pameran ulos yang diinisiasi oleh anak muda Sumut. Selain melestarikan seni dan budaya Sumut, pameran ini juga dinilai memperkaya wawasan masyarakat tentang ulos sebagai warisan berharga suku Batak.

 

Hal ini diungkapkan Wagub Musa Rajeksahah yang juga akrab disapa dengan Ijeck saat menghadiri pameran MyLocallyMade Re-imagine Volume I, Mengenal Karya Seni Instalasi Ulos dari Koleksi Torang Sitorus, di Andaliman Hall Jalan Abdullah Lubis Medan, Rabu (7/11).



“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang sudah berinisiatif untuk membantu pemerintah melestarikan seni budaya kita, khususnya ulos ini. Saya bangga kalau anak-anak muda Sumut lakukan kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.



Locallymade Re-imagine Volume I menampilkan ulos-ulos dari koleksi pribadi seorang Ahli dan Kolektor Tekstil asal Sumut Torang Sitorus. Dari semua koleksi, kata Ijeck, ada salah satu yang paling menarik hatinya. Yakni ulos yang diproduksi secara natural mulai dari pemintalan, pengikatan dan pencelupan.



“Hal seperti ini kan tidak banyak diketahui masyarakat. Menghasilkan ulos dengan bahan-bahan alami, bahkan pewarnaannya menggunakan sari warna dari tumbuhan. Menurut saya, ini merupakan sebuah prestasi besar yang harus kita kembangkan,” katanya.



Untuk saat ini, Ijeck merencanakan untuk memfasilitasi pameran seperti ini dengan menyediakan ruang khusus di Museum Provinsi Sumut. Sehingga anak muda bisa banyak berperan dan beraktivitas di Museum. Menurutnya, kesan museum yang selama ini identik dengan membosankan harus mendapat sentuhan dari anak-anak muda yang kaya dengan ide dan kreativitas.



“Banyak sekali potensi luar biasa seni dan budaya Sumut. Ajak kami Pemerintah ini untuk berdiskusi dan berkomunikasi bagaimana agar bersama-sama kita bisa mengembangkan dan melestarikan warisan berharga kita ini,” pesannya.



Sementara itu, Robert selaku panitia penyelenggara sekaligus pendiri MyLocallyMade menyampaikan bahwa acara Locallymade Re-imagine Volume I akan diselenggarakan hingga 11 November 2018. Selain menampilkan pameran ulos Torang Sitorus, akan ada pula bazaar kuliner, talkshow, dan workshop.



“Tujuan kami mengadakan pameran ini adalah untuk menunjukkan bahwa Sumut juga punya karya-karya besar. Kami ingin menstimuli agar semakin banyak kreativitas yang berkembang di Sumut ini seperti di kota-kota besar lainnya,” ucapnya.



Pameran ulos menampilkan ratusan koleksi Torang Sitorus yang dikumpulkan selama puluhan tahun. Selain itu, ditampilkan pula projek kolaborasinya dengan Desainer ternama Indonesia Ivan Gunawan dan karya terbarunya Ulos Harungguan yang berhasil meraih penghargaan World Craft Council 2018.



Selain itu, ditampilkan pula Custom Bike oleh seorang Custom Motorbike Enthusiast asal Sumut Siarkansyah yang telah berprestasi hingga ke tingkat internasional berkat kreasi motor modifikasinya.( team )



Edy Rahmayadi Motivasi Mahasiswa Harus Lebih Sukses dari Generasi Terdahulu


Edy Rahmayadi Motivasi Mahasiswa Harus Lebih Sukses dari Generasi Terdahulu


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memotivasi mahasiswa untuk senantiasa bekerja keras dan harus lebih sukses dari generasi-generasi terdahulu. Hal ini disampaikannya saat melakukan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-57 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), di Gelanggang Mahasiswa USU, Selasa (6/11).




“Saat ini, ada banyak sekali kemudahan yang bisa kalian nikmati dibandingkan kami-kami ini. Kalian manfaatkan itu, kemajuan teknologi itu semaksimal mungkin. Untuk menimba ilmu dan meningkatkan kualitas diri. Kalian harus bisa lebih sukses dari kami,” ujar Edy Rahmayadi dihadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademik USU.



Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “The Great Leader”, Edy menyampaikan, bahwa setiap manusia memiliki kekuatan besar dalam diri masing-masing untuk mencapai kesuksesan. Kekuatan ini, kata Edy, ada pada kedua tangan. Yakni kedua tangan yang terangkat untuk berdoa kepada Allah.



“Kadang manusia ini lupa dengan kekuatan kedua tangannya untuk berdoa. Segala masalah yang ada dalam hidup ini bisa kita lewati, segala impian dan keinginan kita, bisa kita capai, saat kita meminta kepada Yang Maha Kuasa,” ucapnya.



Kepada para mahasiswa kedokteran gigi, Edy berpesan untuk tidak hanya giat belajar dan berinovasi, tetapi juga memupuk jiwa melayani di tengah masyarakat. Dikatakannya, saat ini kehadiran dokter gigi masih lebih banyak di perkotaan dan minim kehadirannya di daerah pedesaan.



“Begitupun kepada para dosen, Bapak dan Ibu harus bijak dalam membimbing dan menuntun anak-anak kita ini, bukan saja menjadi manusia yang sukses tetapi juga berbudi pekerti luhur,” tutur Edy.



Edy kemudian bergurau bahwa dulunya ia tidak lulus saat mengikuti seleksi masuk USU. Namun demikian, dirinya bisa berhasil menjadi Gubernur. Untuk itu, kata Edy, mahasiswa USU harus lebih hebat dari dirinya.



Sementara itu, Wakil Rektor II USU Bidang Keuangan dan Sumber Daya Manusia Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar M Ked mewakili Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum setuju dengan pernyataan Gubernur Edy Rahmayadi terkait tidak meratanya kehadiran dokter gigi di daerah.



“Semoga di usia FKG yang menginjak 57 tahun ini, semakin banyak program dan aksi pengabdian bagi masyarakat. Khususnya edukasi perawatan gigi sejak dini di seluruh lapisan masyarakat,” katanya.



Muhammad Fidel juga menyampaikan harapannya agar FKG USU bisa mensejajarkan diri dengan FKG di universitas terkemuka lainnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian Prof Dr Ir Rosmayati MS, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU Panusunan Pasaribu, Dekan FKG USU Dr Trelia Boel drg Mkes SpRKG, mahasiswa FKG dan jajaran civitas akademik USU.( team )


Pengendalian Inflasi Sumut


Wagub Musa Rajekshah Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi Sumut


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengharapkan ada solusi jangka panjang untuk pengendalian inflasi di Sumut. Sehingga inflasi lebih terkendali dan tidak merugikan masyarakat.



“Bulan Oktober 2018, Sumut mengalami inflasi sebesar 1,31%, sedangkan inflasi nasional tercatat sebesar 0,28% pada kurun waktu yang sama. Menyebabkan kenaikan harga pada beberapa bahan pokok. Rapat hari ini, kita cari solusi agar hal ini tidak terjadi pada bulan November dan Desember khususnya, dan jangka panjang secara umum,” ujar Wagub Musa Rajekshah saat memimpin rapat pengendalian inflasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), di ruang rapat lantai 9, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (5/11).



Beberapa komoditas yang banyak mempengaruhi inflasi, menurut data dari Bank Indonesia Sumut, yakni bawang merah, beras, cabai merah, cabai rawit, daging ayam  dan angkutan udara. Cabai merah tercatat memiliki andil terbesar terhadap inflasi sebesar 0,91%.



“Mengingat cabai merah merupakan salah satu bahan pokok yang senantiasa dibutuhkan di tengah masyarakat, saya minta kita pikirkan satu cara atau buat satu pilot project yang bisa memastikan ketersediaan komoditas tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kita,” ucapnya.



Di akhir rapat, Wagub menyampaikan, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk pengendalian inflasi di daerah ini. Diantaranya, memilih daerah penghasil komoditas prioritas seperti cabai merah untuk diajak berkordinasi dan kerja sama.



Berikutnya, menindaklanjuti penurunan produksi, Wagub meminta Dinas Pertanian Provinsi  untuk turun ke daerah-daerah memastikan hasil panen stabil dan pendistribusian lancar. Berkoordinasi dengan petani melalui pelatihan, penyediaan bibit unggul, dan alat-alat produksi pertanian.



“Lebih lanjut, kita bisa adopsi cara-cara yang sudah dilakukan Pemerintah DKI Jakarta, memberdayakan BUMD khusus untuk memastikan pasokan bahan pokok tersedia dan angka inflasi menjadi stabil,” ujarnya.



Sebelumnya, Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Hilman Tisnawan mengatakan bahwa salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan komoditas adalah kerja sama antar daerah dan petani setempat.



“Untuk Deliserdang saja misalnya, sebenarnya bisa memasok kebutuhan cabai di Medan. Tetapi, kurangnya kordinasi antar daerah terkadang menyebabkan bahan-bahan pokok yang ada di Sumut dijual ke luar daerah seperti Padang dan Riau. Hal ini menyebabkan kita kekurangan dan harus impor dari luar daerah yang kemudian mempengaruhi harga di tengah masyarakat,” tutur Hilman.



Hal lainnya yang juga mempengaruhi ketersediaan bahan pokok adalah faktor alam yang berdampak pada penurunan produksi dan gagal panen. 



Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Ibnu Sri Hutomo, Biro Bina Perekonomian Ernita Bangun, Anggota TPID dan OPD Provinsi Sumut terkait.( team )


Pengurus Taekwondo Indonesia Serdangbedagai


Musa Rajekshah Lantik Pengurus Taekwondo Indonesia Serdangbedagai
 



SERDANGBEDAGAI, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), yang juga Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sumut Musa Rajekshah melantik Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia Serdangbedagai (2017 – 2021) di Pondok Permai Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (3/11).




Musa Rajekshah mengharapkan para atlet taekwondo di Serdangbedagai terus berlatih dan meningkatkan prestasi. Sehingga ke depan Serdangbedagai bisa menghasilkan atlet-atlet taekwondo berprestasi, baik nasional maupun internasional.



“Dengan kepengurusan TI Serdangbedagai, diharapkan pada PON yang tidak lama lagi, Sumut akan mampu menyumbangkan emas,” ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.



Menurut Ijeck, potensi atlet di Serdangbedagai luar biasa. “Dojang-dojang ini punya potensi, terlihat dari kedatangan Bupati Serdangbedagai ini yang membuktikan dukungannya pada cabang olahraga ini,” katanya.



Ijeck berpesan, agar para pihak terkait dengan taekwondo ataupun olahraga lain, agar tidak menciptakan perselisihan. Untuk itu, Ijeck mengimbau pengurus yang baru selalu kompak. “Jangan karena perselisihan terus akhirnya yang korban atlet kita,” ujarnya.



Ijeck juga memotivasi para taekwondoin yang hadir pada saat itu. Dikatakanya, hanya para atlet yang bisa mengibarkan bendera di luar negeri. “Bendera berkibar di luar negeri itu karena dua sebab, pertama karena kedatangan presiden kita, kedua karena atlet Indonesia menang di ajang lomba, jadi berbanggalah dan jadilah juara,” kata Ijeck.



Dikatakan Ijeck, belum lama ia bersama KONI Pusat dan Sumatera Utara berencana mendatangkan pelatih taekwondo dari Korea Selatan. “Kita harapkan pelatihnya (Korea) nanti bisa melatih para pelatih yang ada di Sumatera Utara, akan ada pelatihan untuk pelatih dan wasit di Sumatera Utara,” ujarnya.



Bupati Serdangbedagai Soekirman mengatakan cabang olahraga taekwondo pada Asian Games 2018 telah memotivasi para atlet. “Bagaimanapun juga kita masih belum lupa Asian Game yang lalu taekwondo lah yang mendapat mendali emas pertama dan ini kemudian membangkitkan energi atlet kita hingga akhirnya Indonesia di nomor 4,” katanya.



Selain itu, Soekirman mengapresiasi kedatangan Wagub Sumut yang juga Ketua Umum Pengprov  TI Sumut Musa Rajekshah yang telah melantik pengurus TI Serdangbedagai. Kepada Dojang, Soekirman mengatakan untuk selalu bersemangat. “Kepada dojang-dojang ini, walaupun kita anak kampung, prestasi taekwondo kita tidak kampungan,” katanya.



Sementara itu, Ketua Pengkab TI Serdangbedagai Muhammad Kheir yang baru dilantik menyebutkan beberapa prestasi Serdangbedagai, diantaranya pada kejuaraan provinsi piala Gubernur mendapatkan 1 perak di cabang tersebut. Meski begitu, ia mengharapkan prestasi Serdangbedagai terus meningkat ke depan.



Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Serdangbedagai Siswanto mengatakan taekwondo Serdangbedagai baru bangun dari tidurnya. Kendati demikian, Siswanto mengharapkan agar  organisasi tersebut tidak terpecah belah. “Semoga kepemimpinan ketua yang baru, bisa mempersatukan seluruh perguruan taekwondo yang ada di Serdangbedagai,” pungkasnya.



Turut hadir pada kesemapatan tersebut Ketua KONI Sumatera Utara Jhon Ismadi Lubis, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Kebudayaan Serdangbedagai Santun Banjarnahor, serta para taekwondoin seluruh Serdangbedagai.( team )



Penyelesaian Masalah Transportasi


Penyelesaian Masalah Transportasi Perlu Melibatkan Seluruh Pemangku Kepentingan
 


MEDAN, (KBNLIPANRI ONLINE )

Permasalahan transportasi berkembang dengan sangat kompleks dan dinamis, seiring dengan kebutuhan mobilitas orang dan barang di suatu wilayah, serta perkembangan teknologi dan informasi. Karena itu, penyelesaian permasalahan transportasi perlu melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan terkait,  baik unsur pemerintah,  masyarakat dan swasta, serta perguruan tinggi.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah yang diwakili Asisten Pemerintahan Setdaprov Sumut Jumsadi Damanik pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Sektor Perhubungan Tahun 2018 di Hotel Grand Kanaya Medan, Senin (29/10).



“Dalam rangka mewujudkan sinkronisasi dan sinergitas unsur pemangku kepentingan terkait dalam perencanaan kebijakan sektor transportasi, maka dibutuhkan kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan sektor transportasi di suatu daerah,” katanya.



Disampaikan juga, dalam proses penyusunan naskah teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2019-2023, yang juga secara simultan bersamaan dengan penyusunan Renstra Dinas Perhubungan tahun 2019-2023, diharapkan ide-ide atau gagasan yang konstruktif. Sehingga rencana pembangunan sektor perhubungan lima tahun ke depan dapat mendukung terwujudnya "Sumatera Utara yang Maju,  Aman dan Bermartabat".



Selain itu, juga dipaparkan tentang beberapa isu strategis sektor transportasi di Sumut yang dapat dijadikan bahan diskusi bersama. Diantaranya, tentang transportasi perkotaan seperti pembangunan Light Rail Transit Medan dan Mebidang (Medan, Binjai, Deliserdang). Serta angkutan umum berbasis aplikasi  dan konektivitas antar moda, yaitu bagaimana integrasi simpul dan jaringan transportasi darat, laut dan udara dalam meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas penumpang dan barang. Juga tentang keselamatan dan keamanan pelayaran, serta efisiensi biaya logistik.



“Diharapkan, agar seluruh peserta Rakornis dapat memanfaatkan kesempatan dalam rapat, untuk saling berbagi pengalaman dan memberikan sumbang saran, serta pemikiran dalam rangka pengembangan sistem transportasi di Sumatera Utara,” harapnya.



Sebelumnya, Ketua Pelaksana Rakornis yang juga Kepala Bidang Pelayanan Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Rohani mengatakan, bahwa Rakornis bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka pembangunan sektor perhubungan.



Rakornis dihadiri Wakil Ketua Komite II DPD  RI Parlindungan Purba, mewakili Direktur Kerjasama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas,  Kepala Bappeda Provinsi Sumut,  Kadis Perhubungan se-Sumut, serta undangan lainnya.( team )

Benteng Puteri Hijau Sebagai Situs Warisan Dunia Harus Dipertahankan


Edy Rahmayadi : Benteng Puteri Hijau Sebagai Situs Warisan Dunia Harus Dipertahankan

  
MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan situs Benteng Puteri Hijau bukan hanya milik Sumatera Utara, namun juga sebagai warisan dunia yang harus dipertahankan.




Hal tersebut dikatakan Gubernur Edy saat memberikan arahan pada peluncuran museum situs Benteng Putri Hijau di Hotel Santika, Medan, Sabtu (27/10). "Benteng tersebut bukan hanya milik Sumut, bukan milik Indonesia, melainkan dunia," ujarnya.



Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Hj R Sabrina, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Kadis Pariwisata Provinsi Sumut Hidayati, Rektor Universitas Panca Budi Muhammad Isa Indrawan, Pembina Museum Situs Benteng Putri Hijau Syarifuddin Siba, para Sultan diantaranya Sultan Serdang, Kualuh dan Langkat, para sejarawan dan media.
  
Kata Edy, sudah ada ribuan rumah yang berdiri di atas situs warisan sejarah dunia tersebut. Hal itu katanya, harus segera dibenahi serta usaha-usaha untuk itu harus dipertahankan. "Ini akan kita komunikasikan, kita inventarisir dari seminar-seminar nanti, kemudian akan kita benahi sedapat mungkin," ujarnya.
  
Sebagai situs dunia, kata Edy, Benteng Putri Hijau harus segera diperhatikan dan dibenahi. "Kalau kita diamkan terus nanti kita seperti tidak bermoral, itu situs dunia," ujarnya.
  
Kepada media, Edy mengatakan agar mengimbau masyarakat untuk menjaga situs-situs bersejarah. "Kalau bukan kita yang menjaganya siapa lagi?," katanya.
  
Selain itu, Edy juga mengimbau maayarakat terus menjaga adat dan budaya yang sudah mengakar di dalam diri masyarakat Sumut. Contohnya dengan melestarikan pakaian adat masing-masing suku di Sumut. "Hilang kalau kita begini terus. Kalau kita tak usaha ini hilang. Kita harus usaha. Tegakkan apapun sukunya, kekayaan adat budaya ini harus kita pertahankan," tuturnya.
  
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Ichwan Azhari mengatakan Benteng Puteri Hijau sebagai situs yang luar biasa. "Situs ini tidak hanya menyimpan jejak sejarah Kerajaan Aru yang jadi titik awal, tapi ternyata dia jadi situs yang sangat penting, yang tidak diketahui sebelumnya," katanya.
  
Ichwan melanjutkan, sebelum Kerajaan Aru berdiri, situs tersebut digunakan sebagai bekas hunian kuno dari 5000 tahun yang lalu. "Ada jejak kehidupan prasejarah di situs itu," katanya.
  
Selain itu, juga ditemukan peluru asing dari Turki, mata uang aceh dan lainnya yang menunjukkan situs tersebut memiliki peran penting di masa lalu. "Ini memperlihatkan lintas negara karena di benteng tersebut ada serangan yang melibatkan Turki, Aceh berarti ini pertahanan yang luar biasa," tuturnya.
  
Benteng putri hijau terbuat dari tanah. Letaknya di Deli Desa Deli Tua Kecamatan Namu Rambe Deliserdang. Situs tersebut merupakan peninggalan Kerajaan Aru yang berkuasa di Pantai  Sumatera Timur abad ke-13. Museum Situs Benteng Hijau sendiri merupakan pengembangan galeri Benteng Puteri Hijau yang telah berdiri sejak 2015.

Pada kesempatan tersebut, juga ditandatangani MoU antara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pusis Unimed serta Universitas Panca Budi. MoU tersebut meliputi 3 bagian, di antaranya mengenai pemetaan situs Benteng Puteri Hijau, pembuatan animasi Situs Benteng Puteri Hijau, serta pelaksanaan seminar internasional mengenai peran penting perdagangan Kerajaan Aru dan Benteng Puteri Hijau di masa lalu.
  
Pembina Museum Situs Benteng Putri Hijau Syarifuddin Siba menjelaskan dalam waktu dekat akan diselenggarakan seminar yang akan membahas upaya penyelamatan situs benteng putri hijau di Siba Island.( team )




Gubernur Minta Pancasila Harus Kuat


Jalan Sehat Bersama Ormas PP di Sergai, Gubernur Minta Pancasila Harus Kuat

  
SERDANG BEDAGAI, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya kader dan simpatisan Ormas Pemuda Pancasila (PP) menjaga nama baik organisasi dan Pancasila sebagai dasar Negara. Hal itu diungkapkannya usai membuka dan mengikut Jalan Santai bersama di kawasan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Minggu (28/10) pagi.



Melepas ratusan peserta Jalan Santai Bersama Kader dan Keluarga Besar Pemuda Pancasila se-Sumut, Gubernur Edy  pun lalu ikut membaur bersama peserta jalan sehat yang berjarak kurang lebih 8 km mengitari kawasan pinggir pantai. Keikutsertaan itu semakin memeriahkan acara, karena sembari berjalan, Edy sempat berbincang bersama Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah, serta jajaran pengurus provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat ranting.


Tidak hanya itu, Gubernur Edy yang sejak awal antusias mengikuti gerak jalan tersebut juga menyapa para anak-anak dan remaja. Termasuk mempersilahkan para ibu dan remaja putri yang mengambil kesempatan untuk sekedar mengambil foto bersama. "Kuat jalannya ibu-ibu?" sapa Edy sambil tersenyum ke arah peserta gerak jalan yang lain.

Bahkan saat baru berjalan sekitar 500-an meter, Edy menyapa beberapa orang anak perempuan yang juga ikut dalam rangkaian peserta lainnya didampingi para orang tuanya. Tanpa sungkan, Edy juga menyapa, mengusap kepala serta menggandeng tangan sang anak untuk berjalan bersama hingga beberapa kilometer.

Setelah menempuh jarak sekitar 8 km mengitari kawasan Pantai Cermin, Gubernur tidak langsung bisa duduk di kursi yang telah disediakan di depan panggung utama. Namun, Edy harus kembali melayani puluhan kader PP untuk berfoto bersama. Setelahnya, acara utama perayaan HUT PP ke-59 tahun itu pun dimulai dengan pelepasan balon ke udara, serta pemotongan kue yang berwarna khas seragam Ormas tersebut.

"Anda semua harus kuat, dan menjaga Pancasila agar tetap kuat. Mari kita jaga bersama, agar tidak ada gerakan yang mencoba menggantikan falsafah Bangsa ini," sebut Gubernur Edy.

Sementara, Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi yang telah berkenan hadir di acara tersebut. Begitu juga kepada semua kader yang telah mendukung dan bekerja demi terselenggaranya acara tersebut.

"Pemuda Pancasila sudah 59 tahun. Berarti organisasi ini sudah tua. Karena itu kepada kader, mari tunjukkan bahwa kita orang-orang yang baik. Jangan lagi melakukan hal tidak terpuji," katanya.
  
Menjalankan tugas dengan baik, serta bermanfaat di tengah-tengah masyarakat adalah pesan lain yang disebut Kodrat di hadapan kader. Dengan demikian, seseorang bisa menyatu dengan masyarakat dalam menjaga ideologi Pancasila. ( team )

Gubernur Sumut Harapkan Koperasi Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat


Gubernur Sumut Harapkan Koperasi Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap keberadaan koperasi bukan hanya sekadar menampung tenaga kerja, tetapi benar-benar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga manfaat koperasi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Sumut.



Untuk itu, semua pihak terkait harus bergandengan tangan dan bersama-sama menghidupkan koperasi di daerah ini. “Mari kita bergandengan tangan. Saling mendukung untuk menghidupkan keberadaan koperasi, khususnya di Sumatera Utara. Keberadaan koperasi ini harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-71 tahun 2018 Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis (25/10) di Hotel Danau Toba Medan.


Edy Rahmayadi menyampaikan, berdasarkan laporan dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sumut, keberadaan koperasi nasional hanya menyumbang 4,48 % untuk perekonomian negara. Sementara di negara lain bisa menyumbangkan hingga 20 % kepada negara.

Memang, angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya menyumbang 3,39 %, meski hanya sedikit. Namun masih jauh tertinggal dari negara lain. Seperti Prancis, keberadaan koperasinya dapat menyumbangkan 18 %, begitu juga dengan Belanda. Bahkan, Selandia Baru dapat menyumbangkan hingga 20 %. ”Jauh sekali dengan keberadaan koperasi kita saat ini,” ungkap Edy.
  
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, kata Edy, siap mendukung pengembangan koperasi, khususnya di Sumut. Dengan harapan, koperasi bisa mengubah infrastrukturnya dan memiliki program yang jelas. “Kita akan keluarkan dana jika program dari koperasi itu jelas. Kita juga ajak pihak perbankan dan kabupaten/kota untuk itu,” sebut Edy.
  
Kepada penggiat Koperasi di Sumut, Edy juga berharap, agar dapat memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki Sumut. “Kerja dengan serius, rangkul semua pihak terkait dan manfaatkan segala potensi yang ada,” katanya.
  
Ketua Dekopin Sumut Jabmar Siburian pada kesempatan itu mengatakan, keberadaan koperasi secara nasional hanya bisa berkontribusi 4,48 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun dari segi penyerapan tenaga kerja mencapai 95 % kontribusi koperasi dan UKM terhadap tenaga kerja di Indonesia.
  
“Diharapkan gerakan koperasi, khususnya di Sumatera Utara ke depan akan semakin maju dan berkembang, serta dapat meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Sumatera Utara,” ujar Jabmar.
  
Guna mendukung agar keberadaan koperasi benar-benar dirasakan masyarakat, Jabmar mengharapkan agar seluruh koperasi yang ada di Sumut bekerja dengan serius. “Sekecil apapun, jika dikerjakan dengan serius pasti hasilnya akan baik,” kata Jabmar.

Disampaikan juga, perayaan HUT Koperasi ke-71 ini juga dirangkaikan dengan beberapa kegiatan, diantaranya Lomba Tangkas Terampil Koperasi SLTA se Sumut yang dimenangkan SMAN I Aek Kuo Labuhan Batu Utara, juara kedua SMAN 4 Pematangsiantar, dan juara ketiga SMAN 3 Lahom Nias Selatan. “Lomba ini guna mendidik para generasi muda menjadi pejuang-pejuang militan di koperasi. Dengan harapan nantinya anak didik kita ini bisa membangun koperasi di sekolah-sekolahnya masing-masing,” ujar Jabmar.

Pada kesempatan itu, Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumut Ny Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Ketua Dekopin Sumut Jabmar Siburian, Kadis Koperasi dan UKM Sumut Amran Uteh memberikan penghargaan kepada Koperasi Berprestasi, Tokoh Penggiat Koperasi di Sumut, serta menyerahkan hadiah Lomba Tangkas Terampil Koperasi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Forkopimda Sumut, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan para bupati/walikota se Sumut, pimpinan perbankan, para penggiat koperasi, dan pengurus Dekopin Sumut.( team )



Wagub Kunjungi Sekretariat DPW IPHI Sumut, Sukses Organisasi Karena Kekompakan


Wagub Kunjungi Sekretariat DPW IPHI Sumut, Sukses Organisasi Karena Kekompakan

MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut)  Musa Rajekshah mengunjungi Sekretariat Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (DPW IPHI) Sumut di Jalan Nibung Medan, Rabu (24/10) sore. Dalam ajang silaturrahim tersebut disampaikan, kekompakan menjadi kunci bagi sebuah organisasi untuk sukses.




Hal tersebut disampaikan Wagub saat silaturahim bersama para pengurus DPW IPHI Sumut serta jajaran DPD IPHI kabupaten/kota. Hadir diantaranya Ketua DPW IPHI Sumut H Ahmad Husein, Ketua Majelis Ta'lim Perempuan (MTP) Hamidah Tanjung beserta jajaran, Dewan Penasehat IPHI Sumut KH Zulfikar Hajar LC, serta Sekretaris MUI Sumut Dr Ardiansyah.



"Saya merasa sekretariat ini sejuk. Artinya kantor ini barokah. Dan yang penting, tulusnya niat para pengurus menjalankan tugas, telah membawa kebaikan bagi haji," ujar Wagub Musa Rajekshah.
  

Dalam sambutannya, Wagub berpesan bahwa keberadaan organisasi membutuhkan suatu kekompakan untuk bisa sukses. Tanpa itu maka akan sulit untuk membawa sebuah lembaga menjadi lebih baik. Karena itu dirinya mengharapkan agar pelayanan kepada haji, baik calon maupun yang telah pulang menunaikan ibadah haji, bisa diberikan IPHI.

  
"Kita berharap semoga kedepannya, IPHI di Sumut bisa lebih kompak. Karena ini bukan untuk pribadi, melainkan untuk kepentingan ummat Islam," sebutnya.


Sementara menyambut kedatangan Wakil Gubernur Sumut tersebut, Ketua DPW IPHI Sumut H Ahmad Husein mengakui bahwa selama masa kepemimpinannya, baru kali ini didatangi pejabat secara resmi. Sehingga dirinya menilai, hal ini akan menambah motivasi seluruh pengurus dalam menjalankan aktivitas. Apalagi organisasi ini sejatinya untuk amal kebajikan, non partisan, menjaga kemabruran haji sampai akhir hayat dan lainnya yang berkaitan dengan haji.


"Makanya semboyan kita, Haji Mabrur Sepanjang Hayat. Karena itu kita melakukan pembinaan sebelum haji, dan menjaga para haji setelah pulang. Agar terjaga kehidupannya di masyarakat," kata Husein.


Menurutnya kecintaan masyarakat terhadap IPHI karena tujuan dan kerjanya adalah berkaitan dengan kemaslahatan umat dan dakwah Islamiah. Sehingga keberadaan organisasi ini tercermin di tengah masyarakat. Sebab menurutnya, yang terpenting adalah kerja ikhlas.


"Karena janji Allah, apabila kita ikhlas, maka Allah akan memudahkan urusan kita," sebutnya, yang juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, akan dilakukan Musyawarah Wilayah IPHI Sumut untuk dilakukan pergantian kepemimpinan.


Usai menyampaikan sambutan, Wagub pun disuguhi makanan ringan dan saling bercerita bersama hadirin sebelum beranjak. Namun sebelumnya, kepada Wagub dipakaikan kemeja sebagai tanda bagian dari keluarga besar IPHI. Sebab, sebagaimana aturan yang ada di internal, setiap haji, menjadi anggota IPHI.( team )