perubahab break

Breaking News:
Loading...

coba3

contoh12

coba3

KIRIM1

Master

Beli sekarang dengan PayPal

TVLIPANRI

Daftar isi

Gubernur Sumut Harapkan Koperasi Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat


Gubernur Sumut Harapkan Koperasi Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap keberadaan koperasi bukan hanya sekadar menampung tenaga kerja, tetapi benar-benar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga manfaat koperasi dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Sumut.



Untuk itu, semua pihak terkait harus bergandengan tangan dan bersama-sama menghidupkan koperasi di daerah ini. “Mari kita bergandengan tangan. Saling mendukung untuk menghidupkan keberadaan koperasi, khususnya di Sumatera Utara. Keberadaan koperasi ini harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi pada puncak peringatan Hari Koperasi ke-71 tahun 2018 Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Kamis (25/10) di Hotel Danau Toba Medan.


Edy Rahmayadi menyampaikan, berdasarkan laporan dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sumut, keberadaan koperasi nasional hanya menyumbang 4,48 % untuk perekonomian negara. Sementara di negara lain bisa menyumbangkan hingga 20 % kepada negara.

Memang, angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya menyumbang 3,39 %, meski hanya sedikit. Namun masih jauh tertinggal dari negara lain. Seperti Prancis, keberadaan koperasinya dapat menyumbangkan 18 %, begitu juga dengan Belanda. Bahkan, Selandia Baru dapat menyumbangkan hingga 20 %. ”Jauh sekali dengan keberadaan koperasi kita saat ini,” ungkap Edy.
  
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, kata Edy, siap mendukung pengembangan koperasi, khususnya di Sumut. Dengan harapan, koperasi bisa mengubah infrastrukturnya dan memiliki program yang jelas. “Kita akan keluarkan dana jika program dari koperasi itu jelas. Kita juga ajak pihak perbankan dan kabupaten/kota untuk itu,” sebut Edy.
  
Kepada penggiat Koperasi di Sumut, Edy juga berharap, agar dapat memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki Sumut. “Kerja dengan serius, rangkul semua pihak terkait dan manfaatkan segala potensi yang ada,” katanya.
  
Ketua Dekopin Sumut Jabmar Siburian pada kesempatan itu mengatakan, keberadaan koperasi secara nasional hanya bisa berkontribusi 4,48 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun dari segi penyerapan tenaga kerja mencapai 95 % kontribusi koperasi dan UKM terhadap tenaga kerja di Indonesia.
  
“Diharapkan gerakan koperasi, khususnya di Sumatera Utara ke depan akan semakin maju dan berkembang, serta dapat meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Sumatera Utara,” ujar Jabmar.
  
Guna mendukung agar keberadaan koperasi benar-benar dirasakan masyarakat, Jabmar mengharapkan agar seluruh koperasi yang ada di Sumut bekerja dengan serius. “Sekecil apapun, jika dikerjakan dengan serius pasti hasilnya akan baik,” kata Jabmar.

Disampaikan juga, perayaan HUT Koperasi ke-71 ini juga dirangkaikan dengan beberapa kegiatan, diantaranya Lomba Tangkas Terampil Koperasi SLTA se Sumut yang dimenangkan SMAN I Aek Kuo Labuhan Batu Utara, juara kedua SMAN 4 Pematangsiantar, dan juara ketiga SMAN 3 Lahom Nias Selatan. “Lomba ini guna mendidik para generasi muda menjadi pejuang-pejuang militan di koperasi. Dengan harapan nantinya anak didik kita ini bisa membangun koperasi di sekolah-sekolahnya masing-masing,” ujar Jabmar.

Pada kesempatan itu, Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumut Ny Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Ketua Dekopin Sumut Jabmar Siburian, Kadis Koperasi dan UKM Sumut Amran Uteh memberikan penghargaan kepada Koperasi Berprestasi, Tokoh Penggiat Koperasi di Sumut, serta menyerahkan hadiah Lomba Tangkas Terampil Koperasi.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Forkopimda Sumut, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan para bupati/walikota se Sumut, pimpinan perbankan, para penggiat koperasi, dan pengurus Dekopin Sumut.( team )



Wagub Kunjungi Sekretariat DPW IPHI Sumut, Sukses Organisasi Karena Kekompakan


Wagub Kunjungi Sekretariat DPW IPHI Sumut, Sukses Organisasi Karena Kekompakan

MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut)  Musa Rajekshah mengunjungi Sekretariat Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (DPW IPHI) Sumut di Jalan Nibung Medan, Rabu (24/10) sore. Dalam ajang silaturrahim tersebut disampaikan, kekompakan menjadi kunci bagi sebuah organisasi untuk sukses.




Hal tersebut disampaikan Wagub saat silaturahim bersama para pengurus DPW IPHI Sumut serta jajaran DPD IPHI kabupaten/kota. Hadir diantaranya Ketua DPW IPHI Sumut H Ahmad Husein, Ketua Majelis Ta'lim Perempuan (MTP) Hamidah Tanjung beserta jajaran, Dewan Penasehat IPHI Sumut KH Zulfikar Hajar LC, serta Sekretaris MUI Sumut Dr Ardiansyah.



"Saya merasa sekretariat ini sejuk. Artinya kantor ini barokah. Dan yang penting, tulusnya niat para pengurus menjalankan tugas, telah membawa kebaikan bagi haji," ujar Wagub Musa Rajekshah.
  

Dalam sambutannya, Wagub berpesan bahwa keberadaan organisasi membutuhkan suatu kekompakan untuk bisa sukses. Tanpa itu maka akan sulit untuk membawa sebuah lembaga menjadi lebih baik. Karena itu dirinya mengharapkan agar pelayanan kepada haji, baik calon maupun yang telah pulang menunaikan ibadah haji, bisa diberikan IPHI.

  
"Kita berharap semoga kedepannya, IPHI di Sumut bisa lebih kompak. Karena ini bukan untuk pribadi, melainkan untuk kepentingan ummat Islam," sebutnya.


Sementara menyambut kedatangan Wakil Gubernur Sumut tersebut, Ketua DPW IPHI Sumut H Ahmad Husein mengakui bahwa selama masa kepemimpinannya, baru kali ini didatangi pejabat secara resmi. Sehingga dirinya menilai, hal ini akan menambah motivasi seluruh pengurus dalam menjalankan aktivitas. Apalagi organisasi ini sejatinya untuk amal kebajikan, non partisan, menjaga kemabruran haji sampai akhir hayat dan lainnya yang berkaitan dengan haji.


"Makanya semboyan kita, Haji Mabrur Sepanjang Hayat. Karena itu kita melakukan pembinaan sebelum haji, dan menjaga para haji setelah pulang. Agar terjaga kehidupannya di masyarakat," kata Husein.


Menurutnya kecintaan masyarakat terhadap IPHI karena tujuan dan kerjanya adalah berkaitan dengan kemaslahatan umat dan dakwah Islamiah. Sehingga keberadaan organisasi ini tercermin di tengah masyarakat. Sebab menurutnya, yang terpenting adalah kerja ikhlas.


"Karena janji Allah, apabila kita ikhlas, maka Allah akan memudahkan urusan kita," sebutnya, yang juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, akan dilakukan Musyawarah Wilayah IPHI Sumut untuk dilakukan pergantian kepemimpinan.


Usai menyampaikan sambutan, Wagub pun disuguhi makanan ringan dan saling bercerita bersama hadirin sebelum beranjak. Namun sebelumnya, kepada Wagub dipakaikan kemeja sebagai tanda bagian dari keluarga besar IPHI. Sebab, sebagaimana aturan yang ada di internal, setiap haji, menjadi anggota IPHI.( team )


Evaluasi Program Pemberdayaan Perempuan Harus Berkesinambungan


Evaluasi Program Pemberdayaan Perempuan Harus Berkesinambungan


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Hj Sabrina mengharapkan evaluasi pelaksanaan pembangunan pemberdayaan perempuan dan anak di provinsi dan kabupaten/kota terus dilakukan secara berkesinambungan. Sehingga hasilnya dapat diverifikasi oleh tim verifikator pusat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang responsif gender.




“Tidak semata-mata hanya mengejar perolehan penghargaan, melainkan bentuk tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik,” ujar Sekdaprov Sumut Sabrina pada pertemuan Pelaksanaan Verifikasi Data Hasil Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2018 di Sumut, Selasa (23/10) di ruang rapat FL Tobing Kantor Gubernur Sumut, Medan.
  
Sekdaprov Sabrina juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah menindaklanjuti program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta pengarustamaan gender (PUG) sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing. “Saya mintakan agar semua perangkat daerah dapat menindaklanjuti sesuai Tupoksi masing-masing. Mari kita tingkatkan pelaksanaan tujuh prasyarat PUG berupa komitmen, kebijakan, kelembagaan, data terpilah, sumber daya anggaran dan SDM, alat analisis dan peran serta masyarakat,” ujarnya.
  
Menurut Sabrina, PUG sebagai strategi pembangunan telah menjadi komitmen pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera, sebagaimana  tertuang dalam instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2000 tentang PUG dalam pembangunan nasional.

“Komitmen tersebut secara terus menerus dilakukan pemerintah. Pengintengrasian gender mewujudkan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan di berbagai daerah dan mewujudkan sistem politik yang demokratis, pemerintah dan desentralistik, pembangunan daerah yang berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat yang partisipatif,”ujarnya.
  
Pelaksanaan PUG, kata Sabrina, telah menunjukkan kemajuan dengan terbentuknya kelembagaan PUG di semua organisasi perangkat daerah Provinsi Sumut, namun persepektif kesetaraan  gender belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses pembangunan.
  
“Kendati demikian kita bisa bangga akan keberhasilan kaum perempuan Sumut, mengingat Wakil Ketua  DPD RI adalah perempuan asal Sumut  Prof Hj Damayanti Lubis dan saya satu-satunya perempuan menjabat sebagai Sekretaris Daerah. Ke depan kita berharap banyak lagi perempuan-perempuan Sumut yang berprestasi di tingkat nasional, bahkan international, khususnya di bidang politik dan pemerintahan,”paparnya.
  
Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sumut Hj Nurlela mengatakan, tim verifikasi dari Kementerian Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI melakukan penilaian mulai 22 - 25 Oktober 2018. “Penilaian untuk Sumut dilakukan pada Pemerintah Provinsi Sumut dan 9 kabupaten/kota yakni Tanjungbalai, Madina, Tebingtinggi, Sibolga, Deliserdang, Pakpak Bharat, Sergai, Dairi dan Karo,” ujarnya.( team )


Kegiatan MTQ Nasional Berlajalan Lancar


Prof Said : Alhamdulillah Kegiatan MTQ Nasional Berlajalan Lancar

  
MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Prof Dr H Said Agil Husin Al Munawar,MA selaku pengawas Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke XXVII di Sumatera Utara (Sumut) menuturkan kegiatan perlombaan sampai hari ini semuanya berjalan lancar. “Tidak ada kendala berarti yang dijumpai,” ujarnya.





“Alhamdulillah, semua berjalan lancar tidak ada kendala yang berarti yang kita jumpai di lapangan. Alhamdulillah,” ucap Prof Said usai melihat situasi di Asrama Haji Gedung Aula Quba, MTQ Nasional Cabang 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab Putra Putri, Senin (8/10/2018)
  
  
Mantan Menteri Agama Republik Indonesia (RI) ini sebelum singgah ke Gedung Aula Quba ia terlebih dahulu telah berkeliling ke lokasi MTQ lainnya yang digelar di Sumut. “Kita berharap acara ini lancar dan tidak ada kendala sampai pada hari perlombaan berakhir,” ujarnya.

  
Dia juga memuji seluruh peserta yang sedang berjuang di dalam MTQ Nasional ke XXVII di Sumut. Secara umum setiap cabangnya dan pada peserta dii MTQ Nasional ke XXVII Cabang 30 Juz dan Tafsir Bahasa Arab Putra/Putri.


“Alhamdulillah ya yang cabang-cabang baru seperti Ilmu Qira’t, Tartil dan Murotal semuanya diikuti peserta dengan antusias. Alhamdulillah penampilan peserta yang luar biasa dan di luar dugaan kita. Semua bersaing dan sudah tampil luar bisa,” pungkasnya. (team)


Terintegrasi dengan TI, Proses Registrasi MTQN XXVII


Terintegrasi dengan TI, Proses Registrasi MTQN XXVII di Sumut Aman dari Kecurangan

MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE )

Berbeda dengan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) sebelumnya, ada banyak inovasi yang mewarnai proses registrasi ulang pada MTQN XXVII tahun 2018 di Sumatera Utara. Salah satunya, sistem penentuan nomor peserta dan maqro yang terintegrasi dengan sistem Teknologi Informasi (TI).



Hal ini diungkapkan Nur Yasin Shirotol Mustaqim selaku Kordinator E-Maqro pada Registrasi ulang peserta MTQN, di lokasi registrasi ulang MTQN di Lapangan Gedung Madinah Al Munawarah Asrama Haji, Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution Medan, Kamis (4/10).



"Ini pertama kali kita terapkan di MTQN. Jika sebelumnya penentuan nomor dan maqro itu ditentukan dengan cara tradisional, pake kertas cabut nomor istilahnya, sekarang sudah komputer yang tentukan semuanya secara otomatis. Jangankan peserta dan dewan hakim, kami panitia pun tak tahu nomor dan maqro apa yang akan keluar," ujarnya.
  
Nur Yasin menilai bahwa banyak pihak yang merasa cara tradisional yang berlaku selama ini rawan dengan kecurangan. Khususnya terkait permintaan urutan untuk tampil dan bocoran tentang maqro yang akan diterima peserta.

"Kalau sudah pakai aplikasi, tidak ada yang bisa campur tangan. Berapa nomor yang diacak di komputer, disaksikan langsung oleh peserta, itu lah yang menjadi NPP dan nomor tampil. Begitupun dengan maqro, diacak lewat komputer. Lebih efisien juga mengurangi penggunaaan kertas," jelasnya.
  
Asisten Administrasi Umum dan Aset Pemprov Sumut Zonny Waldi, selaku Ketua Harian MTQN juga tampak di lokasi registrasi. Zonny mengatakan bahwa ada hal lain yang menarik dengan proses registrasi ulang pada MTQN XXVII tahun ini, yakni diberlakukannya sistem fingerprint.
  
"Ada inovasi pada MTQN kali ini yang terintegrasi dengan IT. Seperti fingerprint, saat registrasi ulang peserta scan finger dan pada saat akan tampil peserta juga kembali melakukan fingerprint. Tujuannya memperkuat data dan validitas identitas para peserta," tuturnya.
  
Zonny berharap proses registrasi hari ini akan berlangsung lancar, tertib, dan tanpa kendala. Begitu pula dengan hari-hari berikutnya. Sehingga, cita-cita untuk menjadi tuan rumah yang baik bisa terwujud. Lebih penting dari itu, kata Zonny, dirinya berharap MTQN di Sumut ini menjadi inspirasi dan momentum mencintai Quran.
  
Registrasi Ulang

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Medan H Al Ahyu MA selaku Kordinator Panitia Registrasi MTQN mengatakan, ada sebanyak 16 Provinsi yang mendaftarkan kafilah pada registrasi ulang periode pertama MTQN XXVII tahun 2018. Registrasi dilaksanakan di Lapangan depan Gedung Madinah Al Munawarah Asrama Haji, Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution Medan, Kamis (4/10).
  
"Hari ini merupakan registrasi ulang periode pertama, diikuti sebanyak 16 provinsi termasuk Sumatera Utara (Sumut). Besok masih ada lagi untuk periode kedua, diikuti 18 provinsi berikutnya. Hari ini, kita mulai pada jam 1 siang hingga 11 malam," ujarnya.

Al Ahyu mengatakan bahwa Sumut menjadi provinsi pertama yang akan melakukan registrasi ulang. Disusul kemudian, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Papua, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Papua Barat, Aceh, Kepulaluan Riau, Riau, Jambi, Jawa Barat, NTT, NTB, dan Bali.

"Kalau ditotal ada sebanyak 720 peserta yang akan kita layani untuk registrasi ulang hari ini. Apa yang sudah mereka daftar melalui online, kita verifikasi di sini kembali bersama dengan Panitera MTQ. Selesai registrasi, peserta kemudian mendapatkan kartu NPP dan nomor tampil," jelasnya.
  
Muhammad ikhwan Nur Fadillah (16), salah satu peserta MTQN cabang Syarhil Quran dari Kalimantan Tengah mengaku takjub dengan sistem baru pada registrasi ulang MTQN. "Makin canggih aja, nomor urut kita tadi langsung diacak sama komputer. Dulu kan, cabut nomor. Makin mantap lah," tuturnya.( team )
  
Para Khafila Melakukan Registrasi Ulang MTQ Nasional di Gedung Asrama Haji Medan pada Hari Kamis Tanggal 3 Oktober 2018

Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Korea


Pemprov Sumut Berencana Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Korea untuk Pengembangan Air Bersih


MEDAN, ( lsmlipanri online )

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Korea National Smart Water Grid Research Group (NSWGRG) untuk mengembangkan dan meningkatkan ketersediaan air bersih di Sumut.



“Saya pribadi sangat mengapresiasi niat baik National Smart Water Grid Research Group untuk bekerja sama terkait pengembangan air bersih di Sumut. Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat, ketersediaannya penting,” ujar Wakil Guberunur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah saat menerima rombongan NSWGRG, di ruang kerjanya, Senin (1/10).



Wagub Musa Rajekshah, yang sering juga disapa dengan Ijeck, menyampaikan bahwa Pemprov Sumut  akan bersedia membantu segala kebutuhan yang dibutuhkan pihak NSWGRG untuk mendukung keberhasilan kerja sama tersebut.

 “Masukan dari saya, selain pengembangan ketersediaan air bersih melalui pencarian titik-titik sumber air, perlu juga dilakukan pengelolaan air limbah. Air yang sudah digunakan dari rumah-rumah, di daur ulang kembali menjadi air bersih,” katanya.

Ijeck mengatakan bahwa ketersediaan dan kebutuhan air bersih sangat penting di tengah masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat, kata Ijeck, sudah menjadi kewajiban Pemprov Sumut untuk menjamin kebutuhan vital ini tersedia dan terjangkau bagi masyarakat Sumut.

“Ada banyak faktor yang menyebabkan ketersediaan air mulai berkurang di Sumut. Sungai-sungai tercemari sampah, hal ini juga menjadi catatan penting bagi kita. Bagaimana untuk mengedukasi dan mempersuasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai,” tuturnya.

Sementara itu, Profesor Kyung Taek Yum bersama rombongan mewakili NSWGRG menyampaikan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menindaklanjuti rencana kerja sama yang sudah didiskusikan tahun lalu.

“Tahun lalu, kami sudah pernah berkunjung ke sini. Dari tinjauan kami, daerah Belawan merupakan lokasi yang cocok untuk melakukan pilot project dan feasibility study sebagai langkah awal. Jika berhasil, kerja sama bisa kita lakukan untuk yang lebih besar di seluruh Medan sebagai Master Plan,” jelasnya.

Kepada Wagub, Kyung Taek meminta izin dan dukungan untuk kepada dirinya dan tim untuk bisa melakukan studi kelayakan. Dengan menggunakan teknologi canggih yang disebut Smart Water Grid yang terintegrasi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi, NSWGRG mampu memetakan dan mendeteksi sumber-sumber air bersih.

“Pemetaan ini, akan memudahkan penyaluran air bersih kepada masyarakat. Dan semakin melimpah jumlah air bersih, harga juga terjangkau nantinya. Secara teknis, kita akan bekerja dan berkordinasi dengan PDAM,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Setdaprov Sumut Ir Ibnu Sri Hutomo MM, Kepala Biro Bina Perekonomian Ernita Bangun SE MAP, mewakili Biro Otda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Direktur Eksekutif Kadin Sumut Hendra Utama, Ketua Umum Kadin Sumut Ivan Iskandar Batubara, dan Wakil Ketua Kadin Sumut Sjahrian Harahap. ( team )


Gubernur Motivasi dan Ajak Mahasiswa Berkontribusi untuk Sumut


Gubernur Motivasi dan Ajak Mahasiswa Berkontribusi untuk Sumut

MEDAN,( lsmlipanri online )

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memotivasi dan mengajak para mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) untuk berkontribusi dalam pembangunan Sumatera Utara (Sumut) melalui sumbangan-sumbangan pemikiran yang diperoleh selama duduk di bangku kuliah.

 

“Kami, pemerintah ini hanya sebagai pelaksana. Tapi referensi, riset, dan pusat pengetahuan itu ada di sini, di universitas. Untuk itu, anak-anakku mahasiswa, tuntutlah ilmu dengan benar dan sungguh-sungguh. Pergunakan ilmu itu untuk menjadi solusi permasalahan yang ada di Sumut,” ujar Edy Rahmayadi saat menghadiri acara Colour Run Dies Natalies USU ke-66 di Gedung Pancasila USU Jalan Universitas, Minggu (30/9).


 Kedepan, Edy berharap agar mahasiswa-mahasiswa yang ada di tingkat akhir menyusun skripsi yang berkaitan langsung dengan permasalahan yang ada di tengah masyarakat Sumut. Kemudian, skripsi tersebut akan dijadikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sebagai referensi dalam menyusun program kerja.


“Saya sedang fokus jadikan Sumut provinsi agraris. Kalau kalian punya ide-ide dan inovasi dalam pertanian, kalian tuliskan. Selain bisa menghasilkan produk-produk pertanian yang unggul, hal ini tentunya juga akan berdampak pada kesejahteraan petani-petani di Sumut,” katanya.


 Kepada mahasiswa, Edy juga berpesan untuk selalu menumbuhkan rasa cinta dan bangga kepada daerah. Edy mengingatkan agar di masa depan para mahasiswa, khususnya yang berasal dari Sumut, bersedia kembali dan membangun daerah.


 “Kalian harus bisa jadi pemimpin di daerah sendiri. Dan kalau bisa, pemimpin-pemimpin Sumut di masa depan itu yang muda-muda. Jangan seperti kami lagi, yang tua-tua ini,” canda Edy.


 Edy berharap kegiatan jalan sehat pada Colour Run Dies Natalies USU akan terus ada. Hal ini bermanfaat untuk menumbuhkan suasana akrab dan kebersamaan antara mahasiswa, dosen, rektor dan jajaran pengurus di USU melalui kegiatan yang santai dan tidak formal. Tidak lupa, Edy juga mengajak orang yang hadir untuk mengheningkan cipta dan berdoa untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana di Palu dan Donggala.


 Sementara itu, Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum mengapresiasi dan berterima kasih kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang telah menyempatkan waktu untuk menghadiri perayaan Dies Natalis USU. “Hari ini, kita sangat berbahagia karena mendapat kunjungan kehormatan dari Bapak Gubernur, bertatap muka langsung dengan kita dan berjalan kaki santai bersama,” tuturnya.


 Runtung menyampaikan bahwa USU akan selalu siap untuk berkolaborasi dan kerja sama dengan pemerintah dalam rangka mewujudkan Sumut yang lebih baik. “Kita akan segera mendata apa yang harus kita lakukan. Untuk langkah awal mungkin pembenahan lingkungan kampus dulu, benahi ruang terbuka hijau USU sehingga bisa bermanfaat tak hanya bagi civitas akademik tapi juga masyarakat,” jelas Runtung.


Colour Run dimulai pukul 07.00 pagi. Gubernur Edy, Rektor USU Runtung, dan lima ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pengajar di USU melakukan lari santai dan ringan mengelilingi USU. Tampak suasana riang dan ceria yang dirasakan oleh peserta saat ditaburi tepung warna-warni pada pos-pos di rute lari yang dilewati. Saat itu, dilakukan pula pelepasan balon dan pengguntingan pita untuk membuka acara perayaan Dies Natalis ke-66.( team )



Gubernur Edy Taburkan 3.000 Benih Ikan ke Sungai Deli



Gubernur Edy Taburkan 3.000 Benih Ikan ke Sungai Deli


MEDAN,( lsmlipanri online )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menabur sedikitnya 3.000 benih ikan di  Sungai Deli, Minggu (30/9). Diharapkan, benih ikan berbagai jenis itu dapat berkembang biak di Sungai Deli dan berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di sekitar sungai.


Gubsu Edy Rahmayadi mengapresiasi kegiatan penaburan benih ikan yang dimotori oleh Yayasan Budaya Hijau Indonesia dan sejumlah komunitas serta relawan peduli sungai lainnya. Karena kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dapat mewujudkan Sumut bermartabat.

 Sumut yang bermartabat, menurut Edy Rahmayadi, bukan hanya untuk masyarakatnya saja, tetapi untuk semua makhluk Tuhan.

 Karena itu, kata Edy, apa yang sudah diberikan Tuhan kepada masyarakat Sumut harus dipelihara bersama, termasuk sungai dan lingkungannya. “Yang paling penting  saat ini kita fokus di sungai.  Kami sudah berdiskusi pada yang berkompeten di bidang ini, nanti kedepan akan kita tindak lanjuti untuk menjaga sungai,” katanya.

 Edy juga sadar, bahwa kegiatan penaburan benih ikan di sungai juga menjadi sindiran bagi pemerintah daerah (Pemda). Meski begitu, pihaknya akan menindaklajuti upaya pelestarian lingkungan dan kawasan sungai yang sudah dilakukan LSM dan komunitas peduli sungai. Termasuk penataan pemukiman penduduk di pinggir sungai.

 “Hari ini kegiatannya, menabur benih ikan di sungai, nah ini yang harus kita lanjuti. Tapi yang saya minta sungainya dulu dibenerin baru kita tabur ikan,” katanya.

 Sementara itu, acara penaburan benih ikan berlangsung lancar. Sejumlah komunitas yang hadir tampak antusias dan saling bekerjasama untuk mensukseskan kegiatan, yang ditandai dengan penaburan benih ikan oleh Gubernur Edy Rahmayadi dan perwakilan komunitas, serta para relawan dari atas boat. Satu persatu kantong plastik berisi benih ikan dibuka dan ditaburkan ke sungai.( team )

Diminta Dukung Pengembangan Peternakan di Sumut


PTPN dan Perkebunan Swasta Diminta Dukung Pengembangan Peternakan di Sumut

MEDAN,( lsmlipanri online )

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengharapkan dukungan PTPN 3, PTPN 4 dan perkebunan swasta dalam pengembangan peternakan di Sumut. Antara lain, bekerjasama dengan masyarakat setempat dalam pengembangan peternakan di daerah masing-masing.



 Demikian disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah pada Pertemuan Kelompok Ternak dan Petugas Inseminator se Sumut, Kamis (27/9) di Hotel Grand Kanaya Jalan Ayahanda/Darusalam Medan.

Untuk itu, menurut Wagub Musa Rajekshah, Pemprov Sumut segera mengeluarkan  instruksi kepada pihak PTPN dan perkebunan swasta. “Tujuan dari instruksi ini agar masyarakat di Sumut mampu meningkatkan hasil peternakan dan menjadikan Provinsi Sumut tercinta kita menjadi nomor satuh penghasil ternak sapi,/kerbau, kambing, babi, ayam dan itik,”katanya.

Wagub menyebutkan, permintaan terhadap bahan pangan asal ternak seperti daging, telur dan susu terus meningkat, seiring dengan peningkatan penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat. Karena itu, Provinsi Sumut sebagai kawasan industri peternakan, pertanian dan perkebunan, harus mampu meningkatkan produksi peternakan.

 “Pembangunan ketahanan pangan dan peternakan harus ditingkatkan, guna tersedianya pangan yang cukup, kesehatan yang prima, mata pencarianan yang menyenangkan, serta harga-harga barang yang terjangkau,”jelas Musa Rajekshah .

Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, populasi sapi potong di Sumut saat ini sebanyak 712.106 ekor, sapi perah 1.948 ekor dan kerbau 108.792 ekor. Sementara kebutuhan daging sapi/kerbau per tahun 24.539 ton. Kebutuhan ini dipenuhi dari produksi lokal sebanyak 19.100 ton, sedangkan sisanya masih dipenuhi dari impor sebanyak 5.439 ton setara dengan 29.232 ekor per tahun.

“Sebagai konsekuensinya penyediaan produk ternak terutama daging sapi/kerbau dituntut untuk terus meningkat, menyikapi hal tersebut, perlu dilaksanakan percepatan populasi ternak di Sumut,”jelasnya.

Dengan potensi sumber daya alam yang tersedia, berupa padang penggembalaan dan lahan perkebunan, baik PTPN ataupun perkebunan swasta di Sumut seluas lebih kurang 1,2 juta hektar, menurut Wagub penyediaan ternak sapi lokal masih sangat berpeluang untuk dikembangkan. “Karena itu, pentingnya dukungan PTPN dan perkebunan swasta dalam hal ini,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wagub Sumut Musa Rajekshah menyerahkan secara simbolis bantuan ternak sapi, kerbau, kambing, babi, ayam dan itik untuk kelompok ternak dan menyerahkan handphone kepada petugas inseminator se Sumut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Dahler Lubis menyampaikan, dalam rangka peningkatan populasi ternak, tahun ini pihaknya menyebarkan ternak sapi potong sebanyak 2.016 ekor untuk 252 kelompok, kerbau 424 ekor untuk 53 kelompok, kambing 2.000 ekor untuk 100 kelompok, babi 1.600 ekor untuk 80 kelompok, ayam 1.750 ekor untuk 5 kelompok, dan itik 6.250 ekor untuk 25 kelompok.

Kata Dahler, demi tercapainya percepatan peningkatan populasi dan sejalan dengan program nasional, telah dilaksanakan kegiatan Upsus Siwab (upaya khusus sapi/kerbau indukan wajib bunting) di 27 kabupaten/kota dengan memberdayakan 350 orang petugas inseminator.

 “Setiap petugas memiliki wilayah kerja yang dapat dihubungi oleh peternak ketika ternaknya birahi atau ada masalah, kemudian petugas akan melakukan inseminasi buatan (kawin suntik) pada sapi/kerbau setiap hari dan  melaporkannya melalui SMS (pesan singkat) atau internet ke sistem pelaporan nasional bernama iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional). Jadi, setiap petugas wajib memiliki handphone untuk menerima laporan dari peternak dan melaporkan kegiatan inseminasi buatan setiap hari ke isikhnas,”paparnya.

Disebutkan juga, target kawin inseminasi buatan di Sumut tahun ini sebanyak 103.800 ekor dan telah tercapai 111.200 ekor (106%) sampai dengan September 2018.

 “Dan tujuan pelaksanaan pertemuan ini adalah memberikan bimbingan dan pelatihan kegiatan pengembangan budidaya ternak, evaluasi kegiatan Upsus Siwab Provinsi Sumatera Utara,memotivasi kelompok ternak dalam mendukung keberhasilan Upsus Siwab, pengembangan pola kemitraan peternakan di daerah ini,” jelasnya.

Sementara, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Sugiono menjelaskan di tahun 2017 Sumut masuk nomor 3 besar dalam bidang produksi sapi, setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

“Atas prestasi ini pantas kita apresiasi kepada Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, juga di kabupaten /kota, serta peran para petugas inseminasi ternak yang loyal dan rutin melakukan kegiatan, juga mencatat langsung dan melaporkan  setiap kegiatan yang dilakukan,”paparnya.

Turut hadir di acara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut A Rifai Tambunan, sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan kabupten/kota,  perwakilan perguruan tinggi, para  kelompok tani dan inseminator se Sumut.( team )



Konjen Tiongkok Harapkan Jadi Mitra Pemprov


Konjen Tiongkok Harapkan Jadi Mitra Pemprov Wujudkan Sumut Bermartabat

MEDAN, ( lsmlipanri online )

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menyambut baik niat dan harapan Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok untuk bisa menjadi mitra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mewujudkan Sumatera Utara Bermartabat.



“Saya berterima kasih dan mengapresiasi kedatangan Bapak Sun Ang. Hubungan baik yang selama ini sudah berjalan mari terus kita tingkatkan,” ujar Musa Rajekshah atau yang sering disapa Ijeck, saat menerima Konjen Tiongkok untuk Medan Sun Ang, di ruang kerjanya lantai 9 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (25/9).

Kepada Sun Ang, Ijeck yang juga didampingi Staf Ahli Gubsu Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Drs Elisa Marbun memaparkan program-program prioritas yang ingin dikelola dan kembangkan Pemprov dalam mewujudkan Sumut yang bermartabat, yakni perihal ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pertanian.

“Kami tentu merasa sangat terbantu, jika Tiongkok ingin bekerja sama dan bermitra mewujudkan cita-cita kami. Sebagai negara yang sudah bersahabat sejak lama, sudah sepatutnya kita saling bantu. Kami pun tentu bersedia bantu, jika Tiongkok butuhkan,” katanya.

Selain program-program prioritas dari Sumut Bermartabat, Ijeck juga terbuka apabila ada program-program yang disarankan oleh Konjen Tiongkok untuk dikembangkan di Sumut. “Selama itu untuk membangun Sumut menjadi lebih baik, kita terbuka jika ada masukan dan saran,” tuturnya.

Sebelumnya, Konjen Tiongkok Sun Ang mengucapkan terima kasih kepada Wagub Sumut Ijeck yang telah menerima kedatangan dirinya dan rombongan. Sun Ang juga mengucapkan selamat kepada Ijeck dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang telah dipercaya mengemban amanah memimpin Sumut hingga lima tahun kedepan.

“Saya berharap, akan ada lebih banyak lagi kerja sama yang kita lakukan. Selama ini, sudah banyak kerja sama antara Tiongkok dan Sumut yang berjalan baik, seperti pembangunan tol. Tiongkok juga merupakan salah satu negara penyumbang wisatawan terbesar untuk Sumut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sun Ang menjelaskan bahwa Tiongkok memiliki program yang disebut jalur sutra maritim. Hal ini sangat berkesinambungan dengan program Presiden RI Jokowi, yaitu menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sumut juga miliki banyak wilayah pesisir, mungkin nanti bisa kita pikirkan program kerja sama yang bisa menyejahterakan perekonomian masyarakat pesisir,” harapnya.( team )



Mendikbud dan Gubernur Sumut Kobarkan Semangat Peduli Disabilitas


Pembawa Terakhir Obor Asian Para Games di Medan, Mendikbud dan Gubernur Sumut Kobarkan Semangat Peduli Disabilitas


MEDAN , ( lsmlipanri online )

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi pembawa terakhir Obor Asian Para Games 2018 di Kota Medan, setelah menerima estafet obor dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, di Lapangan Benteng, Minggu (23/9), usai diarak keliling Kota Medan.

Mendikbud dan Gubernur kompak mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk bersama-sama mengobarkan semangat peduli terhadap disabilitas.



Disampaikan juga, saat ini sedikitnya ada 17 atlet asal Sumut yang akan mewakili Indonesia untuk   bertanding di Asian Para Games 2018. Edy berharap para atlet tersebut dapat mengukir prestasi dan mengibarkan bendera merah putih di ajang bergengsi Asian Para Games 2018.
Terkait pembinaan para atlet, menurut Edy, tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat.

“Yang  namanya atlet  harus jangka panjang. Dilatih secara bertahap, bertingkat dan berlanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Mendikbud Muhadjir Effendy mengharapkan, kehadiran Obor Asian Para Games di Medan selain untuk mengobarkan semangat peduli terhadap disabilitas, juga dapat memupuk dan memperkokoh semangat persatuan, persaudaraan dan kerukunan, serta kerja keras untuk seluruh masyarakat Sumut, khususnya Kota Medan.

Tentang pendidikan untuk penyandang disabilitas, Mendikbud mengatakan, Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi telah memiliki SKO (Sekolah Keolahragaan)  di seluruh Indonesia,  termasuk di Sumatera Utara.

“ Salah satu tempat atau ruangan yang disiapkan di SKO adalah untuk para siswa yang mengalami disabilitas,” katanya.

Menurut Mendikbud, di SKO para penyandang disabilitas diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan keterampilannya di bidang olah raga, kemudian di pupuk secara terus menerus sehingga  bisa mencapai prestasi yang  setinggi-tingginya.

“Dengan begitu mereka bisa menjadi manusia secara utuh secara hakikat dan memiliki semangat kemandirian dan percaya diri, dan tentu saja juga bisa mendapatkan penghargaan yang layak sesuai prestasi yang telah diraih,” katanya.

Selain itu, saat ini Kemendikbud juga akan membentuk salah satu Direktorat tersendiri yang tidak bercampur dengan urusan yang lain.

“Jadi khusus untuk menangani siswa disabilitas seluruh Indonensia,” jelasnya.

Sementara itu acara penyambutan terakhir Obor Asian Para Games 2018 di Lapangan Benteng berlangsung meriah. Selain diramaikan puluhan stan UKM yang menyajikan beragam kuliner, juga diisi dengan persembahan tari-tarian tradisional dan modern. Serta dihibur artis ibukota Sammy Simorangkir dan Govinda Band.( team )


Wali Kota Medan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Brata Toba 2018


Wali Kota Medan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Brata Toba 2018

Medan, ( lsmlipanri online )

Wali Kota Medan Drs.H.T Dzulmi Eldin S, MSI menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Brata Toba 2018 di Lapangan Benteng, Rabu (19/09). Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan Personil, Sarana, Prasarana dalam pengamanan Pileg dan Pilpres 2019.



Apel Gelar Pasukan Operasi Mantab Brata Toba 2018 ini dipimpin Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto dan dihadiri Unsur FKPD Sumatera Utara dan FKPD Kota Medan diantaranya Ketua DPRD Sumut, Danlantamal I Belawan.

Dalam membacakan Sambutan Kapolri, Kapolda Sumut mengatakan, Tujuan apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat ini yakni untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum diterjunkan. dengan demikian dalam pelaksanaan tugas akan dilaksanakan dengan baik. "Nantinya Pemilu 2019 akan terselenggara aman, lancar dan damai," Kata Kapolda.

Operasi Mantap Brata Toba 2018 akan berlangsung selama 397 hari sejak 20 September 2018 sampai dengan 21 Oktober 2019.

Selanjutnya Wali Kota, bersama Kapolda Sumut dan Unsur Forkominda menyaksikan simulasi pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 yang digelar di Depan Gedung DPRD Sumut. Berbagai aksi pengamanan digelar oleh personel Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Kemudian kegiatan ditutup dengan deklarasi  Pemilu Damai 2019 yang dibacakan oleh Kapolda Sumut, Wali kota Medan, Ketua DPRD Sumut, Ketua KPU Sumut dan Ketua Bawaslu Sumut serta seluruh Unsur masyarakat. ( team )

Wali Kota Ajak Seluruh ASN Dedikasikan Diri Membangun Medan


Wali Kota Ajak Seluruh ASN Dedikasikan Diri Membangun Medan

Medan, (lsmlipanri online )

               Wali Kota Medan, Drs. H.T Dzulmi Eldin S, M.Si mengajak seluruh jajaran Pemko Medan untuk terus mendedikasikan diri membangun Medan dengan merealisasikan program-program yang telah ditetapkan.


               “Mari kita kaji kembali visi pembangunan kota tahun 2021. Gunakan data dan parameter-parameter yang ada, seperti di RPJMD, Renstra, RKPD, LPPD, dan hasil-hasil penilaian kinerjaa yang selama ini kita terima,” ujar Wali Kota Medan saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Walikota Medan, Senin (17/9).

               Pada upacara yang diikuti oleh Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si, para asisten dan staf ahli, pimpinan OPD, dan ASN di lingkungan Pemko Medan itu, Wali Kota menyatakan, berbagai parameter tersebut dapat dijadikan acuan dalam merumuskan program kerja yang berkelanjutan, yang dapat meningkatkan daya saing, membuat kota menjadi nyaman, aman, dan meningkatkan pendapatan, serta kesejahteraan masyarakat.

               “Saya akan selalu memantau dan mengevaluasi capaian-capaian kinerja yang telah maupun sedang dilaksanakan,” tegas Wali Kota.

               Wali Kota juga mengajak seluruh jajarannya untuk berkerja dengan iklas dan semangat yang tinggi. Menurutnya, diperlukan motivasi yang diri untuk selalu berprestasi terbaik dan selalu berpikir positif.

               “Bekerjalah dengan inovasi, dengan hati dan estetika, jangan asal jadi. Kesampingkan kepentingan pribadi dan utamakan kepentingan masyarakat. Berikan produk pembangunan terbaik bagi masyarakat kota Medan,” pesan Wali Kota.

               Wali Kota juga berharap agar semangat kebersamaan ASN tetap terjalin dan ditingkatkan. Dengan kebersamaan, tambah Wali Kota, visi dan harapan masyarakat pada Pemko Medan bisa tercapai dengan baik.

               Dalam upacara itu, Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh ASN Pemko Medan terus meningkatkan disiplin dan kesetiaan pada tugas demi mencapai hasil kerja yang lebih baik.

               “Berdoalah sebelum bekerja dan laksana tugas dengan iklas. Karena memang sebagai aparatur negara kita dituntut melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ada konsekuensi yang harus ditanggung jika kita tidak melaksankan tugas dengan baik,” tanbah Wali Kota seraya mengingatkan, jangan pula karena sanksi baru bekerja dengan baik, namun etos kerja itu harus bangkit dari kesadaran diri sebagai aparatur negara.

               Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan ASN Pemko Medan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Saling membantu dan mendoakan jika ada yang mendapat musibah, kemalangan, maupun menghadapi masalah.

               “Kita doakan agar persoalan saudara-saudara kita cepat selesai, bukan malah menyebar isu yang tidak baik,” ucap Wali Kota serya mengingatkan, sikap buruk tersebut hanya akan menambah dosa. ( team )