perubahab break

Breaking News:
Loading...

coba3

contoh12

coba3

KIRIM1

Master

Beli sekarang dengan PayPal

TVLIPANRI

Daftar isi

MUI Sumut Terbaik


MUI Sumut Terbaik Seluruh Indonesia,Gubernur Sebut MUI adalah Payung Umat


MEDAN,( kbn lipanri )

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) dinobatkan sebagai MUI terbaik di seluruh Indonesia. Kabar baik tersebut diinformasikan oleh Ketua Bidang Hukum MUI Pusat Drs H Basri Barmanra saat mewakili Ketua MUI Pusat pada acara pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV MUI Sumut 2019, di Asrama Haji Medan, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan, Selasa (22/10).





FOTO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) IV MUI Sumut 2019, di Asrama Haji Medan, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan, Selasa (22/10). Gubernur berharap MUI senantiasa menjadi payung umat yang mampu melindungi dari berbagai persoalan

Rakerda dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Hadir di antaranya, Ketua Bidang Dakwah MUI Pusat HM Adnan Harahap, Ketua MUI Sumut H Abdullah Syah, Rektor UIN SU Saidun Rahman, Ketua dan anggota MUI se-Sumut, OPD Pemprov Sumut dan unsur Forkopimda Sumut.



Dalam sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat untuk pencapaian dan pelaksanaan Rakerda. Berharap agar MUI senantiasa menjadi payung umat yang mampu melindungi dari berbagai persoalan.



"MUI itu tidak hanya berbicara dan terbatas pada soal keagamaan, lebih luas dari itu, juga persoalan ketuhanan, persoalan kemanusiaan, persoalan bangsa. Eksistensi MUI berbanding lurus dengan kemajuan dan kondisi Republik ini," harapnya.



Edy Rahmayadi mengaku selalu menyempatkan hadir di setiap acara MUI dan mendatangi ulama. Sebagai umara (pemimpin), kata Edy, sudah menjadi kewajiban baginya untuk meminta petunjuk dan bimbingan dari para ulama. Tanpa ilmu dan peringatan ulama, umat bisa tersesat dalam menjalani kehidupan dunia yang bersifat sementara ini.



Edy berharap Rakerda akan berjalan dengan lancar dan sukses. "Saya tunggu hasil Rakerda ini, semoga melahirkan program dan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat Sumut secara keseluruhan," katanya.



Usai dibuka secara resmi, kemudian dilakukan penyerahan cendera mata oleh MUI Pusat kepada Gubernur Edy Rahamyadi. Dilanjutkan dengan foto bersama dan jamuan makan malam di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30 Medan.



Sebelumnya, Ketua Bidang Hukum MUI Pusat H Basri Barmanra menjelaskan, bahwa penobatan Sumut dengan MUI terbaik merupakan hasil dari Rakernas MUI yang terkahir. Melalui laporan penelitian terhadap monitoring dan evaluasi seluruh MUI di Indonesia, MUI Sumut memperlihatkan memiliki kualitas yang baik dari berbagai aspek yang telah ditentukan.



"Salah satu yang menonjol adalah MUI Sumut mampu menampilkan MUI sebagai pelindung umat. Dan hubungan yang baik dengan umara, buktinya Bapak Gubernur selalu hadir setiap kali ada acara MUI," jelasnya.



Sementara itu, Ketua MUI Sumut H Abdullah Syah menyebut bahwa tema yang diangkat pada Rakerda Sumut adalah ‘Meneguhkan Islam Wasathiyah Mewujudkan Sumut yang Maju dan Bermartabat’. Dimana rangkaian acara selain Rakerda adalah silaturahmi MUI Regional se-Sumatera dan dialog membahas wisata halal oleh MUI Provinsi Aceh, Bali, NTB, Jakarta, dan Lampung. Serta wisata halal di level internasional yang menghadirkan narasumber dari Malaysia.( limber sinaga )





Sarjana Yang Bisa Mengubah Sumut




Hadiri Wisuda ke-54 ITM,Gubernur: Jadilah Sarjana YangBisa Mengubah Sumut


MEDAN,( kbn lipanri )

Menjadi sarjana berarti melangkah maju ke sebuah fase dimana seseorang terjun ke dalam masyarakat, setelah menuntut ilmu di perguruan tinggi. Karena itu, sarjana diharapkan mampu berbuat bagi masyarakat dan kemajuan Sumatera Utara (Sumut) ke depan.

 FOTO

Gubernur Sumatera Utara  Edy Rahmayadi menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Institut Tekhnik Medan (ITM) periode 54 tahun 2019 di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (19/10/2019).


“Sarjana haruslah berbuat sesuatu, terutama bagi kemajuan Sumatera Utara. Untuk apa jadi sarjana, kalau tidak ada yang bisa anda buat untuk masyarakat Sumatera Utara,” ujar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Wisuda ke-54 Institut Teknologi Medan (ITM) di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (19/10).



Gubernur mengatakan, membangun Sumut bisa dilakukan dengan inovasi dan mengembangkan kreativitas. Kemampuan mahasiswa teknik harus dimanfaatkan untuk membangun Sumut. Apalagi, beberapa waktu ke depan, Sumut memiliki banyak rencana pembangunan.



Untuk itu, katanya, para sarjana haruslah berkontribusi dalam pembangunan tersebut. Serta  merancang sendiri pembangunan yang dibutuhkan. “Saya tahu sarjana-sarjana ini pintar-pintar, apalagi kuliahnya di jurusan teknik, pasti bisa merancang (pembangunan) ini semua,” kata Edy Rahmayadi yang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumut Hasmirizal Lubis.


 
Selain itu, kata Edy, membangun watak pribadi juga harus dilakukan anak-anak Sumut, khususnya para sarjana. Terutama tentang moral dan kejujuran. Seperti Negara Jepang dan Finlandia yang maju karena tertanam sikap kejujuran dalam kehidupan masyarakatnya.



“Mulailah langkah pertama dengan kejujuran, ayolah kita jujur sehingga berkurang penjara di kita setiap hari 1 penjara, seperti di Finlandia,” pesan Gubernur.



Rektor ITM Medan Mahrizal Masri menyebutkan ada 530 mahasiswa dari berbagai fakultas yang mengikuti Wisuda ke-54 ini. Kepada para wisudawan rektor mengingatkan, bahwa persaingan hidup ke depan semakin ketat dan kompetitif. Untuk itu para wisudawan diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan pengetahuan, kemampuan, dan sikap, agar dapat bersaing pada kompetisi di luar.



Mahrizal juga memaparkan, selama ini ITM telah menorehkan beberapa prestasi. Salah satunya, mobil listrik buatan mahasiswa ITM berkompetisi di sirkuit Sepang Malaysia dalam ajang kompetisi mobil hemat energi tingkat Asia 2019. Serta berhasil finish para peringkat ke-2.



Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Cemerlang mengatakan Sumut tidak bisa dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sendiri. Harus ada dukungan dari segenap elemen masyarakat, termasuk para mahasiswa yang telah lulus menjadi sarjana.



Selain itu, Cemerlang juga berpesan kepada para wisudawan, wisuda bukanlah tujuan akhir. Tapi proses atau perjalanan hidup seseorang. “Acara wisuda bukan tujuan akhir, ini adalah bagian dari perjalanan kalian untuk selanjutnya kerkiprah di masyarakat,” katanya.



Sementara itu diketahui, bahwa 530 mahasiswa yang mengikuti Wisuda ke-54 ini berasal dari 3 fakultas yaitu Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknologi Industri (FTI), dan Fakultas Teknologi Mineral (FTM). Serta 10 program studi (Prodi), yaitu Teknik Mesin 85, Teknik elektro 72, Teknik Industri 35, Teknik Kimia 58, Teknik Informatika 54, Teknik sipil 78, Teknik Arsitektur 21, Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota 35, Teknik Pertambangan 73, dan Teknik Geologi 19.( limber sinaga )


FOTO
Gubernur Sumatera Utara  Edy Rahmayadi menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Institut Tekhnik Medan (ITM) periode 54 tahun 2019 di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Sabtu (19/10/2019).

Silaturahmi Milad ke-53 KAHMI


Malam Silaturahmi Milad ke-53 KAHMI,Edy Rahmayadi: Dari Dahulu HMI Jadi Garda Terdepan


MEDAN,( kbn lipanri )

Malam Silaturahmi Milad ke-53 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) yang digelar di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan, Minggu (13/10) malam, menjadi momen untuk mengingat bahwa organisasi ini adalah garda terdepan mengawal bangsa.






FOTO
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menghadiri Malam Silaturahmi Milad Ke-53 KAHMI,  di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Nomor12 Medan, Minggu (13/10) malam.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi dalam pidato sambutannya di acara tersebut. Menurutnya, sejarah perjuangan bangsa ini, tidak terlepas dari peran kaum muda/mahasiswa yang kala itu, diprakarsai oleh berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 1947 silam.



“Dari dulu HMI itu berada di garda terdepan. Karena mereka (HMI) lahir ketika negara dalam kondisi tidak baik. Dan saya berharap sempai sekarang, HMI dan Kahmi, harus tetap bersama-sama mengawal bangsa ini, khususnya di Sumatera Utara,” ujar Gubernur.



Untuk itu, lanjutnya, HMI yang melahirkan Kahmi, harus bisa berperan menjadikan bangsa ini dapat   bersaing dengan negara lain. Dengan modal intelektualitas, maka kemampuan Indonesia secara umum bisa menyaingi negara maju sekalipun.



“Saya datang kemari (Kahmi) ingin tukar pikiran, sehingga saya bisa bekerja dengan baik. Karena saya ingin memperbaiki Sumut, karena itu saya butuh bantuan kalian semua,” sebut Edy Rahmayadi.



Selain itu, Edy juga melihat bahwa persaingan ekonomi global hingga gejolak sosial yang terjadi di negara ini, harus bisa dihadapi secara bersama. Itu pula kenapa dirinya menekankan pentingnya memahami, mempelajari dan mengamalkan isi Alquran dengan baik bagi kehidupan masyarakat. Sebab di dalamnya berisi tentang bagaimana berkehidupan dengan segala aspeknya.



“Orang mempelajari Alquran, sudah sampai ke bulan. Kita baru membaca, belum mempelajari dan mengimplementasikan. Maka, mari kita sama-sama berbuat, itulah HMI (Kahmi),” kata Gubernur lagi.



Ketua Umum Kahmi Medan Hasim Purba dalam sambutannya juga mengimbau kepada seluruh keluarga besar HMI di Medan dan Sumut, untuk bergotong royong mendukung pembangunan di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.



“Saya berharap Kahmi bisa berpartiipasi membangun Sumut. Jadi Kahmi bukan penghalang. Kahmi sebagai elemen masyarakat, elemen bangsa, sangat berkewajiban bagaimana berperan dalam pembangunan secara nasional,” sebut Hasim.



Sumber daya Kahmi, katanya, berawal dari peran HMI. Karenanya HMI adalah pejuang kemerdekaan yang sama tujuannya dengan pendirian Republik Indonesia. Yakni mewujudkan masyarakat adil, makmur, sejahtera dan diridhoi Allah SWT.



“Oleh karena itu di Sumut, kita mengambil tema bagaimana Kahmi sebagai rahmatan lil alamin, bisa membangun silaturahmi dengan keluarga besar Kahmi, HMI dan elemen masyarakat. Guna membangun Sumut yang cerdas, sejahtera dan bermartabat sesuai visi misi Gubernur,” ujarnya.



Dalam perhelatan itu, hadir juga Anggota DPR RI Romo Raden Syafi’i, Majelis Nasional Kahmi Maraimbang, sejumlah OPD seperti Kepala Balitbang Irman Oemar, Staf Ahli Gubernur Agus Tripriyono, Kadisdukcapil Ismael Sinaga dan Kadis Bina Marga Bina Konstruksi Effendy Pohan.



Menandai peringatan milad ke-53 Kahmi itu, Gubernur bersama para pengurus Kahmi pun memotong tumpeng sebagai tanda memperingati hari lahirnya wadah pemersatu para alumni HMI tersebut. ( limber sinaga )






Upaya Dini Cegah Korupsi


Upaya Dini Cegah Korupsi,Ijeck Ingin Adanya PelatihanTata Kelola Pemerintahan Bagi Kepala Daerah


MEDAN,( kbn lipanri )

Wakil  Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menginginkan adanya pelatihan mengenai tata kelola pemerintahan bagi pejabat negara, khususnya bagi kepala daerah terpilih sebelum menjalankan tugas amanah jabatan. Hal ini sebagai bentuk komitmen pencegahan korupsi dini bagi pejabat negara.

 


FOTO
Wakil  Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menghadiri acara Tasyakkur Bagi Alumni Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Kuliah Umum Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Terpilih periode 2019-2023 Lili Pintauli Siregar, di Kampus UISU, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Selasa (8/10).



Hal ini dikatakan Musa Rajekshah, saat menghadiri acara Tasyakkur Bagi Alumni Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Kuliah Umum Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Terpilih periode 2019-2023 Lili Pintauli Siregar, di Kampus UISU, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Selasa (8/10).



Di era demokrasi ini, kata Musa Rajekshah, semua orang boleh maju menjadi kepala daerah, asal sesuai dengan persyaratan, karena pemilihan one man one vote. Artinya tidak semuanya orang yang maju sebagai kepala daerah mengerti pemerintahan. Jangan setelah masuk, terjebak dengan sistem dengan kesalahan. Bukan hanya korupsi tapi kesalahan kebijakan dan segala sesuatunya.

 

“Akhirnya yang dirugikan negara. Akhirnya masyarakat kita menjadi apatis, karena melihat sebagian pimpinan yang diharapkan bisa membuat perubahan, ternyata tersandung masalah korupsi, yang juga bukan kemauannya sendiri, karena ketidaktahuan. Makanya perlu pembekalan untuk kepala daerah terpilih sebelum memimpin daerah,” ujar Musa Rajekshah yang akrab dipanggil Ijeck.



Ijeck menambahkan, dirinya bersama Gubernur Edy Rahmayadi berkomitmen memberantas korupsi dalam menjalankan tugas memimpin Provinsi Sumatera Utara. Diakuinya, dalam mengelola pemerintahan, masih adanya sistem manual yang dipakai. Ke depan, diharapkannya, pemerintahan ini bisa menggunakan sistem informasi digital, sehingga transparansi kerja bisa terlaksana.



“Kita sangat berkomitmen dalam memberantas korupsi. Kita tak inginkan korupsi itu terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Tapi apa yang saya sampaikan tadi harus juga sistem ini dibangun, tidak bisa hanya sistem manual yang sekarang ini terjadi dan tata kelola pemerintahan ini memang harus mengutamakan efisiensi dan mempunyai integritas sebagai pelaksana tugas,” jelas Ijeck.



Dalam kegiatan ini, Ijeck juga ikut melaksanakan acara Mangupah-upah bagi Wakil Ketua KPK Terpilih periode 2019-2023 Lili Pintauli Siregar bersama anggota legislatif terpilih baik tingkat DPRD Sumut dan Kabupaten/kota yang merupakan alumni UISU. Hal ini merupakan bentuk syukuran yang dilaksanakan UISU karena alumni kampusnya berhasil duduk di salah satu institusi penting di Indonesia.



Ijeck yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UISU pun berpesan kepada para anggota lesgilatif agar serius dalam mengemban amanah jabatan sebagai wakil rakyat. “Harus diniatkan dari hati, sebagai anggota legislatif. Karena ini adalah tugas penting, mengemban amanah rakyat. Kita tak tahu juga apa yang diberikan Allah SWT di masa depan. Kita berdoa kepada Allah agar diberikan yang terbaik di dunia dan akhirat. Karena semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan,” ujar Ijeck.



Sebagai sesama alumni UISU, ijeck bangga atas terpilihnya Lili Pintauli Siregar sebagai salah satu Pimpinan KPK RI periode 2019-2023. Untuk itu, Ijeck berharap, Lili bisa mengawasi kinerja pemerintahan daerah dengan baik. "Kepada pimpinan KPK, sebagai alumni UISU, mohon kami dinasihati apabila menjalankan tanggung jawab ini untuk rakyat Sumut ada kesalahan," ujar Ijeck.



Ijeck juga berharap agar UISU bisa mengembalikan kejayaannya. Tak dapat dipungkiri, UISU sempat mengalami keterpurukan akibat konflik internal. Hal ini merugikan banyak pihak, mulai dari kampus hingga ke mahasiswa. “Mohon maaf kepada yayasan, kita ingin tidak ada lagi konflik. Karena rasa cinta kita kepada UISU. UISU harus besar dan terkenal di daerah - daerah lain,” tegas Ijeck.



Lili Pintauli Siregar mengaku senang usai diupah-upah. Dikatakannya, hal ini merupakan wujud syukur dan kebanggaannya pernah menimba ilmu di UISU. “Ini bagian dari wujud syukurnya kampus dimana saya menimba ilmu selama 4,5 tahun di tahun 1986-1991. Ini bagian dari wujud saya untuk bisa mengabdi dan menunjukan bahwa kampus tempat saya mengabdi itu juga bisa melahirkan kader kader yang baik dan bertanggung jawab dan bisa berperan serta untuk membuat Indonesia punya nilai lebih. Saya bersyukur untuk itu,” ujar Lili.



Lili berharap, UISU bisa menjadi salah satu benteng untuk melakukan sosialisasi pencegahan korupsi sejak dini. “Kampus sebagai salah satu untuk mensosialisasikan kemudian untuk menyampaikan informasi bagaimana cara dan strategi pencegahan korupsi yang bisa dilakukan sehubungan dengan peran kampus pada masyarakat dan mahasiswanya,” ujar Lili.



Dengan terpilihnya ia sebagai Wakil Ketua KPK RI, Lili pun berharap bisa memberikan sumbangsih kepada Indonesia, khususnya kepada masyarakat terhadap sosialisasi pencegahan korupsi. “Paling tidak adalah harapannya agar kita di Sumatera Utara paham untuk samasama sadar melakukan pencegahan korupsi agar terhindar dari tindakan penindakan,” tegas Lili.( limber sinaga )



KAHMI Jadi Perekat Umat


Gubernur Harapkan KAHMI Jadi Perekat Umat


MEDAN,( kbn lipanri )

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan diharapkan dapat semakin berkiprah dan menjadi perekat di tengah umat. Sehingga upaya membangun Sumatera Utara (Sumut) bermartabat dapat segera terwujud.




FOTO
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi menerima audiensi dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Medan di ruang rapat Gubsu, lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro No. 30, Medan, Rabu (2/10/2019).

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ketika menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Umum KAHMI Medan Hasim Purba beserta rombongan, di ruang kerjanya, lantai 10 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro, Rabu (2/10). Kunjungan tersebut dalam rangka pelaksanaan Milad ke-53 KAHMI Tahun dalam waktu dekat.



“Saya ucapkan selamat kepada KAHMI yang akan memasuki usia ke-53 Tahun. Harapan saya untuk organisasi yang sudah sangat matang ini adalah teruslah membawa manfaat di tengah masyarakat dan harus bisa menjadi organisasi yang memperat dan merekatkan umat,” pesan Gubernur.



Kemudian, pada peringatan Milad nanti, Edy Rahmayadi berharap banyak aktivitas dan rangkaian acara yang membawa manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, peringatan Milad acapkali identik dengan perayaan berlebihan namun tidak sarat makna. Untuk itu, dirinya berpesan agar panitia pelaksana mempertimbangankan seluruh rangkaina dengan baik.



Kemudian, Edy juga mengajak KAHMI untuk senantiasa mendukung program-program Pemprov Sumut melalui program yang dimiliki. “Karena pemerintah tak mungkin bisa berjuang sendiri, dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan untuk membangun Sumut yang kita cintai ini,” tuturnya.



Sebelumnya, Ketua Umum KAHMI Medan Hasim Purba menyampaikan ucapan terima kasih karena telah menerima dirinya dan rombongan. Katanya, segala saran dan masukan yang diberikan Gubernur sangat berharga bagi mereka.



“Mudah-mudahan kami mampu memenuhi harapan Bapak, dan kami Insya Allah akan selalu siap memberikan dukungan kepada Pemprov Sumut. Kami berharap besar Bapak akan hadir pada Milad tersebut khususnya pada acara puncak 13 Oktober dan menjadi pembicara pada dialog interaktif yang kami selnggarakan nantinya,” ucapnya.



Adapun beberapa rangkaian yang akan dilaksanakan dalam Milad ke 53 Tahun KAHMI adalah kegiatan kunjungan ke perpustakaan daerah, bedah buku karya Alumni HMI, Seminar deteksi dan solusi kesulitan belajar anak, bazar dan ragam perlombaan.



Kemudian, pada  acara puncak digelar Jalan Sehat Bersama dengan start di Kampus UIN SU jalan Sutomo dan Finish di Gedung Insan Cita Medan Jalan Adinegoro yang akan diikuti 1.000 peserta. Berikutnya bakti sosial, santunan kepada 100 orang anak yatim – piatu, dan pengurusan secara gratis 53 Surat Tanah Wakaf Masjid.



Turut hadir pada pertemuan tersebut Sekum KAHMI Medan Chairul Munadi,  Ketua Panitia Delyuzar,  Bendahara Panitia Mislaini, Sekretaris Panitia Evi Handriani, dan sejumlah pengurus lainnya.( limber sinaga )




OTT KPK Tangkap Direksi BUMN


OTT KPK Tangkap Direksi BUMN Bidang Perikanan

JAKARTA,( kbn lipanri )

Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Bogor. Dalam operasi senyap tersebut, Tim mengamankan pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kami konfirmasi, hari ini ada tim yang bertugas di Jakarta menindaklanjuti Informasi terkait dugaan akan terjadinya transaksi antara pihak swasta yang bergerak di bidang importir ikan dengan pihak Direksi BUMN di bidang perikanan," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif kepada team kbn lipanri, Senin (23/9/2019) malam.


Total, KPK mengamankan 9 orang di Jakarta dan Bogor pada siang dan malam ini. Tiga orang di antaranya adalah jajaran direksi dan sisanya pegawai Perum Perindo, serta pihak swasta importir.
"Tim juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar USD30 ribu atau lebih dari Rp400 juta," ucapnya.


Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan status hukum pihak-pihak yang diamankan.( team )


TPID se-Sumatera




Musa Rajekshah Apresiasi Rapat TPID se-Sumatera diSumut



MEDAN ,( kbn lipanri )

Koordinasi dan sinergi semua pihak yang terkait sangat penting dalam upaya pengendalian inflasi. Tindakan pengendalian inflasi yang tepat sasaran dapat menjaga tingkat inflasi di daerah, yang pada akhirnya akan melindungi konsumen dan menjaga kesejahteraan petani sebagai produsen.

 

FOTO
Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi se-Sumatera di Ruang Rapat Lantai IX, KPW Bank Indonesia, Jalan Balai Kota, Medan, Rabu (18/9).
Demikian disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah ketika menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi se-Sumatera di Ruang Rapat Lantai IX, KPW Bank Indonesia, Jalan Balai Kota, Medan, Rabu (18/9).
 


Wagub sangat mengapresiasi rapat koordinasi TPID se-Sumatera yang digelar di Sumut tersebut. Apalagi Provinsi Sumut menjadi salah satu daerah yang tertinggi tingkat inflasinya, di seluruh Indonesia. "Dengan kegiatan ini, kami dapat mengambil pelajaran untuk pengendalian inflasi yang terjadi di Sumut. Jadi kami sangat mengapresiasi kegiatan ini," ucap Wagub.



Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Sumut Sabrina, Sekda Pemprov Lampung Fahrizal Darminto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat, serta Kepala Perwakilan BI se-Sumatera.



Mengenai inflasi di Sumut, Musa Rajekshah mengakui Sumut merupakan daerah tertinggi. Angka inflasi Sumut secara akumulatif Januari-Agustus (ytd) 2019 mencatatkan angka tertinggi se-Indonesia, yaitu 5,40% (ytd), diikuti oleh Sumatera Barat yaitu 3,23% (ytd), dan Riau serta lampung yang sama-sama mencatatkan 3,16% (ytd).



Tingkat inflasi yang tinggi di antara bulan April hingga Juli disumbang oleh inflasi bahan makanan. Pada bulan Juli, inflasi bahan makanan tercatat sebesar 3,29%, dan di Agustus inflasi bahan makanan tercatat sebesar 1,09%. Namun pada Agustus 2019, tingkat inflasi Sumut tercatat sebesar 0,18% (mtm) dan 6,47% (yoy). Realisasi ini lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya 0,88% (mtm) dan rata-rata historis Agustus tiga tahun terakhir 0,58% (mtm).



Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat menyatakan, secara keseluruhan Sumut ini yang membawa inflasi Sumatera secara keseluruhan. Isunya adalah semua produksi pangan di Sumatera itu tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya itu sendiri.



"Saya kira kita akan mencari solusinya apa yang bisa kita sepakati dalam diskusi ini. Bagaimana inflasi itu bisa rendah. Kita akan mencari solusinya apa yang bisa kita lakukan yang bisa kita sepakati baik jangka panjang maupun jangka pendek," katanya.



Dikatakannya, untuk inflasi yang tinggi dapat beradampak pada daya beli masyarakat akan menurun. Kemudian inflasi yang tinggi juga berdampak pada dunia usaha. "Makanya kita mengharapkan inflasi itu kita upayakan untuk dapat rendah ataupun stabil, agar korporasi dapat mengambil keputusan yang lebih dengan kondisi investasi yang lebih baik tergantung daerahnya," katanya.



Selain itu, dalam diskusi ini, Wiwiek mengharapkan adanya solusi menjaga daya saing dalam perencanaan daerah. Menurut Wiwiek hal ini untuk menjada agar investor terus dapat masuk untuk berinvestasi. "Menjaga daya saing suatu perencanaan daerah, ini sangat jelas dimana bila suatu harga tinggi akan sulit investor masuk. Makanya kita harus menjaga ini," katanya.( limber sinaga )



Keterbukaan Informasi


Pemprov dan KI Sumut Komitmen Tingkatkan Keterbukaan Informasi



MEDAN,( kbn lipanri )

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumut berkomitmen untuk meningkatkan katerbukaan informasi, baik di lingkungan Pemprov Sumut maupun di tingkat kabupaten/kota.


 FOTO
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut  Sabrina menerima kunjungan Ketua KI Sumut Robinson Simbolon, beserta rombongan di ruang kerja Sekdaprov, lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (17/9).

Hal ini terungkap saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut  Sabrina menerima Ketua KI Sumut Robinson Simbolon, beserta rombongan di ruang kerja Sekdaprov, lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (17/9).



“Transparansi atau keterbukaan merupakan suatu keharusan di era digital saat ini. Termasuk pemerintah, wajib membuka akses informasi bagi masyarakat seperti yang disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ucap Sabrina.



Sabrina menilai, meningkatnya keterbukaan informasi tentu akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program-program pembangunan. Dengan demikian, masyarakat juga turut berpartisipasi baik melalui pengawasan atau memberikan rekomendasi. “Sehingga, mereka kan tidak bertanya-tanya itu, apa yang dikerjakan pemerintah sebenarnya,” ujarnya.



Terkait monitoring keterbukaan informasi, Sabrina mengatakan perlu dilakukan tindak lanjut bagi OPD atau kabupaten/kota yang tidak serius mengikuti tahapan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik. Jika ada kesulitan, akan dibantu dengan program pelatihan maupun sosialisasi.

              

“Selain itu, perihal keterbukaan informasi ini juga, perlu kita lakukan komunikasi dan koordinasi berkala untuk menyamakan persepsi terkait informasi seperti apa yang bisa dipublikasikan atau tidak. Sehingga, tidak ada nanti kebingungan-kebingungan antar OPD yang satu dengan yang lain atau kabupaten/kota,” tegas Sabrina.



Sebelumnya, Ketua KI Sumut Robinson Simbolon menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut yang telah mengalami peningkatan keterbukaan informasi publik secara signifikan di masing-masing OPD. “OPD di tingkat Pemprov Sumut sudah memperlihatkan peningkatakan implementasi KIP secara signifikan. Dari 41 OPD di jajaran Pemprov, 39 telah menyerahkan kuesioner dan melakukan presentasi. Sedangkan 33 kabupaten/kota, 30 sudah berpartisipasi mengembalikan kuesioner dan presentasi,” jelas Robin, yang hadir bersama Wakil Ketua KI Sumut Eddy Syahputra Sormin, dan Kepala Divisi Kelembagaan KI Sumut Ramdeswati Pohan.



Sepakat dengan Sekdaprov Sumut, Robin berharap upaya peningkatan KIP terus terlaksana. Selain memberi banyak manfaat untuk masyarakat, juga untuk mewujudkan Pemprov Sumut sebagai salah satu pemerintahan yang informatif pada Anugerah KIP 2019.



Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprov Sumut M Fitriyus,  Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M Ayub, dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Hendra Dermawan.( limber sinaga )




Pameran Buku Big Bad Wolf Medan


Resmikan Pameran Buku Big Bad Wolf Medan,Edy Minta Bisa TerlaksanaDua Kali Dalam Setahun



MEDAN,( lipanri online )

Jutaan buku terhampar di dalam Gedung Andromeda Polonia Lanud Soewondo Medan. Buku kualitas internasional diobral hingga 70 %. Bagi pecinta buku, suasana saat ini ibarat surga. Begitu pula yang dirasakan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat berkunjung dan meresmikan Big Bad Wolf (BBW) Medan 2019, Rabu (4/9).



FOTO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menghadiri dan meresmikan Big Bad Wolf (BBW) di Gedung Andromeda Eks Bandara Polonia Medan 2019, Rabu (4/9/2019). Gubernur sangat senang dan mengapresiasi atas terselenggaranya BBW untuk yang kedua kalinya di Medan, kedepan kegiatan seperti ini bisa dua kali saja dalam setahun pelaksanaannya.
BBW merupakan pameran bazar buku murah terbesar di dunia. Saat ini BBW telah terselenggara diberbagai negera, salah satunya Indonesia. Kota-kota tempat terlaksananya BBW 2019 yakni Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.



Edy mengaku sangat senang dan mengapresiasi atas terselenggaranya BBW untuk yang kedua kalinya di Medan. "Ini kedua kalinya BBW dilaksanakan di Medan. Kalau bisa dua kali saja dalam setahun, jangan cuma sekali," pintanya, kepada penyelenggara sembari meninjau dan melihat-lihat buku.



Dengan tersedianya buku berkualitas harga terjangkau, Edy yakin minat baca masyarakat juga akan meningkat dengan sendirinya. Jika minat baca telah meningkat, tentunya kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sumut juga kian berkualitas. "Kalau kemampuan literasi masyarakat kita baik, peningkatan kualitas hidupnya juga mudah-mudahan pasti lebih baik," katanya.



Khususnya kepada anak muda, Edy ingin BBW ini disosialisasikan secara gencar. Menurutnya, pada dasarnya anak-anak muda Sumut itu sudah miliki talenta-talenta luar biasa. Talenta luar biasa ini tentu akan semakin maksimal jika terus dibarengi dengan asupan pengetahuan dari buku-buku.



"Selamat menikmati bazar buku terbesar yaitu BBW. Manfaatkan kesempatan ini untuk berburu buku-buku berkualitas, khususnya para Ibu, belikan untuk anak-anaknya. Agar kedekatan dengan buku itu sudah biasa dirasakan sejak dini. Semoga cita-cita kita untuk mencerdaskan bangsa terwujud salah satunya melalui BBW ini," tuturnya.



Presiden Direktur PT Jaya Ritel Uli Silalahi yang juga dikenal dengan sebutan Ibu Buku menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur yang telah hadir untuk meresmikan Pembukaan Big Bad Wolf (BBW) Medan 2019.



"Ini kedua kalinya BBW diselenggarakan di Medan, dan dua-duanya dihadiri dan diresnikan oleh Bapak Gubernur. Suatu kehormatan bagi kami, karena ini adalah bentuk dukungan bapak dalam upaya mencerdaskan khalayak luas," ucapnya.



Uli menyampaikan bahwa BBW akan dibuka kepada publik sejak tanggal 6 hingga 16 September. Dibuka 24 jam, pengunjung tidak dikenakan tarif untuk berkunjung. Katanya, tersedia jutaan buku untuk semua kalanganan. Salah satu buku unggulan pada BBW kali ini adalah disebut Buku Ajaib.



"Judulnya yakni Ayo Sholat, tidak ada dipublikasikan di negara manapun, satu-satunya hanya di Indonesia. Beberapa halamannya bisa dibaca dengan menggunakan bantuan telepon genggam. Caranya scan kode bar atau logo yang tertera di buki," jelasnya.



Peresmian BBW ditandai dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Edy Rahmayadi. Selanjutnya, memasuki gedung dan meninjau buku. Kehadiran Edy saat meninjau buku menarik perhatian para pengunjung. Banyak di antaranya yang menyapa dan meminta foto bersama. Saat itu, Gubernur juga menerima pujian dari News Director Metro TV Don Bosco Selamun karena Gubernur dianggap miliki perhatian dan dukungan terhadap aktivitas dab program literasi.



Turut hadir dalam peresmian tersebut Danlanud Soewondo Meka Yudanto serta istri, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Arsyad Lubis, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Medan Hanna Lore, Regional Head BCA Medan Enny Kamal.( limber sinaga )



Alternatif Pembiayaan Pembangunan


Pinjaman Daerah Jadi Alternatif Pembiayaan Pembangunan


MEDAN,( lipanri online )

Untuk mempercepat pembangunan daerah, dibutuhkan sumber pembiayaan lain, selain APBD dan APBN, yaitu pinjaman daerah. Pemerintah Daerah (Pemda) bisa melakukan pinjaman daerah melalui  PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

 FOTO
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono, mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Sosialisasi Alternatif Pembiyaan Daerah, yang digelar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumut, Senin (26/8), di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30, Medan

Hal itu terungkap dalam acara Sosialisasi Alternatif Pembiyaan Daerah, yang digelar Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumut, Senin (26/8), di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30, Medan.



Hadir sebagai nara sumber Analis Keuangan Pusat dan Daerah Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemenkeu RI Iwan Richard Butar Butar, Kepala Sub Bidang Ekonomi Kawasan Barat Indonesia Kemenko Bidang Perekonomian RI Dara Ayu Prastiwi, Kasubdit Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemenagri RI Drs Rooy John Erasmus Salamony dan Kepala Divisi Pembiayaan Daerah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Erdian Dharmaputra.



Kasubdit Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI Drs Rooy John Erasmus Salamony menyampaikan, untuk mendapatkan pinjaman daerah, Pemda harus memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain, jumlah sisa pinjaman daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75 % dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya, memenuhi ketentuan rasio kamampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak mempunyai tunggakan atas pengembalian pinjaman yang berasal dari pemerintah pusat.



"Selain itu, pinjaman daerah juga harus memenuhi persyaratan, yaitu kegiatan yang dibiayai dari Pinjaman Daerah harus sesuai Dokumen Perencanaan Daerah. Dan persyaratan lain yang ditetapkan pemberi pinjaman sesuai peraturan perundang-undangan,” jelas Rooy.



Anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba yang menjadi moderator dalam acara sosialisasi tersebut menyampaikan, tujuan diadakan kegiatan ini untuk memberikan informasi agar masing-masing Pemda tidak keliru terkait pinjaman daerah yang dapat menunjang APBD. " Pinjaman daerah sebagai alternatif sumber pembiayaan dalam rangka mengakselarasi pembangunan infrastruktur daerah," katanya.



Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono, yang mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan, saat Pemprov Sumut membutuhkan sumber pembiayaan untuk mempercepat pembangunan di Sumut. “Sesuai dengan arahan Presiden dan dalam rangka pencapaian terget RPJMD Provinsi Sumatera Utara tahun 2019-2023,” ujar Gubernur.



Hal itu, katanya, didorong berbagai permasalahan utama dalam pembangunan, salah satunya pada bidang kesehatan yaitu masih tinggi angka kematian bayi, ibu, revalansi bayi kurang gizi dan lain sebagainya. Karena belum memadainya sarana dan prasarana kesehatan, khususnya rumah sakit yang dimiliki provinsi Sumatera Utara.  “Rumah sakit Haji yang dimiliki Provinsi Sumatera Utara masih tipe B, oleh karenanya perlu ditingkatkan agar berstandar internasional,” sebutnya.



Di bidang lain yakni kondisi jalan di Sumatera Utara yang kondisinya masih kurang baik.  Begitu juga dengan irigasi yang merupakan salah satu sarana untuk mendukung ketahanan pangan di Sumatera Utara kondisi irigasi masih belum optimal. “Sebagian megalami rusak berat sehingga perlu dilakukan rehabilitasi dan pembangunan bendungan baru,” kata Agus.



Di sisi lain Provinsi Sumut juga harus mendukung kebijakan strategis nasional berupa pengembangan Kawasan Strategis Nasional (KSN) di Pantai Timur yang disebut dengan Medan, Binjai, Deliserdang, Karo (Mebidangro). Pengembangan KSN Danau Toba dan sekitarnya di dataran tinggi dan peningkatan produksi padi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam rangka pencapaian target RPJMD Provinsi Sumatera Utara 2019-2023 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memerlukan dukungan pembiayaan dari pemerintah Pusat. “Oleh karenanya kegiatan ini diharapkan merupakan salah satu solusi untuk pencapaian target tersebut dan memberikan kontribusi bagi pembangunan di provinsi Sumatera Utara,” ujarnya.



Turut hadir pada kesempatan tersebut para bupati/walikota dan Ketua DPRD se-Provinsi Sumatera Utara.( limber sinaga )


Pembangunan Jalan Tol


Prakarsai Pembangunan Jalan Tol Kota Medan, Gubernur: Jika Tidak Sekarang Jalanan Medan Stagnan


MEDAN,( lipanri online )

Rencana pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Medan (Medan Intra Urban Toll Road – MIUTR) yang merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memasuki babak baru. Kamis (14/8), dilakukan Pencanangan Pelaksanaan Studi Kelayakan Pengusahaan Jalan Tol Dalam Kota Medan, di Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, Jalan AH Nasution Nomor 6, Gedung Johor Medan.

 FOTO
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Dirjen Pembinaan Infrastruktur Kementerian PUPR Eko D Heripurwanto dan Dirjen Bina Marga Sugi Yartanto pada acara Pencanangan Pelaksanaan Studi Kelayakan Pengusahaan Jalan Tol Dalam Kota Medan di Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara Jalan A.H Nasution Medan, Kamis (15/8/2019

Pencanangan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kerja Sama pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Medan oleh Pemprov Sumut bersama, Pemko Medan, Pemkab Deliserdang, dan PT Citra Marda Nusaapala, serta PT Adhi Karya pada tanggal 1 Maret 2019 lalu.



Gubernur Sumut Edy Rahmayadi merasa senang karena apa yang diprakarsainya tersebut bisa terealisasikan hari ini, Kamis (15/8). "Hari ini hati saya berbunga-bunga, karena belum sampai setahun, apa yang saya mimpikan dan rakyat Sumut inginkan bisa terealisasi walau masih dalam tahap pencanangan, tapi bila tidak kita bangun sekarang tiga tahun mendatang jalan di Kota Medan akan stagnan," ucap Gubernur.



Gubernur pun berharap pembangunan fisik jalan tol sepanjang 30,97 kilometer itu dapat dilakukan sesegera mungkin. Sehingga dapat segera rampung pembangunannya dan dinikmati masyarakat, serta mengurangi kepadatan arus lalulintas di Kota Medan dan sekitarnya.



Karena itu, kepada investor yang akan melakukan studi kelayakan, Edy Rahmayadi berharap, studi dapat segera diselesaikan dengan waktu yang tidak terlalu lama. "Ini adalah kebutuhan kongkret rakyat Sumut khususnya Kota Medan, setelah ini mari kita serahkan kepada ahlinya untuk melakukan studi kelayakan terhadap pembangunan Tol Dalam Kota ini, Kementerian PUPR tadi bilang standard waktu yang dibutuhkan adalah 10 bulan, tapi saya dorong agar enam bulan selesai, yang penting harus sama-sama kita bantu," ucap Edy.



Edy Rahmayadi menargetkan agar pembangunan tol dalam kota ini bisa selesai tahun 2023. "Setelah selesai dilakukan studi kelayakan dokumen, 2021 sudah bisa dimulai untuk tahap pembangunan fisik, itu nanti akan memakan waktu paling lama dua tahun, maka 2023 Tol Dalam Kota Medan sudah selesai," tambahnya.



Jalan Tol Dalam Kota Medan akan dibangun dalam tiga seksi. Seksi I Helvetia – Titikuning sepanjang 14,28 km. Kemudian seksi II Titikuning – Pulo Brayan sepanjang 12,44 km dan seksi III Titikuning – Amplas sepanjang 4,25 km, dengan total panjang keseluruhan mencapai 30,97 km.



Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko D Heripoerwanto mengapresiasi langkah cepat Gubernur Edy Rahmayadi. "Kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Studi Kelayakan Pembukaan Jalan Tol Dalam Kota ini bisa terealisasi berkat dukungan dan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mengusahakan jalan tol dalam kota, lima tahun mendatang setelah wujud fisiknya nampak. Jika melihat pemaparan tentang pembangunan di Sumatera Utara, maka provinsi ini menjadi provinsi dengan rating tertinggi (dalam pembangunan) di Indonesia,” puji Eko.



Eko juga menceritakan, bahwa tol dalam kota yang dibiayai oleh pihak swasta, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sumut. "Jika selama ini masyarakat kebanyakan mengeluh karena keadaan jalan Kota Medan yang selalu macat, sekarang sudah bisa membayangkan jarak dari satu titik ke titik lainnya akan semakin dekat," ujarnya.



Setelah pencanangan ini, menurut Eko, masih akan ada 10 tahap lagi untuk menuju financial close, misalnya pengguna jalannya bagaimana, investasinya akan balik berapa, konsesinya berapa tahun, kontraknya berapa tahun dan penetapan tarifnya nanti berapa. "Kalau itu sudah selesai baru kita bisa melakukan pembangunan konstruksi, idealnya 1 tahun 8 bulan untuk menuju tahap konstruksi," terang Eko.



Selain itu, Eko juga mengapresiasi rencana pengolahan sampah yang juga sudah dilakukan kerja sama dengan beberapa pihak, kebetulan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur ini termasuk penanganan sampah. "Ya kalau misalnya ada hal-hal yang perlu kami bantu, akan kami bantu," tambahnya.



Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kepala Staf Kodam I/BB (Kasdam) Brigjen TNI Untung Budiharto, Wakil Kepala Kejaksanaan Tinggi Sumut Sumardi, Sekda Kota Medan Wirya Al Rahman, Dirjen Bina Marga dan Kepala BPJT Kementerian PUPR.( limber sinaga )



Belajar Penyandang Disabilitas


Saksikan My Dream, Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat Tiru Semangat Belajar Penyandang Disabilitas


MEDAN,( kbn online )

Penampilan China Disabled People’s Art Troupe (CDPPAT) atau My Dream berhasil memukau para penonon di Selecta Royal Ballroom, Jalan Listrik No 2 Medan, Sabtu (3/8) malam, salah satunya Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi.

 FOTO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mencium kening salah satu anak penyandang disabilitas pada acara konser amal China Disabled People’s Art Troupe (CDPPAT) atau My Dream di Selecta Royal Ballroom, Jalan Listrik No 2 Medan, Sabtu (3/8) malam

Tarian Bodhisattva adalah salah satu yang ditampilkan. Para penari dengan gemulai mengikuti musik dan ritme, yang terbilang sangat rapat dan cepat, dengan sangat sempurna. Begitu juga para penyanyi dan pemain musik tunanetra yang membawakan lagu-lagu indah dengan suara yang merdu. Tidak ada sedikitpun kesan, bahwa mereka adalah penyandang disabilitas.



Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengaku sangat terharu sekaligus kagum dengan semangat para penyandang disabilitas.



“Luar biasa, kita yang lahir dan dianugerahi dengan indera ini harusnya malu sama semangat belajar dan semangat hidup mereka. Dengan keterbatasan, mereka tetap mampu berkarya. Ini semangat yang harus kita tiru dari saudara-saudara kita ini,” ujarnya usai menyaksikan pertunjukan My Dream.



Kepada para penyandang disabilitas di Sumut khususnya anak-anak difabel yang datang menyaksikan, Edy berpesan agar tidak pernah ragu untuk memiliki mimpi yang tinggi. Katanya, tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha dan berdoa.



“Tuhan itu Maha Adil, jika kalian diberi keterbatasan pasti kalian juga diberi kemampuan luar biasa, yang perlu kalian lakukan adalah jangan pernah merasa minder dan terus berusaha. Saya kagum dengan kalian, kekuatan hati dan semangat kalian lebih besar dari pada saya, kalian tanamkan itu kalian hebat,” tutunya.



Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumut Nurlela juga hadir. Dirinya menyampaikan bahwa sesuai dengan arahan Gubernur Edy Rahmayadi usaha-usaha perlindungan dan pendampingan terhadap anak-anak penyandang disabilitas di Sumut harus senantiasa ditingkatkan.



“Alhamdulillah, anak-anak kita penyandang disabilitas di Sumut juga hebat-hebat dan banyak yang berprestasi. Baru-baru ini, Dinas PPPA baru mendampingi seorang siswi penyandang tuna netra bernama Putri Tersia Giawa memperoleh piala dari Menteri PPPA karena prestasinya sebagai penyaji karya tulis terbaik se Indonesia,” tutur Nurlela.



Selain itu, kata Lela, upaya-upaya untuk menjadikan Provinsi Sumut sebagai daerah yang ramah anak juga senantiasa dilakukan. Hasilnya, Provinsi Sumut berhasil memperoleh penghargaan dari Menteri PPPA RI Yohana Yembise sebagai Provinsi Penggerak Kabupaten/Kota Layak Anak. Penghargaan diserahkan di Makassar pada Acara Perayaan Hari Anak Nasional bulan Juli lalu.



“Sedangkan Kabupaten/Kota kita juga ada 14 yang menerima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak. Yaitu Deli Serdang, Sergei, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Labura, Labuhanbatu, Sibolga, Padangsidimpuan, Tapsel, Madina, Medan, Langkat, Karo, dan Dairi,” ujarnya.



Liu Yidan, salah satu performer menyampaikan dalam video testimoni bahwa lahir sebagi tuna rungu sejak lahir membuatnya merasa minder. Tetapi sejak bergabung dengan China Disabled People’s Performing Art Troupe dan dipercaya sebagai pemimpin tari seribu tangan, dirinya merasakan semangat yang luar biasa. Apalagi ketika selesai tampil dan memperoleh standing applause dari para penonton, percaya dirinya meningkat.



Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Medan yang juga Direktur DAAI TV Medan Mujianto mengatakan, ini adalah kali kedua Tzu Chi dan DAAI TV mengundang My Dream ke Medan. My Dream adalah seniman difabel kelas dunia yang berasal dari Tiongkok dan merupakan duta perdamaian UNESCO yang telah tampil di lebih dari 100 negara.



“Kami ingin memberikan hiburan yang menginspirasi bagi warga Sumatera Utara. Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan jadi penghalang untuk bisa berkarya,” kata Mujianto.



Turut hadir Pangdam I/BB MS Fadhillah, Konjen China Qui Wei Wei, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina dan sejumlah pemuka agama di Kota Medan. Lebih kurang 1.200 undangan, termasuk murid-murid difabel dari Kota Medan juga turut hadir menonton pertunjukan yang menginspirasi ini.



My Dream membawakan 14 penampilan, mulai dari tari, lagu dan puisi seperti tarian I want to fly, Never Stop Dancing, tarian burung merak, tarian latin dan ditutup dengan tarian Bodhisattva Berlengan Seribu.
( limber sinaga )