perubahab break

Breaking News:
Loading...

coba3

contoh12

coba3

KIRIM1

Master

Beli sekarang dengan PayPal

TVLIPANRI

Daftar isi


Menyusuri Sungai Babura, Gubernur Edy : Hentikan Membuang Sampah ke Sungai



MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE )
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan rombongan menyusuri Sungai Babura, Sabtu (20/4). Kegiatan susur sungai yang digelar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan Badan Wilayah Sungai (BWS) tersebut dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana yang jatuh pada tanggal 26 April.



Pada kesempatan itu, Gubernur meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Sehingga air sungai tidak tercemar dan jorok, serta terjaga kelestarian lingkungannya. Juga yang terpenting, tidak menghambat arus sungai, yang dapat menyebabkan bencana banjir ketika musim hujan.



"Karena sampah itu yang membuat sungai tercemar, sungai rusak, dan pada akhirnya sungai yang seharusnya menjadi simbol kesejahteraan makhluk hidup yang ada di dunia ini menjadi bencana, karena ulah manusia sendiri," ucap Gubernur.



Gubernur juga meminta kepada pihak terkait, untuk melakukan pembersihan sampah di sepanjang aliran sungai, mulai minggu depan. Sehingga sungai kembali bersih dan bebas sampah. “Mulai minggu depan ini harus dibersihkan,” ujarnya.



Sementara itu, sebelum acara Susur Sungai dimulai, Gubernur sempat memberikan pengarahan. Dikatakannya, bahwa kegiatan Susur Sungai tersebut penting untuk mengevaluasi keadaan sungai yang ada di Kota Medan.



"Kita bukan bertamasya, hari ini kita mengevaluasi keadaan sungai yang ada di Kota Medan, kalau bisa kegiatan seperti ini setiap bulan kita lakukan, karena kalau sungai kita terus terusan dibiarkan keadaanya seperti ini, bisa jadi puluhan tahun ke depan anak cucu kita bakal memiliki paru paru yang tidak baik, jadi hentikan membuang sampah ke sungai," ujar Gubernur.



Usai memberikan pengarahan, Gubernur langsung bergegas menuju perahu karet yang telah disediakan BPBD Sumut, ditemani Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis. Kegiatan Susur Sungai dimulai dari kawasan Kantor Lurah Beringin, Jalan Pasar Mati Padang Bulan hingga ke Taman Beringin atau Taman Sudirman (depan Rumah Dinas Gubernur), dengan jarak tempuh sekira 3 km.



Sepanjang perjalanan menyusuri sungai, Gubernur yang turut mendayung perahu karetnya, sesekali  menggelengkan kepala melihat banyaknya sampah yang tersangkut di batang bambu dan pepohonan di sekitar sungai.  "Sampah itu yang difoto jangan saya, biar tahu masyarakat ini lah sampah yang mereka buang sembarangan," ujar Edy Rahmayadi.



Sementara itu, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis mengatakan, untuk tahap awal pemerintah akan melakukan pembersihan, sehingga jalannya air bisa lancar dan tidak ada sampah yang menghambat.



"Sungai Babura kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, banyak delta delta di tengah sungai, untuk itu tahap awal kita akan melakukan pembersihan dahulu, dengan kehadiran bapak Gubernur dan Wakil Walikota Medan akan kita pikirkan kembali bagaimana menata kembali fungsi sungai," ujar Riadil.



Sebelumnya, Akademisi asal Universitas Sumatera Utara (USU) Asman Sembiring menyampaikan, bahwa banjir yang kerap mendera Kota Medan ini berbeda dengan Jakarta. "Medan ini setiap dua tahun sekali akan banjir besar, banjir Jakarta dengan banjir Medan itu berbeda. Medan ini berada pada elevasi yang cukup tinggi. Dengan ketinggian sekitar 16-60 mdpl dan tingkat kemiringannya 1,5 m/km," ucap Asman.



Turut hadir pada kegiatan Susur Sungai tersebut sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut dan Pemko Medan.( LM )



Gubernur Fokus Pada Perbaikan Infrastruktur Jalan


Kunker ke Kabupaten Padang Lawas, Gubernur Fokus Pada Perbaikan Infrastruktur Jalan


PADANG LAWAS,(KBNLIPANRI ONLINE ) – Perbaikan infrastruktur jalan menjadi fokus utama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi ketika mengadakan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Padang Lawas. Karena perjalanannya menuju Kabupaten Padang Lawas (Palas) jalan yang dilalui hampir seluruhnya rusak.

 FOTO

Gubernur Sumatera Utara  Edy Rahmayadi ketika mengadakan pertemuan dengan Organisasi Pimpinan Daerah, Camat, Kepala Desa, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas dan Organisasi Kemasyarakatan di Halaman Depan Kantor Bupati Kabupaten Padang Lawas, Rabu (10/4/2019). 

"Kadis PU Sumut, jalan yang rusak di Kabupaten Palas ini segara diperbaiki dalam waktu singkat ini. Saya akan datang lagi nanti ke Palas ini," ujar Gubernur saat bersilaturahmi dengan Bupati, OPD, Camat, Kepala Desa, Lurah, Kepala Sekolah se Kabupaten Padang Lawas, Rabu (10/4) di Kantor Bupati Palas.



Sehingga anekdot yang menyebut bahwa kalau sudah terasa lubang di jalan itu berarti sudah masuk daerah Sumut, tidak ada lagi. "Kalau ada bunyi ‘gedebuk’ itu tandanya sudah masuk Sumatera Utara. Jangan ada lagi itu," tegas Gubernur.



Gubernur juga mengingatkan kepada para kepala desa, Babhinsa dan Bhabinkamtibmas agar benar-benar membangun desa dan memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Apalagi jelang Pemilu yang tinggal menghitung hari ini, jangan ikut memikirkan apa yang menjadi pilihan rakyatnya  pada Pemilu nanti. "Undang-undangannya sudah jelas, TNI undang-undangnya ini, Polisi Undang-undangannya ini, begitu juga ASN. Biarkan rakyat berpesta dalam demokrasi ini," sebut Gubernur.



Dalam kesempatan itu, Edy Rahmayadi juga berterima kasih kepada masyarakat Palas yang 80 persen telah mengamanahkan dirinya menjadi Gubernur Sumut. "Saya akan bekerja untuk menunaikan amanah itu. Sama-sama kita bangun Kabupaten Padanglawas ini, agar rakyatnya sejahtera mewujudkan Sumatera Utara bermartabat," katanya.



Bupati Palas Ali Sutan Harahap dalam sambutannya mengharapkan kepada Gubernur Edy Rahmayadi agar Kabupaten Palas menjadi prioritas pembangunan. " Banyak jalan provinsi di Palas yang rusak dan perlu perbaikan, salah satunya Jalan dari Padang Lawas Utara (Paluta) menuju Kota Sibuhuan, Ibu Kota Palas," katanya.



Jelang pemilu 17 April 2019, lanjut Bupati, persiapan pelaksanaan Pemilu di  Palas secara umum berlangsung dengan lancar dan seseuai dengan jadwal yang telah ditetapkan KPU  Palas. "Stabilitas daerah Kabupaten Padang Lawas yang terdiri dari 12 kecamatan, 303 desa dan satu kelurahan jelang Pemilu 17 April 2019 juga dalam keadaan kondusif. Ini akan tetap kami jaga dan pertahankan agar pelaksanaan agenda nasional ini berjalan dengan sukses," ujar Bupati.



Sebelumnya, kedatangan Gubernur Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi dan rombongan disambut Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap, yang ditandai dengan pemberian ulos kepada Gubernur oleh Bupati dan Sekda Kabupaten Palas Arpan Nasution.



Turut  hadir pada kesempatan tersebut pimpinan DPRD  Palas, Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Palas Anwar Hasibuan,  para kepala OPD Pemprov Sumut dan Palas, Camat, Kepala Desa, Babinsa, Kepala Sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Palas.( LM)




Lindungi Pelajar dari Bahaya Narkoba


Terima Kunjungan BNN Provinsi Sumut, Sabrina : Lindungi Pelajar dari Bahaya Narkoba


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE ) – Para pelajar merupakan aset bangsa di masa depan dan juga merupakan tonggak  pembangunan bangsa Indonesia, karena itu harus dilindungi, termasuk dari bahaya narkoba. Karena itu, sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada para pelajar dan orang tua harus menjadi perhatian bersama.

 FOTO
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Drs. Ir. Hj. R. Sabrina, M. Si saat menerima audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara Brigjen Atrial, SH bersama rombongan di Ruang Kerja Sekdaprovsu Lt. IX Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No 30 Medan, Selasa (12/3).

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Sabrina ketika menerima kunjungan Badan Nasional Nakotika (BNN) Provinsi Sumut, Selasa (12/3) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan. “Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Pelajar jangan sampai terkontaminasi narkoba,” ujarnya.




Menurut Sabrina, istilah sosialisasi pengenalan narkoba yang selama ini digunakan, juga harus diganti untuk sosialisasi bahaya narkoba. Sehingga begitu mendengar kata ‘bahaya’ orang akan tersadar dan terbayang tentang mengerikannya dampak buruk narkoba itu.



Tidak hanya kepada para siswa dan guru di sekolah. Sosialisasi bahaya narkoba juga perlu dilakukan terhadap para orang tuanya. Sehingga para orang tua mengerti apa itu narkoba dan bahayanya, serta tanda-tanda orang yang terkontaminasi narkoba.



“Dengan begitu, diharapkan para orang tua dapat menjelaskan kepada anaknya tentang bahaya narkoba, serta tetap mengawasi anaknya, bahkan sampai di kamar. Jangan dikira anak belajar di kamar, ternyata lagi memakai narkoba," harap Sabrina.



Kepada para orang tua, juga harus diberi penjelasan, tentang apa yang harus dilakukan dan harus mengaku ke mana, jika mendapati anaknya sudah terkontaminasi narkoba. Sehingga tidak kebingunan atau justru menutup-nutupinya, jika tahu mengetahui ternyata terkontaminasi narkoba. “Untuk itu, kerja sama Pemprov Sumut dan BNN dalam hal ini sangat penting untuk dilakukan. Sehingga generasi muda kita terbebas dari bahaya narkoba,” ujarnya.



Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Atrial SH menyampaikan, bahwa BNN Provinsi Sumut perlu mengadakan kerja sama dengan Pemprov Sumut dalam rangka sosialisasi tentang bahaya narkoba, termasuk kepada para pelajar. “Apalagi, berdasarkan data yang ada, sedikitnya 24% dari 3,3 juta pelajar di Indonesia yang terkontaminasi narkoba,” katanya.



Untuk itu, Atrial berharap, Pemprov Sumut dapat menyurati seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumut agar bersama-sama menggalakkan sosialisasi bahaya narkoba. Serta mengaktifkan kembali rumah sakit dan puskesmas yang menjadi institusi penerima wajib lapor (IPWL). Sehingga dapat membantu penanganan para korban narkoba di daerah masing-masing.( LM )




Pemkab/Pemko se-Kepulauan Nias Dukung Sail Nias 2019


Wagub Sumut Harapkan Pemkab/Pemko se-Kepulauan Nias Dukung Sail Nias 2019


MEDAN, ( KBNLIPANRI ONLINE ) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah mengharapkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias mendukung pelaksanaan kegiatan Sail Nias 2019. Sehingga kegiatan bertaraf internasional ini tidak hanya sukses dan lancar dalam pelaksanaannya, tetapi juga mampu memperkenalkan kepulauan Nias di mata dunia.

FOTO
 Wagub Sumut Musa Rajekshah didampingi Sekdaprov Sumut Sabrina pada rapat persiapan Sail Nias 2019, Jumat (8/3) di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution, Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.

Hal itu disampaikan Wagub Musa Rajekshah yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sabrina pada rapat persiapan Sail Nias 2019, Jumat (8/3) di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution, Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan.



“Seil Nias ini membuktikan kalau Sumut memiliki daya tarik yang tak kalah indah dari daerah lain, seperti Bali. Maka kita berharap event bertaraf international ini mampu menarik wisatawan domestik juga asing untuk berkunjung menikmati suasana wisata kepulauan Nias,” ujar Wagub.



Karena itu, pesan Wagub, yang pertama harus dilakukan adalah perbaikan infrastruktur, mulai dari jalan hingga pembangunan fasilitas umum lainnya harus dipercepat, agar tidak ada kendala pada saat event berlangsung. “Infrastruktur itu sangat penting untuk dilakukan percepatan, hingga saat dimulainya event tidak terjadi kendala yang dapat menganggu acara yang bertaraf international tersebut,” jelasnya.



Musa Rajekshah juga menyampaikan, agar kegiatan ini nantinya tidak hanya berhenti pada tahun ini, melainkan menjadi agenda tahunnya yang harus diselenggarakan setiap tahun di Kepulauan Nias. “ Saya juga berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan di kepulauan Nias , dan harus lebih menarik setiap tahun, agar wisatawan dalam dan luar negeri tertarik untuk melihat dan berkunjung setiap tahunnya,” katanya.



Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut  Hidayati menjelaskan, rencananya event Sail Nias akan dilaksanakan di Nias Selatan pada September 2019 dan melibatkan seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Serta melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut dan kabupaten/kota di Sumut, untuk ikut memeriahkan event tersebut.



Akan ada banyak acara di Sail Nias. Mulai dari kebudayaan, olah raga, kuliner, serta aksi lompat batu yang merupakan andalan Kepulauan Nias. "Puncaknya ada aksi seremonial, gelar budaya, pameran, bakti sosial dan pelayanan kesehatan, atraksi kelautan dan peresmian beberapa pelaksanaan pembangunan," jelasnya.



Tujuan pelaksanaan Sail Nias tersebut, kata Hidayati adalah sebagai salah satu upaya percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil, khususnya di Kepulauan Nias. Kemudian menggalang keterpaduan, sinergi program dan anggaran lintas Kementerian/Lembaga dan Daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.



"Tujuan lainnya yaitu mempromosikan lokasi kegiatan sebagai tujuan wisata nasional dan internasional. Kita ingin mengukuhkan kembali kejayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari yang hidup di Negara Kepulauan, dan mengembangkan rute pelayaran kapal-kapal ke perairan Indonesia,"ungkapnya.



Turut hadir pada rapat tersebut sejumlah OPD Pemprov Sumut, serta para Bupati dan Walikota se Kepulauan Nias.( LM )



Festival Seni Budaya DKSU


Berpotensi Semarakkan Pariwisata Sumut, Gubernur Dukung Festival Seni Budaya DKSU


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE ) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi serta mendukung penuh Festival Seni dan Kebudayaan Sumut yang akan dilaksanakan Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) pada tanggal 19-24 Maret mendatang. Menurutnya, kegiatan-¬kegiatan seperti festival tersebut berpotensi semarakkan pariwisata Sumut.

Gubernur Sumatera Utara  Edy Rahmayadi menerima kunjungan Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) di ruang kerjanya Lantai 10 Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (27/2/2019). Gubernur mengapresiasi serta mendukung penuh rencana Festival Seni dan Kebudayaan Sumatera Utara (Sumut) yang akan dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) pada tanggal 19-24 Maret 2019 mendatang


“Bagus ini, festival ini kan merupakan salah satu metode sosialisasi seni dan budaya. Sehingga lebih banyak masyarakat yang kenal dengan keberagaman seni dan budaya kita di Sumut ini, dengan begitu menarik minat orang untuk berwisata ke sini,” ujarnya saat menerima kunjungan dari Ketua DKSU Baharuddin Saputra beserta rombongan di ruang kerjanya lantai 10, Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (27/2).



Pariwisata sebagai salah satu sektor yang juga diprioritaskan oleh Pemprov Sumut, kata Edy, membutuhkan strategi dan rencana-rencana yang mantap untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Sumut. “Festival ini salah satu contohnya, semakin banyak event-event seperti ini, apalagi tersebar di media, akan memberi kesan positif tentang Sumut,” ucapnya.



Saat ini, kata Gubernur, Pemprov sedang berusaha untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari 230.000 hingga 500.000 pengunjung. Karena itu disayangkan, jika masih ada kesan-kesan negatif yang ditampilkan tentang Sumut di media, seperti demo, kriminal, dan lainnya. “Hal-hal seperti ini kan tentu mengurangi minat orang untuk datang dan berinvestasi, nah kita butuh kegiatan seperti ini yang menyejukkan,” tuturnya.



Edy Rahmayadikemudian berpesan agar kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut direncanakan dengan baik dan detail. Seluruh kesenian dan kebudayaan dari delapan etnis harus tergambar pada festival nantinya. “Hubungan kita dengan seni dan budaya kental sejak dulu, tolong hidupkan dan kembalikan lagi itu,” katanya.



Sebelumnya, Ketua DKSU Baharuddin Saputra menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Edy yang telah menerima dirinya dan rombongan. Baharuddin menjelaskan bahwa DKSU berencana untuk menyelenggarakan Festival Seni Budaya Sumut pada tanggal 19-24 Maret 2019 di Taman Budaya Sumut.



“Di sana nantinya akan digelar parade budaya dimulai dari Lapangan Merdeka hingga lokasi utama. Setelah itu beralngsung beberapa lomba, pameran lukisan dan fotografi, pertunjukan dan atraksi, intinya akan ada banyak stage di sana. Kita harapkan kehadiran Bapak untuk membuka festival nantinya,” ucapnya.



Baharuddin juga menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya ini merupakan festival perdana dan merupakan gebrakan dari kepengurusan DKSU periode 2017-2022 untuk tahun 2019. Seluruh kabupaten/kota akan diinformasikan untuk turut memeriahkan festival.( lm )



RPJMD Sumut 2018-2023 Ditetapkan Gaji Guru Honorer Naik jadi Rp 90.000/Jam


RPJMD Sumut 2018-2023 Ditetapkan Gaji Guru Honorer Naik jadi Rp 90.000/Jam


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE ) – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018-2023 ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Sumut, Senin (25/2) di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 5, Medan. Pendidikan menjadi salah satu program prioritas, dari lima program yang dirancang untuk mewujudkan RPJMD tersebut.




FOTO
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu ) Edy Rahmayadi menghadiri Rapat Paripurna Pengesahan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Jalan Iman Bonjol Medan,

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, untuk mewujudkan masyarakat yang terpelajar, berkarakter, cerdas, berdaya saing dan mandiri, sasaran bidang pendidikan diarahkan kepada peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan dengan target tercapainya angka rata-rata lama sekolah 10,5 tahun. 



Hal ini dilakukan melalui upaya peningkatan kualitas dan kompetensi guru, serta penambahan gaji guru honorer menjadi Rp 90.000 per jam, dari semula usulan DPRD hanya Rp 60.000 per jam. “Itu sudah saya hitung, makanya saya berani menetapkan angka itu, bahkan saya mau kalau bisa Rp 100.000 per jam, tapi kita syukuri ini bisa naik dari saat ini guru-guru honor hanya menerima Rp 40.000 per jam, tahun ajaran baru nanti kebijakan ini akan saya berlakukan,” ungkap Gubsu Edy.



Untuk peningkatan kualitas dan keterjangkauan layanan pendidikan, Gubsu memasang target 10,5 tahun angka rata-rata lama sekolah yang mendapat bantuan bersubsidi. “Sebenarnya bila mengacu pada perintah undang-undang harusnya sampai 12 tahun, tapi saat ini uang kita belum cukup, kalau dihitung-hitung bisa Rp 300 miliar - Rp 400 miliar per tahun untuk kita mensubsidi sekolah,” jelasnya.



Lalu untuk pemerataan pendidikan di daerah-daerah, Gubsu akan membuat program ‘Guru Terbang’ dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru di wilayah tertinggal. “Nanti guru-guru yang sudah PNS atau pun honor akan kita jadwalkan untuk mengajar ke daerah tertinggal, sebagai imbalannya akan kita berikan insentif,”tambahnya.



Program prioritas lainnya, untuk mewujudan visi “Sumut yang maju, aman dan bermartabat” dalam RPJMD adalah pelayanan kesehatan berkualitas, penyediaan lapangan kerja, insfrastruktur yang baik, dan mengembalikan Sumut pada sektor agraris dan pariwisata. Dengan sasaran utama “Membangun Desa Menata Kota”.



Untuk bidang kesehatan, kata Gubsu, diarahkan kepada peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan target pencapaian usia harapan hidup 70 tahun. Hal ini dilakukan melalui upaya peningkatan kerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dalam  peningkatan kompetensi SDM tenaga kesehatan, sarana prasarana, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan rumah sakit umum daerah sebagai rumah sakit rujukan. “Serta pengembangan rumah sakit provinsi (Rumah Sakit Haji Medan) bertaraf internasional, yang diharapkan dapat mengurangi masyarakat yang berobat ke luar negeri,” ujarnya.



Dengan langkah-langkah dan koordinasi tersebut, maka diharapkan dapat mendorong terwujudnya penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, balita stunting dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.



Lalu untuk bidang ketenagakerjaan, akan dibangun pusat inovasi dan industri kreatif antara lain di Samosir, Langkat, Tapanuli Tengah dan Medan. Sedangkan untuk menunjang bidang infrastruktur, antara lain akan dilakukan peningkatan konektivitas antar wilayah melalui pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan dengan target terwujudnya ‘Jalan Mantap’ 90 persen. Pembangunan proyek strategis pun akan dipacu seperti pembangunan Jalan Tol Sumatera, Kereta Api Tran Sumatera dan Pelabuhan Kuala Tanjung, serta peningkatan akses transportasi menuju destinasi wisata seperti Bahorok (Langkat), Pulau Berhala (Serdang Bedagai) dan Danau Siais (Tapanuli Selatan).



Terakhir, dalam bidang pertanian dan pariwisata, kesejahteraan petani adalah prioritas utama, dengan menggalakkan upaya pengembangan kawasan agribisnis dan agro-industri  lewat program one region one product. Sentra peternakan pun akan dikembangkan terutama pada daerah Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Asahan, Tapanuli Selatan dan Labuhan Batu.



Sementara itu, Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman mengapresiasi keseriusan Gubsu Edy Rahmayadi untuk membangun Sumut. Khususnya dalam penyusunan RPJMD Sumut 2018-2023 yang baru ditetapkan. “Pada rapat ini saya sampaikan apresiasi kepada Gubsu, dalam keseriusannya untuk membangun Sumut,” ujar Wagirin.



Turut hadir dalam rapat itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina, anggota DPRD Sumut, OPD Pemprovsu dan perwakilan Forkopimda Sumut. ( lm )




Peringatan HPS Di Seputaran Danau Griya Martubung


Peringatan HPS Di Seputaran Danau Griya Martubung (kecil) Wakil Wali Kota & Dandim 0201/BS Ikut Pungut Sampah & tanam Pohon


Medan (  KBNLIPANRI ONLINE )
Peringatan Hari Peduli Sampah di Kota Medan  dipusatkan di seputaran Danau  Griya Martubung Jalan Pancing, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (21/2).  Selain penanam pohon, peringatan ditandai dengan menggelar aksi bersih pungut sampah. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi sekaligus  mengedukasi masyarakat untuk  senantiasa hidup bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi  bersama Dandim 0201/BS hadir dalam acara peringatan Hari Peduli Sampah (HPS) tersebut. Selain mengutip sampah, keduanya juga ikut menanam pohon untuk penghijauan di pinggiran Danau Griya Martubung bersama Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Khairul Syahnan beserta seluruh peserta dan penggiat kebersihan.

Aksi bersih pengutipan sampah juga didukung personel Kodim 0201/BS beserta jajaran Kecamatan Medan Labuhan. Dari lokasi acara, seluruh peserta berjalan mengitari pinggiran Danau Griya sambil memunguti sampah. Di samping itu juga melakukan pembersihan jalan dan membabat rumput dan gulma menggunakan mesin babat.

Usai  aksi bersih pungut sampah dan penanaman pohon dilakukan, Wakil Wali Kota berharap melalui peringtatan HPS yang mengusung  tema, “Kelola Sampah Untuk Hidu[p Bersih, Sehat dan Bernilai” agar  seluruh masyarakat Kota Medan untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Hal itu  harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan tempat tinggal maasing-masing.

“Tanpa dukungan penuh seluruh elemen dan lapisan masyarakat,  sangat sulit untuk mewujudkan kebersihan di Kota Medan. Dukungan itu dapat diwujudkan dengan mewadahi sampah rumah tangga masing-masing untuk mempermudah petugas kebersihan mengangkutnya menuju tempat pembuangan sementara (TPS) hingga tempat pembuangan akhir (TPA),” kata Wakil Wali Kota.

Diungkapkan Wakil Wali Kota, setiap hari sampah yang dihasilkan sekitar 2.000 ton. Dari jumlah itu, 50 % diantaranya merupakan sampah dari rumah tangga. Oleh karenanya apabila masyarakat dapat mengatasi sampah rumah tangga tersebut, tentunya sangat membantu tugas pemerintah untuk mewujudkan kebersihan.

"Tanpa kepedulian kita bersama, mustahil kota yang kita cintai bersama ini akan bersih. Untuk itu  melalui peringatan HPS ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi mendukung kebersihan  di Kota Medan. Selain mewadahi sampahnya masing-masing,  mari terus jaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pesannya.

Setelah itu Wakil Wali Kota meninjau lokasi pembuatan pupuk yang bahan dasarnya berasal dari tanaman encek gondok. Mantan Wakil Wali Kota sangat mengapresiasi langkah cerdas tersebut, selain untuk mendukung penyuburan tanaman, juga mampu membersihkan permukaan Danau Griya Martubung yang saat ini dipenuhi enceng gondok. Dalam peninjauan tersebut, Wakil Wali Kota sempat mencoba langsung proses pembuatan puput dari tanaman encek gondok tersebut.

Kemudian Wakil Wali Kota bersama Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan diwakili Zul Fachri Ahmadi selaku Sekretaris mengikuti sarasehan  penggiat persampahan yang menghadirkan sejumlah pembicara dari pengamat lingkungan dan penggiat kebersihan di Kota Medan. Acara juga dirangkaikan dengan tanya jawab dan solusi mengatasi sampah guna mewujudkan kebersihan di Kota Medan.

Sebelumnya Kabid Operasi Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan Baharuddin Harahap dalam laporannya menjelaskan,  tujuan digelarnya peringatan HPS  untuk membangun kesadaran bersama untuk hidup bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah. Di samping itu untuk mendorong budaya bersih dan produktif di tengah masyarakat dnegan partisipasi masyarakat sebagai modal sosial.

“Selain itu melalui peringatan HPS, kita juga ingin meningkatkan peran aktif dan langkah-langkah pemerintah daerah serta masyarakat luas dalam pengelolaan sampah. Serta membangun sinergi upaya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan sampah,” papar Baharuddin. (lm)

Sosialisasi Pemilu Serentak Warnai CFD


Sosialisasi Pemilu Serentak Warnai CFD


Medan ( KBNLIPANRI ONLINE )

Car Free Day yang berlangsung setiap minggu di seputaran Lapangan Merdeka Medan, semakin menarik minat masyarakat Kota Medan untuk berolahraga. Terbukti, masyarakat yang melakukan olahraga secara massal semakin banyak. Program yang digelar Pemko Medan ini telah berhasil membudayakan berolahraga bagi masyarakat serta menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan asri pada setiap minggunya.


Sejak pukul 06.00 WIB, warga telah berdatangan ke Lapangan Merdeka. Mereka berolah raga dengan berlari dan berjalan di dalam maupun di luar Lapangan Merdeka.

Selain berlari, berjalan santai, bermain badminton, banyak sekali warga yang antusias mengikuti senam jantung sehat yang digelar Pemko Medan bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sumut.

Car Free Day atau biasa disingkat CFD, kerap pula menjadi ajang bagi instansi pemerintah maupun swasta dan organisasi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan diantaranya penyuluhan maupun sosialisasi seperti yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU)) Kota Medan, yang memanfaatkan  momentum CFD untuk mensosialisasikan pemilu serentak dan Penyuluhan Bahaya Narkoba yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Minggu (17/2) di Lapangan Merdeka, Medan.

Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si. yang tampak  ikut berolah raga sembari menyapa dan mengingatkan warga yang berokah raga untuk menjaga kebersihan Lapangan Merdeka, juga turut menghadiri sosialisasi Pemilu Serentak yang digelar KPU Medan bersama Relawan Demokrasi (Relasi).

Dalam sosialisasi ini, warga juga mendapat informasi soal Pemilu Serentak.  Masyarakat tampak sangat antusias dengan sosialisasi yang dilakukan. Keingintahuan warga yang sangat tinggi terkait informasi kepemiluan dirasakan langsung saat KPU Kota Medan dan Relasi menyebarkan brosur sosialisasi dan membuka stand cek daftar pemilih.

“Kami merasakan bagaimana masyarakat sangat antusias dengan informasi dan sosialisasi tentang Pemilu Serentak 17 April 2019 yang saat ini dilakukan. Lihat saja warga berkerumun untuk mendapatkan selebaran dan brosur sosialisasi,” kata Ketua KPU Kota Medan Agussyah Ramadani Damanik didampingi komisioner lainnya Edy Suhartono, Nana Miranti, M. Rinaldi Khair dan Sekretaris KPU Medan Nirwan di Lapangan Merdeka Medan.

Target sosialisasi kali ini adalah untuk memastikan masyarakat mengetahui ada lima jenis surat suara yang akan dicoblos pada hari pemungutan suara yakni calon presiden dan wakil presiden, calon DPD RI, calon DPR RI, calon DPRD Provinsi dan calon DPRD Kabupaten/Kota. Setelah itu memastikan bahwa warga yang mengunjungi stand KPU Kota Medan sudah terdaftar dengan memeriksanya melalui aplikasi online KPU RI Pemilu 2019.

Usai menghadiri sosialisasi, Wakil Wali Kota tidak lupa untuk  terus mengingatkan kepada warga Medan agar menggunakan hak suaranya pada Pemilu April  mendatang. Karena menurut Wakil Wali Kota, demokrasi tidak akan berjalan jika rakyatnya tidak mau atau tidak peduli dengan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif.

“Keterlibatan masyarakat dalam politik sekurang-kurangnya adalah  dengan pergi ke TPS dan menggunakan hak suaranya dengan benar. Hal  ini harus terus kita sosialisasikan hingga  masyarakat menyadari bahwa setiap individu di negara ini memiliki hak dan tanggungjawab atas kemajuan negaranya”, ujar Akhyar.

Selain mengingatkan warga untuk menggunakan hak pilihnya, Akhyar juga menyampaikan untuk terus menjaga persatuan dan rasa persaudaraan diantara warga Medan.  Perbedaan pilihan itu hal yang biasa, tambah Akhyar, tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecahbelah.

“Perbedaan pilihan harus disikapi dengan kejernihan pikiran. Bahwa setiap manusia memiliki pemikiran dan analisis sendiri dalam memilih pemimpin nanti. Itu harus sama-sama kita hargai sebagai manusia demokrasi yang dewasa. Jangan langsung percaya dan termakan berita hoax apalagi menyebarkan berita hoax dan akhirnya memperkeruh suasana,” ungkap Akhyar yang juga didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Marah Husin.(team)

Dampingi Mensos Serahkan Bansos, Wagubsu Harapkan Program Terlaksana Berkelanjutan


Dampingi Mensos Serahkan Bansos, Wagubsu Harapkan Program Terlaksana Berkelanjutan


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah berharap penyerahan bantuan sosial (Bansos) berupa paket bahan pokok kepada 1000  kepala keluarga (KK) masyarakat kurang mampu di Kota Medan akan terus terlaksana secara berkelanjutan. Begitupun dengan jumlah penerima, diharapkan akan bertambah banyak dari jumlah penerima saat ini.



Harapan ini disampaikan Wagubsu kepada Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengawali acara Penyerahan Bansos Sembako kepada 1000 Kepala Keluarga Masyarakat Kurang Mampu Kota Medan, Kamis (14/2), di Lapangan Benteng Jalan Pengadilan, Medan Petisah.



“Kami selaku pemerintah daerah tentunya sangat berterima kasih, khususnya kepada Bapak Menteri yang sudah datang berkunjung hari ini dan menyerahkan bantuan kepada masyarakat kita yang kurang mampu. Semoga, akan ada program lanjutan berikutnya dengan jumlah penerima yang lebih besar,” ucap Wagubsu Musa yang juga akrab disapa dengan Ijeck.



Selain penyerahan Bansos, Ijeck kemudian juga memberi saran agar ada program-program yang bersifat pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga masyarakat penerima dibekali dengan kemampuan-kemampuan yang menunjang kehidupannya sehari-hari.



“Kita melalui Dinas Sosial sedang mempersiapkan ini, dan mudah-mudahan pertemuan dengan Bapak Menteri hari ini akan berlanjut dengan koordinasi-koordinasi berikutnya, dimana kita yang di daerah ini akan jemput bola agar lebih banyak lagi program-program Kementerian, khususnya Kemensos, yang terlaksana di Sumut ini,” tutur Ijeck.



Sementara itu, Mensos RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa dirinya setuju dengan usulan dan harapan yang telah disampaikan Wagubsu untuk memperbanyak program serupa dengan jumlah penerima yang lebih banyak. “Kami tentunya pemerintah pusat sangat mendukung inisiatif-inisiatif dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam meningkatkan kualitas hidup warga masing-masing. Selama komunikasi dan koordinasi kita semua lancar, program-program serupa seperti ini bisa kita laksanakan lebih sering bersama-sama,” katanya.



Selain penyerahan Bansos, kata Agus, telah banyak pula program-program Kemensos sebelumnya yang telah terlaksana dalam upaya untuk menekan angka kemiskinan dan menyejahterakan kehidupan masyarakat. Diantaranya seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Pelayanan Sosial Lanjut Usia, dan lainnya.



Walikota Medan Dzulmi Eldin berharap agar bantuan yang diterima 1000 KK masyarakat kurang mampu bisa meringankan belanja kebutuhan bahan pokok warga. Eldin menyampaikan bahwa saat ini masih ada sekitar 129.613 keluarga miskin di Kota Medan, 65.342 telah menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) dari program Kemensos. “1000 keluarga hari ini, kita pilih yang belum menerima bansos sebelumnya dan akan kita upayakan agar lebih banyak KPM berikutnya, sehingga berkurang masyarakat miskin di Kota Medan,” jelasnya.



Badmani (33), seorang ibu orang tua tunggal bagi 3 anak menjadi salah satu penerima Bansos dari Kemensos. Warga Medan Polonia ini sehari-harinya hanya bekerja sebagai loper koran. Dirinya mengaku bersyukur memperoleh Bansos. “Membantu sekali lah pastinya, semoga program seperti ini terus berlanjut. Tetapi kedepannya semoga jangan bantuan saja, ada pelatihan atau bantuan modal, sehingga bisa terus-menerus kita pakai keahlian atau modal itu untuk bekerja dan menghasilkan uang sendiri, mandiri lah istilahnya,” ujar Badmani.



Secara simbolis Bansos diserahkan kepada 10 perwakilan warga secara langsung oleh Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Wagubsu Musa Rejakshah serta Walikota Medan Dzulmi Eldin. Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI Meutya Hafid, pejabat dan staf Kemensos RI, Forkopimda Provsu dan Kota Medan, OPD Pemprovsu dan Kota Medan, serta masyarakat penerima Bansos.( team )

Kampanyekan Kesehatan Ibu Anak


Kampanyekan Kesehatan Ibu Anak, Ketua TP PKK Provsu Ajak Semua Elemen Bersinergi


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE ) - Sebagai salah satu upaya mengampanyekan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Sumatera Utara (Sumut), Ketua Tim Pengerak (TP) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Nawal Lubis Edy Rahmayadi mengajak semua elemen, khususnya PKK di kabupaten/kota untuk saling bersinergi.


 
Demikian dikatakan Nawal Lubis usai hadir pada Workshop Kampanye Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir untuk Mendukung Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)  dan Angka Kematian Neonatal (AKN) di Sumut yang digelar USAID-Jalin di Hotel Adi Mulia Medan, Selasa (12/2).



Dalam kesempatan itu, Nawal juga hadir bersama Wakil Ketua TP PKK Provsu Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah. Ia menyebutkan bahwa program USAID-Jalin tersebut sangat bagus dan layak didukung. "Untuk semua ibu-ibu PKK mari kita bersinergi untuk ikut berpartisipasi menurunkan angka kematian ibu dan anak baru lahir ini," ucapnya.



Menurutnya, walaupun sebelumnya program ini telah dilaksanakan dan belum berhasil, pihaknya meminta agar seluruh pihak tetap berkomitmen melaksanakan program tersebut.



Dalam workshop itu sendiri turut dihadiri beberapa elemen yang berkaitan langsung untuk mengampanyekan kesehatan ibu dan anak baru lahir. Beberapa elemen yang menjadi peserta yakni para jurnalis media cetak dan elektronik, ibu-ibu PKK, Diskominfo, tokoh agama di Sumut dan lain sebagainya.



Dalam workshop itu mereka dibagi dalam kedua kelompok untuk mencari isu-isu apa saja yang berkaitan dengan pengampanyean kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Sumut, kemudian siapa saja yang layak terlibat dan sarana apa yang layak digunakan untuk proses kampanye tersebut.



Konsultan USAID-Jalin, dr Fatmi Sulani mengatakan, dari workshop tersebut diharapkan, masyarakat dapat mangetahui perannya dan ibu dapat mengetahui haknya. "Media mulai dari sekarang juga bisa melihat mana suami-suami yang gendong anak, difoto dan disiarkan. Karena tidak ada satu pun suami yang menghadiri kelas hamil. Kemudian soal kampanye pernikahan dini, bahaya pernikahan dini dan lain sebagainnya," sebutnya.



Sementara Communications Specialist USAID-Jalin, Chatrine Siswoyo berharap peran dari Forum Media Peduli Kesehatan Ibu dan Anak  untuk terus menerus mengampanyekan soal kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Sumut. "Karena ini bukan hanya tugas dari bidang kesehatan saja, melainkan tugas dari kita semua untuk ikut mengampanyekan, termasuk media. Semoga dari forum ini ada langkah-langkah yang kita buat dan solusi yang ditawarkan kepada masyarakat di Sumut," ucapnya. ( team )



Motivasi Pejabat dan Pegawai Bank Sumut


Gubsu Motivasi Pejabat dan Pegawai Bank Sumut, Kekosongan Dirut Jangan Menjadikan Kegelisahan dan Kemunduran


MEDAN,( KBNLIPANRI ONLINE ) – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi memberi motivasi para pejabat dan pegawai Bank Sumut dalam rangka penguatan internal. Salah satu pesan penting yang disampaikan, agar kekosongan Direktur Utama (Dirut) jangan sampai menjadikan kegelisahan di kalangan pegawai Bank Sumut.



“Hal yang paling penting adalah terus berupaya untuk bekerja secara maksimal dan mempersembahkan yang terbaik. Kalau kalian tidak maksimal, bank kebanggan kita ini mundur, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kita pun sudah pasti terkena dampak,” ucap Gubsu Edy Rahmayadi pada pertemuan yang digelar di aula lantai 10 kantor Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (11/2).  



Gubsu mengatakan, Bank Sumut merupakan bank yang hebat dan telah banyak berkontribusi untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Sumut. “Untuk itu, kalian harus tanamkan itu rasa bangga dalam diri, karena telah ikut menjadi bagian dari yang memberi kontribusi. Kalau SDM nya bersemangat, mudah-mudahan tujuan kita menjadikan bank Sumut lebih maju dari BPD (bank pembangunan daerah)  lain bisa terwujud,” ujarnya.



Untuk itu, Edy berharap seluruh pejabat dan pegawai BanK Sumut senantiasa memupuk kebersamaan antar sesama, meningkatkan kerja sama dan komunikasi, serta senantiasa optimis dengan masa depan Bank Sumut.



Gubsu Edy kemudian menampilkan cuplikan-cuplikan video berisi motivasi dan semangat. Para pejabat dan pegawai Bank Sumut menyimak paparan Gubsu dengan khidmat sekaligus santai. Sesekali riuh tawa para pegawai Bank Sumut mewarnai aula saat menyimak paparan Gubsu yang dibawakan dengan gaya humoris.



Sebelumnya, Komisaris Utama Bank Sumut Rizal Fahlevi Hasibuan mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi kedatangan Gubsu Edy ke Kantor Bank Sumut. Menurutnya, ini merupakan bukti kepedulian dan rasa cinta Gubsu Edy Rahmayadi serta Wagubsu Musa Rajekshah terhadap Bank Sumut.



“Tiga tahun berturut-turut ekonomi belum membaik. Namun, kita bersyukur, untuk menghadapi ini jajaran Bank Sumut yang Bapak miliki ini tetap survive dan kita dapatkan laba yang baik dari tahun demi tahun. Kemudian kita mendapat penghargaan yang banyak walaupun keadaan kurang memungkinkan,” katanya.



Rizal mengungkapkan, bahwa masih banyak BPD lain yang tidak seberuntung Bank Sumut. Namun, hal ini bukan alasan untuk berpuas diri. Justru menjadi dorongan untuk meningkatkan komitmen dan upgrade diri. “Insya Allah, dengan bantuan Gubernur kedepannya kita akan bertahan dan membesarkan bank ini,” tuturnya.



Fatmah selaku Pimpinan KCP Bank Sumut Kampung Baru mengaku sangat tergugah dengan paparan dan motivasi Gubsu Edy. “Saya sudah bekerja selama 20 tahun di Bank Sumut. Untuk kami orang Bank Sumut yang belum ada Dirut, ini menjadi sebuah penyemangat baru untuk melaksanakan tugas kantor. Kehadiran Gubernur hari ini sangat berarti untuk saya sendiri, dan Bank Sumut dalam lingkup besarnya,” ujar Fatmah, yang sempat menitikkan air mata saat mendengarkan kata-kata motivasi dari Gubsu Edy.



Sementara itu, diketahui, posisi Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut kosong, setelah Edie Rizliyanto mengundurkan diri Oktober 2018. Edie Rizliyanto menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Dirut Bank Sumut setelah mendapat penugasan baru sebagai Direktur Utama PT Jasindo oleh Kementerian BUMN.



Turut hadir dalam acara tersebut seluruh komisaris dan direktur PT Bank Sumut, pemimpin divisi Bank Sumut, pemimpin cabang dan pemimpin bidang Bank Sumut, serta seluruh pegawai Bank Sumut. ( team )


Tim IPITEX Thailand SMAN 1 Matauli Pandan


Terima Tim IPITEX Thailand SMAN 1 Matauli Pandan, Gubsu Apresiasi dan Motivasi Tingkatkan Prestasi
  

MEDAN ( KBNLIPANRI ONLINE ) – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengapresiasi prestasi para siswa SMAN 1 Matauli Pandan di event International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2019 di Thailand. Para siswa juga dimotivasi untuk terus meningkatkan prestasi di masa mendatang.



Hal itu disampaikan Gubsu Edy Rahmayadi ketika menerima audiensi tim dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah yang mengikuti IPITEX 2019, di ruang kerjanya Lantai 10 Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (8/2).
 


Gubsu Edy mengatakan keberhasilan bukanlah akhir dari perjuangan. Keberhasilan merupakan awal dari kemenangan. “Apresiasi untuk kalian anak-anaku sekalian atas keberhasilan yang kalian dapatkan. Tapi, kalau kalian langsung puas dengan hal seperti ini itulah tanda kehancuran,” katanya.



Masa depan para siswa, kata Gubsu Edy, sangat diharapkan di Sumut ini, oleh bangsa ini. Untuk itu jangan pernah berhenti, jangan pernah menyerah, dengan segala bentuk gangguan, hambatan, dan tantangan yang  ada.



“Karena setiap keberhasilan pasti cobaan menghadang di depan. Kalau kalian mampu menghadapi itu, kalian pasti berhasil,” ujar Gubsu Edy.



Gubsu pada kesempatan itu juga mengharapkan agar para siswa sebagai generasi penerus dalam melakukan sesuatu harus diiringi dengan doa. Karena doa itu sangat penting. “Karena pintu keberhasilan itu adalah doa,” ujar Gubsu, yang didampingi Kadis Pendidikan Provsu Arsyad Lubis.



Selain itu, katanya, seorang siswa itu harus mempunyai cita-cita. Punya cita-cita apa yang harus diperbuat dan mau jadi apa nantinya. “Kalau tidak punya cita-cita berarti tidak ada tujuan dalam dalam hidup,” sebut Gubsu.



Kepala Sekolah SMA 1 Matauli Pandan Murdianto SPd MM pada kesempatan itu menyampaikan bahwa SMAN 1 Matauli Pandan Tapanuli Tengah menurunkan 10 tim untuk mengikuti IPITEX di Thailand. “Dari sepuluh tim ini yang mengikuti even internasional yang diikuti 35 negara yang termasuk negara Eropa berhasil mendapatkan 1 mendali emas dan perunggu. Dan ada juga mendapatkan special award medali,” ujar Murdianto.



Sampai saat ini, lanjut Murdianto, baru 5 tim yang kembali ke Sumatera Utara. “Selebihya sore ini  (Jumat, 8/2) mungkin akan tiba,” sebut Murdianto.



Dikatakannya, mengikuti even seperti ini merupakan kegiatan rutin bagi SMAN 1 Matauli Pandan. Pada tahun 2018 mengikuti kegiatan seperti ini di Korea Selatan. “Mohon bimbingan dari Bapak Gubernur Sumatera agar SMAN 1 Matauli Pandan ini dapat melahirkan anak-anak yang berprestasi dan lebih baik lagi kedepan,” kata Murdianto.( team )

LAMBANG KERAJAAN SANIANGNAGA KERAJAAN MAJAPAHIT

Berikut ini akan sedikit kami uraikan tentang Pataka peninggalan Kerajaan Majapahit yang seharusnya tetap ada di negara kita sendiri.

PATAKA SANG DWIJA NAGA NARESWARA

Info MajapahitPataka Sang Dwija Naga Nareswara dari Kerajaan Majapahit ini berbentuk Tombak Pataka Nagari sebagai perwujudan dari Naga Kembar penjaga Tirta Amertha, terbuat dari bahan tembaga. Tombak  Pataka ini di buat di era Kerajaan SINGHASARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan MAJAPAHIT (Wilwatikta). Merupakan satu-satunya tombak pataka Singhasari yang mampu diselamatkan oleh SANGRAMA WIJAYA pada saat keruntuhan Kerajaan Singhasari akibat serbuan Kerajaan Gelang-gelang. Pataka lainnya berhasil dikuasai dan diboyong oleh Raja Jayakatwang ke Kerajaan Gelang-gelang.
Pada Tombak Pataka ini lah pertama kali di pasang bendera Kerajaan Wilwatikta (Majapahit) ketika di proklamirkan di hutan Tarikh (setelah penyerbuan pasukan Tartar dan pasukan SANGRAMA WIJAYA atas Kerajaan Gelang-gelang). Bendera tersebut bernama : Gula – Kelapa (Merah – Putih), yang sekarang kita warisi menjadi Bendera Sang Saka Merah Putih.

Tombak Pataka ini sekarang berada di :

THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART
1000 5th Avenue, New York, NY – USA

Dengan data museum sebagai berikut :

Halberd Head with Nagas and Blades
Period: Eastern Javanese period, Singasari kingdom
Date: ca. second half of the 13th century
Culture: Indonesia (Java)
Medium: Copper Alloy
Dimensions: H.17 1/4 in. (43.8 cm); W. 9 3/4 in. ( 24.8 cm)
Classification: Metalwork
Credit Line: Samuel Eilenberg Collection, Bequest of Samuel Eilenberg, 1998
Accession Number: 2000.284.29a, b
This artwork is currently on display in Gallery 247

Hal ini cukup mengherankan saya, sebab Amerika Serikat tidak mempunyai benang merah sejarah dengan bangsa Indonesia. Mungkin artefak ini diambil oleh pemerintah kolonial Belanda dan dikirim ke Eropa, baru kemudian berpindah tangan ke Amerika Serikat (???).

Tombak Sang Dwija Naga Nareswara ini sepertinya pernah di singgung dalam prasasti tahun 1305 AD bagian II  yang menjelaskan nama abhiseka Kertarajasa Jayawardhana (Bhre Wijaya / pendiri kerajaan Majapahit). Dikatakan bahwa nama beliau terdiri dari 10 suku yang dapat dipecah menjadi empat kata yakni kerta, rajasa, jaya dan wardhana. Unsur kerta mengandung arti bahwa baginda memperbaiki pulau Jawa dari kekacauan yang ditimbulkan oleh penjahat-penjahat dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Unsur rajasa mengandung arti bahwa baginda berjaya mengubah suasana gelap menjadi suasana terang-benderang akibat kemenangan beliau terhadap musuh-musuhnya. Unsur jaya mengandung arti bahwa baginda memiliki lambang kemenangan berupa senjata tombak berujung mata tiga (trisula muka) dan karena senjata tersebut segenap musuh hancur lebur. Unsur wardhana mengandung arti bahwa baginda menghidupkan segala agama, melipat gandakan hasil bumi, terutama padi demi kesejahteraan rakyatnya. 


PATAKA SANG HYANG BARUNA

Info MajapahitPataka Kerajaan Majapahit ini bernama Sang Hyang Baruna berupa sebuah tombak (Tombak Pataka Nagari) dengan dua mata tombak kembar di atas kepala dan ekor naga, pataka ini terbuat dari bahan tembaga. Tombak Pataka ini di buat pada jaman Kerajaan SINGHASARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan MAJAPAHIT(Wilwatikta). Pataka ini biasa dipasang di atas kapal yang memimpin sebuah rombongan ekspedisi, untuk menandai adanya seseorang diatas kapal tersebut yang bertindak mewakili Raja atau Negara. Bendera atau panji-panji yang dipasang bernama : “Getih – Getah Samudra” (lima garis merah dan empat garis putih), sebagai bendera armada militer SINGHASARI / MAJAPAHIT. Sampai saat ini bendera ini tetap dipakai oleh TNI-AL dalam kapal-kapal perangnya di perairan internasional, dengan nama panji-panji : “Ular-ular Tempur”.

Pataka ini pertama kali di bawa oleh pasukan ekspedisi PAMALAYU dan diserahkan kembali kepada Kerajaan Majapahit sebagai penerus dari Kerajaan Singhasari. Pataka ini telah berkiprah pada “Ekspedisi PAMALAYU (Singhasari)”, “Ekspedisi Duta Besar ADITYAWARMAN ke China (Majapahit)” hal ini dilakukan dua kali, “Ekspedisi NUSANTARA oleh GAJAHMADA (Majapahit)”. Dan tetap eksis hingga saat ini, dilanjutkan oleh TNI-AL sebagai kekuatan maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Tombak Pataka (Sang Hyang Baruna) ini sekarang berada di :

THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART
1000 5th Avenue, New York, NY – USA


Dengan data museum sebagai berikut :

Halberd Head with Naga and Blades
Period: Eastern Javanese period, Singasari kingdom
Date: ca. second half of the 13th century
Culture: Indonesia (Java)
Medium: Copper alloy
Dimensions: H.17 1/2 in. (44.4 cm); Gr. W. 8 1/4 in. (21 cm)
Classification: Metalwork
Credit Line: Samuel Eilenberg Collection, Gift of Samuel Eilenberg, 1996
Accession Number: 1996.468a, b
This artwork is currently on display in Gallery 247


Satu hal yang amat mengganjal di hati (sebagai masyarakat pewaris Majapahit) adalah : Mengapa Pataka Majapahit ini sampai bisa berada di Amerika Serikat yang nota bene tidak memiliki hubungan kesejarahan dengan bangsa kita ?

Bendera Getih - Getah - Samudra

SANG PELOPOR DAN PENERUS PATAKA “SANG HYANG BARUNA”
Dalam menjalankan politik NUSANTARA (penyatuan seluruh kepulauan nusantara di bawah panji-panji Kerajaan Majapahit), terdapat 3 nama besar yang cukup disegani dalam pelaksanaannya.

Yang pertama adalah : ADITYAWARMAN (dengan pangkat tertingi Wredhamantri), adalah keluarga raja yang meniti kariernya di dunia militer sebagai penerus ayahandanya (keluarga Raja Singhasari) MAHESA ANABRANG yang bergelar ADWAYABRAHMA. Kedua-duanya dikenal tangguh di medan pertempuran, jago strategi dan ulet menjalankan misi diplomatik (MAHESA ANABRANG adalah pimpinan misi diplomatik ekspedisi PAMALAYU Singhasari ke Kerajaan DHARMASRAYA, jejak ini diikuti putranya : ADITYAWARMAN yang melakukan “mission imposible” dengan melakukan kunjungan diplomatik ke Kaisaran China. Padahal baru 2 dekade pasukan Tartar ini digempur dalam pertempuran tanah Jawa oleh Bhre WIJAYA, dan mereka sedang mempersiapkan gempuran balasan). Kehandalan ADITYAWARMAN sebagai duta-lah yang bisa menetralisir keadaan dan bahkan menemukan kesepahaman dalam hubungan diplomatik antar negara. Baik ayah dan anak ini ketika melakukan tugasnya : membawa Tombak Pataka SANG HYANG BARUNA.

Yang kedua dan ketiga adalah dua serangkai : Panglima Laut Rakarian Tumenggung MPU NALA dan Mahapatih Amangkubhumi MPU MADA. Keduanya secara bahu-membahu menjalankan tugas penyatuan Nusantara dengan konsisten dibidangnya masing-masing. MPU NALA adalah generasi kedua panglima armada laut Kerajaan Majapahit, ayahandanya dikenal sebagai panglima laut yang memimpin rombongan pertama ekspedisi Pamalayu Singhasari menuju Kerajaan Tumasik (Singapura) di selat Malaka. Maka penunjukannya sebagai Panglima Laut di era pemerintahan Rani TRIBHUWANA TUNGGADEWI ini bersifat mutlak, mengingat banyak pelaut-pelaut yang dahulu mengabdi kepada ayahandanya telah bersumpah setia mendukung kepemimpinannya mengarungi samudra. Dikenal jago pertempuran laut dan pandai menyatukan pasukan laut yang berasal dari beberapa negara bawahan.

Mahapatih Amangkubhumi MPU MADA adalah tokoh kunci dari politik penyatuan Nusantara lewat SUMPAH PALAPA-nya. Seorang militer tulen yang memulai karirnya dari bawah sebagai bekel bhayangkara dan dikenal cerdas mempelajari ilmu pemerintahan. Pemikirannya banyak dipengaruhi oleh politik NUSANTARA Kerajaan Singhasari Raja SRI KERTANEGARA dan hal ini cocok dengan pemikiran Rani Majapahit (TRIBHUWANA TUNGGADEWI yang juga cucu dari SRI KERTANEGARA) yang mendapat pemahaman serupa dari ibundanya : DYAH AYU GAYATRI.

Keteguhan hati sang MPU MADA dalam mencapai cita-citanya diujinya sendiri dalam berbagai medan pertempuran pada separuh masa kehidupannya. Kemampuannya yang ulet, luwes sekaligus tegas dan tangguh telah mewariskan kepada kita wilayah Negara INDONESIA Raya yang luas ini.

Dalam menjalankan ekspedisinya, kapal panglimanya selalu membawa Tombak Pataka Sang Hyang BARUNA dan mengibarkan panji-panji kebesaran Majapahit (Getih - Getah - Samudra).

Rupanya perjalanan sejarah tersebut diabadikan secara konsisten oleh TNI-AL sebagai kekuatan maritim INDONESIA. Panji-panji Maritim Majapahit tetap dipakai hingga saat ini, bahkan GAJAHMADA dibuatkan monumennya di Markas Komando TNI-AL Surabaya. Keduanya baik MPU NALA maupun  MPU MADA, namanya diabadikan sebagai nama kapal perang : KRI. NALA dan KRI. GAJAHMADA.


PATAKA SANG PADMANABA WIRANAGARI

Tombak Pataka Nagari kerajaan Majapahit yang ketiga terbuat dari bahan tembaga bernama Sang Padmanaba Wiranagari (Teratai Kemuliaan Pembela Negeri).
Info Majapahit
Tombak Pataka ini di buat di era Kerajaan SINGHASARI (abad 12 – 13 Masehi), dan diwarisi oleh Kerajaan WILWATIKTA (MAJAPAHIT). Adalah Pataka yang direbut kembali oleh para senopati Singhasari eks ekspedisi PAMALAYU di Kerajaan Jayakatwang Kediri. Pasukan ini merasa terluka hatinya dikarenakan kerajaan Singhasari diruntuhkan Jayakatwang ketika mereka tidak berada di tempat, sehingga tidak bisa membela negara. Ketika mereka pamit melakukan tindakan perebutan kembali pataka-pataka Singhasari sebagai wujud pengembalian kehormatan Singhasari kepada SANGRAMA WIJAYA sempat tidak diijinkan. Karena SANGRAMA WIJAYA masih trauma akan perang saudara yang baru saja dijalaninya (Raja JAYAKATWANG adalah sepupu SRI KERTANEGARA yang sekaligus besannya, dan masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan SANGRAMA WIJAYA melalui kakeknya NARASINGAMURTI).

Kemudian para senopati ini nekat berangkat setelah berpamitan kepada Prameswari TRIBHUWANESWARI (yang juga putra pertama SRI KERTANEGARA dan istri SANGRAMA WIJAYA). TRIBHUNARESWARI tidak menjawab YA atau TIDAK, hanya bersabda : PENUHI DHARMAMU SEBAGAI KSATRYA. Dan ini yang menjadi legitimasi bagi para senopati ekspedisi PAMALAYU merebut kembali panji pataka peninggalan Singhasari yang ada di Daha.

Mereka akhirnya berhasil membawa pulang 5 (lima) panji Pataka Singhasari dan meneguhkan sikap para kerabat di wilayah Daha (yang masih bingung harus bersikap mengabdi kepada siapa), bahwa Majapahit adalah penerus Singhasari yang sah dan penerus Rajasawangsa.

Pada Tombak Pataka ini lah pertama kali di pasang Lambang Kerajaan Wilwatikta (Majapahit). Ada 4 (empat) kali perubahan lambang negara Majapahit yang pernah ditambatkan pada Pataka ini. Pada foto diatas adalah lambang kedua yang dipakai pada masa pemerintahan Rani TRIBHUWANA TUNGGADEWI dan Raja SRI RAJASANAGARA DYAH HAYAM WURUK, dimana Majapahit mengalami masa keemasannya. Mengenai keempat Lambang Negara Majapahit dapat anda lihat pada catatan yang lain. Semua Lambang Kerajaan (keempat-empatnya) bernama : SURYA WILWATIKTA. Banyak yang menyebutnya juga sebagai SURYA MAJAPAHIT.

Tombak Pataka ini sekarang berada di :

THE METROPOLITAN MUSEUM OF ART
1000 5th Avenue, New York, NY – USA


Dengan data museum sebagai berikut :

Top of a Scepter
Period: Eastern Javanese period, Singasari kingdom
Date: ca. second half of the 13th century
Culture: Indonesia (Java)
Medium: Copper alloy
Dimensions: H. 16 1/16 in. (40.8 cm)
Classification: Metalwork
Credit Line: Samuel Eilenberg Collection, Gift of Samuel Eilenberg, 1987
Accession Number: 1987.142.184
This artwork is currently on display in Gallery 247


Hal ini cukup mengherankan saya, apa hubungan Amerika Serikat dengan sejarah bangsa Indonesia. Mungkin artefak ini diambil oleh pemerintah kolonial Belanda dan dikirim ke Eropa, baru kemudian berpindah tangan ke Amerika Serikat (???).

SANG HYANG NAGA AMAWABHUMI

Pataka Kerajaan Majapahit ke 4 berbentuk tombak naga berbahan tembaga yang dikenal dengan sebutan Sang Hyang Naga Amawabhumi yang artinya Naga Penjaga Keadilan.

SUSUNAN PENGADILAN
Info MajapahitSemua keputusan dalam pengadilan di ambil atas nama Raja yang disebut Sang Amawabhumi yang artinya : orang yang mempunyai atau menguasai negara. Dalam Mukadimah Kutara Manawa (Undang-Undang jaman Majapahit) ditegaskan demikian : Semoga Sang Amawabhumi teguh hatinya dalam menetapkan besar kecilnya denda, jangan sampai salah. Jangan sampai orang yang bertingkah salah, luput dari tindakan. Itulah kewajiban Sang Amawabhumi, jika beliau mengharapkan kerahayuan negaranya.

Dalam soal pengadilan Raja dibantu oleh dua orang dharmadhyaksa, yaitu Dharmadhyaksa Kasaiwan (kepala agama Siwa) dan Dharmadhyaksa Kasogatan (kepala agama Budha) dengan sebutan Dang Acarya. Karena kedua agama tersebut merupakan agama utama dalam Kerajaan Majapahit, maka segala perundang-undangan didasarkan kepada kedua agama tersebut.

Kedudukan Dharmadhyaksa dapat disamakan dengan Hakim Tinggi, mereka itu dibantu oleh lima orang upapatti yang artinya pembantu dharmadhyaksa. Mereka tersebut dalam beberapa piagam atau prasasti biasa disebut dengan sang pamegat atau disingkat samgat artinya sang pemutus alias hakim. Baik Dharmadhyaksa maupun Upapatti bergelar Dang Acarya. Pada mulanya terdapat lima Sang Pamegat yaitu Sang Pamegat TirwanSang Pamegat KandamuhiSang Pamegat ManghuriSang Pamegat Jambi dan Sang Pamegat Pamotan, kelimanya termasuk golongan Kasaiwan.

Pada masa pemerintahan Dyah Hayamwuruk, ditambah dengan dua orang upapatti dari golongan Kasogatan yaitu Sang Pamegat Kandangan Tuha dan Sang Pamegat Kandangan Rare, sehingga keseluruhan pejabat pengadilan ada dua orang dharmadhyaksa dan tujuh orang upapatti.

Demikian uraian kami tentang empat pataka Kerajaan Majapahit.